Kehidupan Baru

Kehidupan Baru
Bertemu Suami


__ADS_3

“Nona, tuan muda akan pulang malam ini. Dan dia memintaku untuk mendaftarkan pernikahan kalian ke kantor biro urusan sipil terlebih dahulu. Di sini, nona harus tanda tangan  terlebih dahulu, karena jadwal tuan muda akan sangat padat.”


Julia menatap sebuah dokumen yang harus dia tanda tangani dan mengerutkan keningnya. Dia sedikit aneh karena semua tak berjalan sesuai yang dia inginkan. Tapi dia hanya mengambil surat itu dan hanya menemukan foto dirinya dengan nama lengkap. Mengernyit, dia membaca ke sebuah nama yang satu jajar dengannya., tapi tak ada foto di sana. Tanpa pikir panjang dia menandatangani surat pernikahan tersebut setelah membaca nama pria yang akan menjadi suaminya.


“Maxilian Jade Lunox” ucap Julia setelah menandatangan dokumen pernikahan tersebut dan memberikan pada Tomas. “Kenapa tak ada foto suamiku?”


“Tuan berkata bahwa dirinya sendiri yang akan mengurus sisanya termasuk tentang foto dan tanda tangannya.”


“Aku merasa nama ini sangat familiar. Di mana aku pernah mendengarnya?” gumam Julia mencoba mengingat deretan nama yang tampak sangat familiar. Tapi nyatanya dia tak bisa mengingat apa pun.


“Itu karena keluarga kami sangat terkenal di dunia. Dan mulai hari ini nona resmi menjadi nona keluarga kami. Selamat datang nona. Ada pun semua kebutuhan nona, tuan telah memintaku untuk memenuhinya.” Ujar Tomas dengan mengeluarkan beberapa benda dan dia letakkan di atas meja nakas sebelah tempat tidur Julia.


Dia menunjukkan satu kartu kredit dan kembali berkata. “Nona, ini hanya kartu sementara. Saat tuan muda datang dia akan memberimu kartu kredit yang lebih layak.”


Julia terlihat tertarik dan hanya menganggukkan kepalanya. Matanya jatuh pada sebuah ponsel baru yang tergeletak di atas meja nakas. Lalu beralih pada Tomas yang sudah duduk di  sebuah sofa di ruangan yang sama dengannya dan terlihat sibuk dengan notebook di tangannya. Dia tak menyangka bahwa baru kemarin dia kebingungan untuk menentukan tujuan dan tempat tinggal, tapi beberapa hari kemudian dia telah menjadi seorang nona muda dari keluarga yang terlihat kaya raya. Dia bahkan memiliki sebuah kartu kredit tanpa batas yang telah disiapkan meski dia belum bertemu dengan calon suaminya.


Bicara tentang suaminya, dia baru tahu namanya hari ini tapi tak pernah tahu bagaimana wajahnya. Kakek, nenek dan Tomas selalu mengatakan bahwa tuan muda keluarga mereka sangat tampan, tapi dia tak percaya itu semua. Merasakan minatnya bangkit, dia tersenyum tipis dan menepukkan tangannya sekali. Membuat perhatian Tomas terarah padanya.


“Seperti apa tuan mudamu?”


Tomas menarik tangannya dan meletakkan hal yang dia pegang di atas meja. Menatap Julia dan tampak menimbang kata-kata yang akan dia keluarkan. “Dia sedikit dingin, tapi tampan.”

__ADS_1


“Yang lain, apa kau tak memiliki deskripsi lain selain ketampanannya?” Tanya Julia tak puas. Dia adalah artis besar sebelumnya jadi dia sudah terbiasa mengenal banyak pria tampan.


Tomas sedikit tersenyum lalu mengerutkan keningnya. “Nona, saat kau bersamanya, jangan pernah membahas tentang kematian ibunya. Itu sangat berbahaya.”


Julia melihat jejak rasa khawatir di wajah Tomas dan mengangguk. Dia tahu bahwa seseorang pastilah memiliki rahasia. Jadi untuk saat ini dia tak akan banyak bertanya. “Akan kuingat.”


“Lalu nona, aku lupa mengatakan ini, tuan muda saat ini dalam proses penyembuhan kelumpuhan. Dia masih menggunakan kursi roda tapi dokter telah memastikan bahwa dia bisa berjalan normal kembali. Jadi nona tidak perlu khawatir.”


