Kehidupan Baru

Kehidupan Baru
Kecelakaan Kesekian kalinya


__ADS_3

Mumpung anak-anak tidur.. gasss ngetik bentar. Wussss!!!


****


Waktu berlalu dengan sangat cepat. Maxilian tertahan dengan semua urusan pekerjaannya yang sempat dia tinggalkan untuk kembali ke Las Vgas. Sedangkan Julia, terlihat sangat frustasi saat tak memiliki arah tujuan sama sekali. Memikirkan rumah pamannya Sam, dia berniat untuk datang dan meminta penjelasan. Tapi dia baru saja tiba di halaman, dan telah mendengar pertengkaran hebat antara pamannya, bibi, serta Ben yang terdengar sangat berat.


Kembali melangkah dan masuk dalam sebuah taksi, dia tiba di rumah pengacara keluarganya, Aston. Namun lagi lagi, dia tak sempat mengetukkan jarinya di pintu rumah tersebut, saat melihat seorang wanita cantik keluar dengan riasan sedikit tebal. Tak bisa menghindar dari istri Aston, akhirnya dia mengaku hanya mencari Jason meski dia tahu  saat ini Jason sudah pasti berada di kantor. Tak mendapatkan hasil apapun, Julia pun akhirnya hanya bisa kembali masuk dalam taksi dan berkeliling sebentar, lalu turun di pinggir jalan.


Itu karena uang tunai yang dia miliki tidak lagi banyak. Dia melihat ke samping, pada papan nama hotel yang tak jauh darinya. Langkahnya sangat ragu, dia kembali menimbang, saat tiba-tiba sebuah mobil sport biru terparkir di sampingnya dan suara Sely terdengar jelas. Tanpa berniat turun, Sely  memiliki senyum tipis yang terlihat jijik saat menatap Julia.


“Kau butuh uang?”


Julia menoleh lalu tersenyum. Gadis ini adalah salah satu orang yang menyebabkan dia menjadi seperti  ini. Sekarang gadis ini datang dan menanyakan hal yang membuatnya terlihat menyedihkan. Tentu saja dia menggeleng. “Tidak, aku seorang Julia, kenapa aku harus  membutuhkan uang dari seorang pencuri sepertimu.”


Itu tepat! Dia tak akan bicara banyak atau menanyakan banyak hal dan meminta penjelasan. Dia seorang Angel Zhao, di mana mengetahui semua hal dengan jelas dan tak akan membuat waktunya terbuang lalu dia ditertawakan. Hanya karena bayangan sekilas tentang masa lalu pemilik tubuh, lalu kedatangan Ben pagi itu dan tiba-tiba stempelnya hilang. Ini sudah pasti ada hubungannya dengan gadis yang di hadapannya ini. Tak perlu berpikir jauh, dia sudah bisa menebaknya.

__ADS_1


Siapa Sely? Dia sangat tahu. Gadis ini bahkan membutuhkan dirinya untuk melanjutkan kuliah serta membayar seluruh uang kebutuhannya. Tapi saat dia terpuruk seperti ini, gadis ini datang dengan mobil sport berwarna biru yang baru dia lihat hari ini. Lalu tawaran tadi? Bukankah arti itu jelas? Temannya ini ingin menertawakan semua hal yang baru  saja terjadi padanya. Tapi dia telah tepat untuk mengambil sikap, agar tak ada orang lain yang menertawakan dirinya.


Kata-kata tajam yang mulus meluncur bak belati tajam yang siap melukai siapa pun. Sely tertawa tipis. Dia turun dari mobil dan menatap Julia dari atas hingga bawah.


“Kenapa? Kau butuh bantuanku? Kau ingin berkunjung ke rumah utamaku? Julia, kita teman. Aku akan membantu dan mengembalikan semua hal yang telah aku pinjam darimu.”


Tersenyum tipis, Julia tahu ke mana arah pembicaraan Sely. Dia mencibirkan bibirnya sedikit dengan tatapan mencemooh. “Oh, benarkah? Jika begitu kau bisa berikan aku uang tunai sebanyak hutang yang kau miliki. Kau tahu jumlahnya kan? Itu lebih dari lima ratus ribu dollar.”


