Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 99


__ADS_3

Malam ini sesuai dengan kesepakatan Arsya, Raisa, Rashya, dan Mikayla pun pergi jalan-jalan ke mall sesuai dengan permintaan Mikayla keponakan tersayang nya.


" wahh akhirnya Mikayla bisa jalan-jalan juga sama Tante Raisa dan Om Arsya " ucap gadis kecil itu kegirangan.


"heh, lebay" ucap Rashya yang duduk disamping sang ayah yang tengah fokus mengemudi.


"heleh, bilang aja kamu iri" ketus Mikayla.


" siapa juga yang iri, lagian kayak enggak pernah ke mall aja," ucap Rashya mulai kesal.


Arsya yang mendengar perdebatan kedua bocah itu pun langsung membuka suara.


" kalian ini ribut melulu setiap ketemu, udah kayak Tom and Jerry aja kalian " ujar Arsya sembari fokus pada jalanan didepan nya.


"ya mau gimana lagi bang, Abang sama kak Rania kan juga begitu, setiap ketemu selalu ada aja yang diperdebatkan, ya mungkin nurun ke anak-anak deh" jawab Raisa.


"ohh, tidak mungkin" jawab Arsya tak terima.


" loh enggak mungkin gimana, lah tuh anak-anak setiap ketemu debat melulu udah kayak Abang sama kak Rania banget tau" jawab Raisa bingung.


"emangnya mama sama om Arsya suka berdebat ya Tante kalo ketemu?" tanya Mikayla dengan pandangan bingung.


" iya sayang, malahan ni ya setiap ketemu ada aja yang diperdebatkan, jarang banget deh meraka itu akur, terkadang ni ya Tante aja sampe bingung ni dua sepupu kok kayak musuh bebuyutan aja, ribut melulu " jawab Raisa tersenyum manis,


" wahh enggak bener ini nama nya, berarti sifat buruk mama dan om Arsya nurun ke anak-anak nya dong Tante?" tanya Mikayla polos.


" enakk aja sifat buruk, enggak lah om Arsya hanya menurunkan sifat baik ya, liat aja tuh si Rashya ganteng, Soleh, pintar lagi. semua itu turunan dari om Arsya tau" jawab Arsya dengan bangga nya.


" heleh, Rashya cakep kan keturunan dari bunda bukan ayah" jawab Rashya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.


" ck, kamu itu cakep karna turunan dari ayah, lah liat aja wajah kita hampir mirip kan?" tanya Arsya, Rashya tak menjawab ia hanya diam.


"nih anak ditanya diam aja, anak mu tuh dek ya kalo ditanya orang tua diam aja kayak enggak bisa ngomong aja" ucap Arsya kesal.

__ADS_1


"kalo masalah gini aja bilang nya anak Raisa, lah giliran yang bagus nya bilang anak Abang, ehh emang aneh nih Abang, pantesan aja Rashya suka cuekin Abang, lah wong Abang suka ngeselin" ucap Raisa mulai kesal.


Mikayla yang melihat Raisa mulai kesal pun hanya menghembuskan nafas kasar.


" udah om Arsya fokus aja nyetir nya" ujar Mikayla, Arsya pun hanya diam dan kembali fokus pada jalanan didepan nya.


" Tante nanti temenin Mikayla pilih baju ya?" ucap Mikayla mengelus lembut tangan Raisa.


" iya sayang, memang nya kamu mau beli baju juga?" tanya Raisa tersenyum tipis.


" iya Tante mumpung om Arsya yang bayarin" jawab Mikayla cekikikan.


" wah pinter banget Mikayla, bener banget tuh jika perlu kita abisin duit om Arsya" timpal Raisa, mereka berdua pun sibuk mengobrol sedangkan Rashya ia hanya diam dan sesekali melirik kebelakang melalui kaca spion didepan nya.


Dilain tempat Bayu sedang duduk termenung diatas meja, tangan nya sibuk mengaduk secangkir cappucino yang mulai dingin.


