Kehidupan Baru

Kehidupan Baru
Akting Maxilian


__ADS_3

Sely mendekati Julia perlahan. Matanya masih menatap intens pada Maxilian, Mery dan Lucas yang terlihat sibuk dengan urusan mereka sendiri. Lalu pada Tomas yang terlihat melindungi Maxilian yang dipukuli Lucas sampai akhirnya kegiatan itu berhenti dengan sendirinya. Ketiga orang tersebut menatap Maxilian menuntut penjelasan. Karena dia orang luar, dia hanya bisa diam di samping Julia untuk mendengarkan percakapan mereka semua.


"Ya, aku berbohong tentang kelumpuhanku." Maxilian menjelaskan hingga membuat sunyi suasana.


"Kau anak nakal!" Lucas berdiri dan akan memukul kepala Maxilian lagi namun Mery menghalangi.


"Itu karena kalian selalu berusaha mencarikanku wanita."


Alasan yang diungkapkan Maxilian membuat Lucas dan Mery tertegun. Sampai akhirnya Lucas berdehem dan Mery terbatuk pelan. Tomas berdiri agak menjauh untuk menghindari dari segudang pertanyaan yang akan dia dapatkan dari tuan besar dan nyonya besarnya.


"Nenek, aku sudah menikah. Jadi kalian tak bisa lagi menjodohkanku dengan berbagai wanita lagi." Tambah Maxilian lagi. Tak ada yang mengemukakan pendapatnya saat Maxilian berbicara. Kali ini keputusan menikahi Julia adalah keputusan yang tepat, satu masalah dalam hidupnya akhirnya dapat diselesaikan. Julia ternyata adalah jalan keluar dari masalah sepele yang dia alami saat ini.


"Tapi aku ingin membatalkan pernikahan ini" Suara Julia lantang membuat semua orang menoleh. Sely membeliakkan matanya dan menatap tak percaya dengan kata-kata Julia. Tomas memejamkan matanya, tiba-tiba membungkuk lalu keluar ruangan dengan sangat sopan untuk menghindari masalah baru dalam hidup dan karirnya. Mendengar suara Julia, Mery langsung saja menatap Julia tak suka.


"Cucu menantuku..ayoyo.. jangan tergesa-gesa memutuskan sesuatu. Dia ini anak yang sedikit nakal. Aku salah mendidiknya. Kumohon jangan mengambil keputusan secepat ini."


Terbatuk pelan, Lucas menatap lekat dalam tatapan Julia. "Apakah cucuku membuatmu menderita? Apakah dia menyakitimu dengan bermain banyak wanita? Ya, apa dia selingkuh di belakangmu? Tenang saja, aku bisa menarik semua saham yang dia miliki dan kau akan mengambil alih segalanya sebagai jaminan bahwa dia tak akan menyakitimu lagi."


"Kakek!" seru Maxilian tak setuju. Tatapan dingin dan menghujam Julia tanpa ampun.


Tapi kali ini Julia tak ingin bekerja sama dengannya. Dia menatap Mery dan Lucas bergantian. Tersenyum lemah lalu turun dari atas tempat tidur. Berdiri tegak dia membungkukkan badannya sopan. "Tuan, nyonya, tak peduli apapun, aku tetap ingin berpisah dengannya."


"Ayoyo cucu menantuku, kau terlalu sopan. Kau telah menyelamatkan hidupku. Bagaimana kau bisa menginginkan perpisahan in--"

__ADS_1


"Jika begitu nyonya, bisakah aku meminta kompensasi atau hadiah dari menyelamatkanmu? potong Julia cepat. Dia menatap Maxilian sesaat lalu kembali pada Mery. "Aku hanya ingin berpisah darinya."


Mery tertegun, Lucas menatap Maxilian tajam dan dingin hingga dia berkata. "Apa yang kau lakukan pada cucu menantuku, anak nakal!"


Maxilian melihat keadaan tak lagi bersahabat dengannya. Wanita sialan ini bagaimana bisa menguasai hati kakek dan neneknya dengan cepat? Bahkan kakek neneknya rela memberikan seluruh saham untuk wanita ini tanpa pikir panjang. Jika wanita ini tetap ingin berpisah, maka bisa dipastikan hidupnya akan dipersulit oleh kakek neneknya lagi. Tidak, dia tak bisa mengalami itu lagi.


Maxilian melangkah dan langsung mendekati Julia. Suaranya sangat lembut dengan raut tatapan penuh cinta. "Sayang, apa maksud dari ucapanmu? Apakah kau masih marah padaku?"