Mendengar angka hutangnya, Sely tergagap dengan raut wajah pias. Dia menahan perasaannya dengan rasa benci yang mulai naik. Uang sebanyak itu, dia akan memberikannya dengan mudah. Dia tak akan pernah mengembalikan sepeserpun meski Julia menangis di kakinya. Tapi itulah tujuannya. Menyombongkan dirinya untuk melihat Julia menangis di kakinya lalu dia akan membalikkan seluruh keadaan. Dia akan menuntut seluruh penghinaan yang telah dia terima sebelumnya.


“hutang itu?” ujar Sely dengan senyum palsu. “Tentu akan aku kembalikan jika kau menang—“


Sely tak pernah berpikir bahwa jawaban dari kata-katanya yang belum selesai sangat menampar wajahnya. Mendengar itu semua dan melihat keyakinan Julia, dia ingin tertawa keras. Dan niat membuat Julia menangis serta menderita pun tumbuh kian kuat. Dia menahan semuanya dan hanya mengeluarkan tawa kecil. Menggelengkan kepalanya, dengan raut wajah tak percaya, sebelum akhirnya bungkam, saat melihat sekelebat bayangan Julia berlari ke tengah jalan dan berteriak keras lalu suara decitan rem mobil terdengar keras.


“Awas..!”

__ADS_1


Ciittt!Braakk! Suara benturan benda keras itu terdengar keras. Semua terjadi sangat cepat hingga Sely hanya dapat tertegun melihat semuanya. Tubuh Julia tergeletak tak sadarkan diri di sisi jalan setelah mendorong seorang wanita cantik ke sisi jalan dengan aman. Darah mulai menggenang mulai membasahi sebagian tubuh Julia, hingga teriakan Sely dan wanita cantik itu terdengar.


“Julia..! Juliaa..!!” Sely cukup terkejut hingga refleks berteriak keras. Dia berlari menghampiri Julia yang tak sadarkan diri.


“Julia..! Cucu menantuku, cucu menantuku! Ya tuhan, cucu menantuku, cicitku, bagaimana ini bisa terjadi!” teriak Mery kalut. Dia baru saja bangun dengan beberapa luka gores ringan dari hasil dorongan Julia yang telah menyelamatkan hidupnya dari kecelakaan maut.


Sely mendengar semuanya dan hanya bisa menangis kalut denga menyebut nama Julia berulang kali agar  kesadaran Julia kembali. Dia mencoba memangku Julia, namun tiba-tiba tangan asing dari wanita yang Julia selamatkan mengambil alih tubuh Julia dengan tangisan pilu yang membingungkan. Kerumunan mulai memadat namun tak satu pun dari mereka yang mencoba menolong. Jadi hal yang bisa dia lakukan adalah mencoba menghubungi nomor gawat darurat dan meminta ambulans datang secepatnya.


Cucu menantuku, sadarlah. Cucu menantuku, seseorang! Tolong! Tolong bawa cucu menantuku.”


Sely yang mendengarnya sempat mengerutkan kening. Tapi kepanikan yang menerpanya membuatnya tak lagi  mempedulikan hal yang dia dengar. Dia hanya bisa berdiri saat tiba-tiba seorang pria yang cukup tampan datang dengan teriakan keterkejutan. Sepertinya dia bisa menilai hubungan antara keduanya. Pria yang baru saja datang merupakan salah satu pelayan wanita yang kini memangku kepala Julia.


“Nyonya, nyonya, apa yang terjadi? Nona Juia, kenapa nona—“


“Tomas! Syukurlah kau datang cepat. Bawa Julia ke rumah sakit.” Perintah Mery dengan ketakutan.

__ADS_1


Tomas mengangguk dan dengan cepat mengambil alih tubuh Julia. Tepat setelah itu sebuah ambulans datang dan Tomas dengan cepat memasukkan tubuh Julia. Mery menemani Julia dengan tangisan kalut yang terdengar hampir putus asa. Melihat banyaknya darah yang Julia keluarkan, Tomas pun segera berlari menuju mobilnya saat melihat mobil ambulans itu mulai melaju. Tak lupa, tangannya segera mengirim sebuah pesan darurat pada tuan mudanya dan memberikan informasi tentang kecelakaan yang Julia terima.


Hal yang sama dilakukan oleh Sely, mengikuti mobil ambulans yang telah membawa tubuh Julia. Tubuhnya bahkan bergetar ketakutan saat mengingat mata Julia yang tertutup dan tak sadarkan diri meski dia berteriak dan menangis. Tak peduli kebencian dan dendam apapun yang dimiliki, Julia tetaplah sahabatnya. Tetaplah orang yang cukup penting karena mereka berteman cukup lama.


__ADS_2