Siska yang tanpa sengaja melihat Bayu pun berjalan menghampiri nya.


" pak Bayu" sapa Siska, namun tak ada respon dari sang empunya nama.


"hehe sorry pak, lagian bapak sih saya panggil-panggil enggak ada respon" jawab Siska cengengesan, Bayu hanya diam.


" bapak sendirian?" tanya Siska dan mulai duduk didepan Bayu, Bayu hanya diam dan menatap datar Siska.


" di tanya kok diam wae, bisu ya pak?" tanya Siska mulai kesal.


"udah tau saya duduk sendiri disini malah nanya, tuh mata rabun ya?" ucap Bayu dingin.


" ya elah pak, kali aja kan bapak kesini sama seseorang, saya kan enggak tau, gitu aja kok marah sih pak, nanti cepat tua loh pak " celetuk Siska.


"kamu ngapain disini?" tanya Bayu dingin, ia tak menjawab pertanyaan Siska melainkan ia memilih topik pembicaraan lain.


"saya kesini mau apa ya pak, saya juga bingung pak kenapa saya bisa disini," ucap Siska bingung, Bayu hanya menghela nafas berat, kumat lagi deh ni peak nya batin Bayu.

__ADS_1


" ni cewek cantik-cantik kok oleng sih, bikin gue gedek aja" lirih Bayu, yang masih bisa didengar oleh Siska.


" astaga pak Bayu bilang saya cantik, beneran pak?" tanya Siska heboh.


" ck, apaan sih kamu, siapa juga yang bilang kamu cantik" kilah Bayu.


" heleh, tadi barusan saya denger loh bapak bilang ni cewek cantik-cantik kok oleng sih, hayo ngaku aja deh pak usah berkilah gitu?" ujar Siska dengan penuh bangga.


" iya kamu cantik puassss" ucap Bayu kesal.


" puas banget pak hahaha " jawab Siska dengan penuh tawa, Bayu yang melihat Siska tertawa bahagia pun hanya tersenyum tipis.


Entahlah ia merasa senang jika melihat wanita didepan nya itu tertawa, bahkan ia juga ikut merasa sedih waktu wanita itu bersedih seperti saat Siska dikhianati oleh pacar nya.


" bapak ganteng deh" ucap Siska memandang wajah Bayu.


" lah memang saya ganteng, baru sadar kamu?" ucap Bayu dingin.


"siapa bilang saya baru nyadar, udah lama tau saya nyadar nya, bahkan udah lama juga saya suka sama bapak" ucap Siska ia langsung membekap mulutnya saat tersadar bahwa dirinya telah keceplosan.


" maaf pak, saya salah ngomong, lagian nih mulut kok asal ceplos aja, ihhh mulut nakal, mulut enggak ada sopan santun nya," ucap Siska menepuk-nepuk mulut nya dengan tangan kanannya.


Bayu hanya tersenyum tipis, melihat tingkah laku Siska yang menurut Bayu lucu.


" udah jangan di tepuk melulu tuh bibir nanti Jontor lagi" ucap Bayu dingin, Siska pun menghentikan kegiatan nya.


" hehe iya pak" cengir Siska.


"kamu mau pesan apa?" tanya Bayu sembari membolak-balik daftar menu yang ada ditangan nya.


" enggak usah pak, nanti merepotkan bapak lagi?" tolak Siska merasa tak enak.


" loh kenapa saya enggak merasa direpotkan kok, lah orang yang bayar masing-masing kok, untuk apa repot" ucap Bayu santai, mendengar jawaban dari Bayu, sontak Siska menatap tak percaya wajah tampan dihadapan nya itu.

__ADS_1


"ck, saya kira mau di traktir ternyata disuruh bayar sendiri-sendiri," lirih Siska dengan suara pelan, yang hampir tak terdengar oleh Bayu.


Bayu hanya mengulum senyum saat melihat ekspresi Siska yang terlihat kesal.


__ADS_2