Julia mundur dan menggelengkan kepalanya saat Maxilian mencoba mendekatinya. Pria ini kenapa tiba-tiba bicara lembut dengan tatapan penuh cinta yang menjijikkan? Wajah tampannya menjadi sangat dekat dan merengkuh tubuhnya hangat seperti yang selalu dilakukan Aaron dulu, mantan kekasihnya. Perasaannya makin buruk tak terkira dengan yang dilakukan Maxilian.


"Berhenti di sana! Jangan mendekat!" peringat Julia terus mundur dan langsung bersembunyi di balik tubuh Sely. "Sely, kau temanku bukan? Bawa aku pergi dari sini. Kumohon.."


Sely tersenyum kaku saat Maxilian berada tepat di hadapannya. Ketampanan itu tersenyum hangat kepadanya. Membuat Sely makin salah tingkah dengan tatapan bersahabat yang Maxilian berikan.


"Apakah kau teman istriku?" tanya Maxilian sopan.


"Bisakah aku bicara dengan istriku?"


Sely mengangguk lagi dan menyingkirkan tubuhnya dari Julia. Dia membiarkan Maxilian menangkap tubuh Julia dalam satu gerakan.


"Lepas!" berontak Julia menggeliatkan tubuhnya agar terlepas dari rengkuhan Maxilian.


Maxilian mendekap tubuh Julia kuat. "Sayang, hentikan. Apa kau marah karena kita tak menuntaskan hal yang baru saja kita lakukan?"

__ADS_1


"Ka-kauu, apa maksudmu? Apa kau gila?" tanya Julia sambil mencoba memberontak. Dia sama sekali tak menyangka Maxilian melakukan ini semua untuk memuluskan rencananya. Rencana gila yang membuatnya makin takut. Pria ini sangat mengerikan, dia harus segera menjauhinya.


Maxilian tersenyum tipis. Dia tak akan membiarkan semua orang tahu kalau dia baru saja menikah. Dia harus membuat kakek neneknya tenang, lalu keadaan akan baik-baik saja.


"Baik, kau bisa menghukumku saat kita tiba di rumah. Aku janji, kita bisa melakukan segala yang tertunda sampai kamu lelah. Jadi jangan pernah mengatakan itu lagi. Kau tahu bahwa itu sangat tabu di keluargaku." Tambahnya lagi dengan nada lembut dan penuh kasih.


"Melakukan apa? Hei hentikan omong kosongmu!" amarah Julia naik saat menyadari tatapan Mery yang tersipu saat mendengar Maxilian bicara.


"Ah maaf, aku lupa jika kau pemalu."


Melihat pertengkaran manis antara Maxilian dan Julia, Mary dan Lucas saling berpandangan lalu tawa mereka berdua pecah. Sepertinya mereka terlalu khawatir.


"Ayoyo, mereka sedang bertengkar. Hal baik, hal baik. Kami tahu kami mengganggu. Tapi cucu menantuku, hal yang dikatakan lianĀ  benar. Kalian masih di rumah sakit, kalian bisa melanjutkan dengan bebas saat kalian sudah sampai di rumah."


Terbatuk pelan, Lucas berjalan menuju pintu. "Jangan katakan tentang perceraian seperti sebuah mainan. Kalian berdua ini, tenyata sama-sama nakal."


Mery tertawa lepas dan menyusul Lucas. "Kami akan menunggu kalian pulang."


"Tidak, tuan, nyonya." berontak Julia mencoba melepaskan diri. Namun rengkuhan Maxilian makin erat. Tangannya melambai agar Lucas dan Mery segera keluar dan tidak mendengarkan ocehannya. Sial, kenapa jadi seperti ini? Dia harus bisa membatalkan pernikahan ini. Dia harus terbebas dari genggaman serigala ini


"Diam." tegur Maxilian dingin dan pelan. Tangannya meremas pinggang Julia dengan keras.


Julia menegang saat pelukan hangat itu berubah menjadi menyakitkan. Dia menganggukkan kepala tanpa perlawanan. Matanya melihat Sely yang menatapnya tanpa berkedip. Kenapa dia bisa sampai lupa kalau Sely masih di sini. Temannya itu menatapnya penuh curiga. Hal yang baru saja terjadi akan membuat semua terbongkar. Ah, dia benar-benar bodoh.

__ADS_1


Jika dia memberontak maka semua akan terbongkar. Bukankah dia juga sudah mengaku kalau dia sudah menikah dengan pria yang jauh lebih baik dari Jordan sebelumnya? Dan gadis ini adalah antek Jordan. Segala hal yang Sely ketahui pasti akan Jordan ketahui cepat atau lambat. Saat memikirkan ini, Julia tersenyum tanpa sadar.


Angel Zhao,,kenapa kau jadi bodoh begini? bisiknya dalam hati.


__ADS_2