Kehidupan Baru

Kehidupan Baru
Kehidupan Baru BAB 7


__ADS_3

BAB 7


Julia Yang Bar-bar


Janet begitu marah dengan tamparan dari Julia. Dia berteriak dan mengeluarkan kata-kata makian untuk Julia atas tamparan yang diterimanya. Harga dirinya terasa diinjak- injak sebagai nona muda Brasco. Oh ayolah...disini siapa yang penuh kepalsuan. Keluarga yang sangat tidak tau diri.


Kemudian Janet yang tidak dapat menahan amarahnya mengangkat tangannya dan meraih rambut Julia. Janet menarik rambut Julia dengan sangat keras, sampai Julia mengaduh kesakitan. Rasanya luka benturan akibat kecelakaan kemarin, terbuka kembali. Dapat dirasakannya darah mengalir dari kepala Julia (kita panggil Angel dengan nama Julia saja ya).


Julia merasakan sakit luar biasa sampai dia meneteskan air mata. Kemudian Julia memutar badannya, dan mengangkat kepalan tangannya untuk memukul wajah Janet dengan spontan. Kepalan tangan Julia mengenai hidung Janet. Buggg!! "Auhhh!!!" janet berteriak. Kejadian itu sangat cepat sampai semua orang di sana tidak sempat untuk mencegah. Teriakan kesakitan Janet, diiringi dengan teriakan para pelayan dan Hendri Brasco. Sang ayah Hendri Brasco histeris saat melihat hidung Janet mengeluarkan banyak darah akibat pukulan tangan Julia.

__ADS_1


Kepanikan itu menimbulkan suara yang riuh, tetapi Julia mundur dan berjalan menuju bangku ruang utama. Julia berjalan sempoyongan sambil memegang kepalanya yang bersimbah darah. Pusing dan nyeri yang dirasakan Julia, membuatnya sulit berjalan tegak.


Paman hendri berteriak memanggil supir untuk mengantarkan Janet ke rumah sakit. Seluruh penghuni rumah itu sangat panik dengan kejadian yang dialami Janet. Janet menangis sambil memegangi hidungnya yang serasa patah dan terus mengeluarkan darah.


Hal itu tak luput dari pandangan Julia. Dia sangat menikmati pemandangan itu. Dia tersenyum sinis saat melihat Janet meraung kesakitan. Ada rasa kepuasan tersendiri saat melihat Janet kesakitan. "ini belum seberapa Janet" gumam Julia.


Saat supir sudah siap mengantarkan Janet ke rumah sakit, Janet dibawa masuk ke mobil oleh Hendri. kemudian Julia segera menyusul mereka yang memapah Janet ke mobil. Dengan langkah gontai Julia juga membuka pintu mobil. saat Janet dan Hendri sudah duduk di tempat duduk belakang, Julia juga menempatkan dirinya untuk duduk di kursi depan mobil, bersebelahan dengan supir.


Supir melajukan mobilnya ke rumah sakit dengan cepat. Setelah sampai ke rumah sakit, supir membukakan pintu belakang dan membantu Hendri untuk memapah Janet menuju igd. Sampai ke ruang igd, Hendri berteriak memanggil dokter yang bertugas di sana. "Dokter!! tolong anakku! hidungnya terluka.

__ADS_1


Julia dengan pelan membuka pintu mobil, lalu supir memapahnya untuk ke ruang igd. "apa nona baik-baik saja?" supir bertanya. "Apa aku terlihat baik-baik saja?" Julia menjawab. Supir memapah Julia sampai ke igd dan membaringkannya di tempat tidur rumah sakit. Julia tersenyum tipis kepada supir dan berkata "terimakasih" Perawat dan dokter igd datang dan memeriksa lukanya. Samar-samar Julia mendengar tangisan dan rengekan Janet saat dokter mengobati lukanya.


Hal itu membuat Julia tersenyum tanpa sadar. Dia melihat seorang perawat yang baru saja datang untuk membantu perawat yang sedang membersihkan lukanya. Dia bertanya, "suster apa yang terjadi dengan pasien di sebelah?" "Oh..maksud nona, nona Janet? saya tidak tau kejadian pastinya tapi kata dokter tadi hidung nona Janet patah. "Patah??" tanya Julia memastikan. Ada rasa bahagia di matanya yang tidak dapat disembunyikan saat mendengar hidung Janet patah.


Julia menatap perawat itu dengan heran dan bertanya. "Apakah suster mengenal Janet?" "Siapa yang tidak kenal nona Janet, dia adalah anak pemilik rumah sakit ini. Janeta Brasco." perawat menjawab.


"Putri pemilik rumah sakit ini??" Julia terkejut. "Iya nona.. putri satu-satunya tuan Brasco."


Woohooo!!!  hebat sekali hendri. Dia menjadikan Janet sebagai nona muda Brasco. Rasanya Julia ingin tertawa menyadari kebodohannya yang sudah membuat keluarga pamannya mengambil alih semuanya. Bahkan Janet selalu menghadiri setiap rapat yang diadakan oleh perusahaan Brasco. Semua orang mengenal Janeta Brasco sebagai ahli waris perusahaan Brasco. Janet selalu diikut sertakan dalam setiap pengambilan keputusan perusahaan Brasco. Sedangkan dia, tidak pernah dianggap ada. Julia tersingkir dari kenyataan kalau dialah nona muda Brasco yang sebenarnya.

__ADS_1


Memikirkan itu, ekspresi Julia mendingin. Kenapa pemilik tubuh ini sangat bodoh. Begitu mudah dimanfaatkan. Tidak jauh berbeda darinya, sosok Angel pun sama bodohnya. "Tidak, ini tidak bisa dibiarkan" gumam Julia.


__ADS_2