Julia tertegun, dia mengerutkan keningnya dan hatinya menjerit ingin tertawa. Jadi dia menjadi seorang istri dari pria lumpuh? Hahaha, apa yang harus dia katakan pada musuh-musuhnya nanti? Kenapa Tomas baru memberi tahu poin penting seperti ini? Setelah dia menandatangani surat pernikahan. Tapi jika dia mundur, kemana lagi dia harus pergi? Dia melirik lagi kartu kredit dan ponsel yang tergeletak. Tersenyum kecut saat menyadari untuk saat ini dia butuh itu semua. Dan telah mengorbankan kehidupannya untuk sebuah tempat tinggal dan semua kebutuhannya. Sangat miris.


“Kenapa aku menjadi seperti ini?” teriaknya dalam hati.


Melihat Julia yang terdiam, Tomas menjadi sedikit tak enak hati. “Nona, kelumpuhan tuan tidak selamanya. Saat ini, yang terpenting adalah, nona telah menjadi istri dari keluarga kaya raya di mata dunia.” Terang Tomas perlahan. Dia telah tahu semua hal yang telah terjadi pada kehidupan Julia. Dia juga tahu alasan nona mudanya ini menerima lamaran tuan mudanya, apalagi kalau bukan karena hidupnya yang sulit.


“Nona tak akan menyesal, dan juga—“


Ucapan Tomas terhenti saat pintu ruangan kamar itu terbuka tiba-tiba. Julia pun mengalihkan tatapan matanya ke arah pintu dan tertegun saat melihat kursi roda di sana. Naik perlahan, dia melihat sepasang sepatu hitam dengan setelan kemeja hitam yang sangat rapi. Lalu naik pada wajah tampan yang tengah duduk di kursi tersebut. Seketika matanya membulat tak percaya saat mengetahui siapa wajah yang duduk di atas kursi tersebut.


Bagaimana bisa?


Bagaimana bisa pria itu?

__ADS_1


Julia mengusap matanya beberapa kali dan berharap penglihatannya salah. Membuka matanya kembali dia semakin terkejut saat wajah itu tak berubah.


Itu dia! Ketampanan yang sempurna yang pernah dia temui. Pria berlemak yang sangat percaya diri!


Tapi kenapa pria ini ada di sini? Tanpa sadar Julia berteriak dan menunjukkan pria yang masih berada di tengah pintu.


“Kau! Bagaimana bisa?”


Bagaimana bisa dia bertemu lagi dengan pria tampan yang membuatnya begitu kesal. Bagaimana bisa dia ada disini dengan wajah datarnya seakan akan tak pernah terjadi sesuatu di antara mereka.


Demi surga, apa yang akan terjadi selanjutnya? Angel, kau baru saja mendapat berkah dari neraka!


“Tuan muda.”


Seru Tomas dan langsung berdiri mengambil alih untuk mendorong kursi roda dan menutup pintu ruangan cepat. Sedangkan Julia, dia masih menatap tak percaya pada penglihatannya. Jari telunjuknya bahkan belum turun. Seketika dia merasa seluruh dunia menertawakan kebodohannya.


Melihat itu Tomas tersenyum dan mendorong kursi roda mendekati tempat tidur Julia. “Nona, dia adalah tuan muda dari keluarga kami. Maxilian Jade Lunox, yang saat ini telah menjadi suami nona.”


Saat nama itu disebut, bayangan beberapa minggu lalu terbayang. Atomic bar lalu apartemen yang menjadi saksi pertemuan mereka. Juga kata-kata yang saling terlontar. Membuat keduanya saling menatap bisu. Julia terlihat tak memiliki kata-kata selain wajah terkejutnya dan beberapa kilat emosi. Sudut bibirnya terlihat bergeser sedikit.


Melihat kebisuan antar keduanya, Tomas terlihat bingung dan menggaruk rambutnya. Dia perlahan mundur meninggalkan mereka berdua waktu. Memejamkan mata saat suara Julia terdengar keras menyambut kepergiannya. Itu tepat setelah dia menutup pintu ruangan.

__ADS_1


“Tomas...!!!!”


__ADS_2