
Raisa memasuki kamar, dan melirik seisi ruangan namun tak menemukan sosok Arsya, Raisa melangkahkan kaki menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang itu, ia menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong, pikiran nya kembali teringat tentang perkataan Tika waktu dimobil tadi.
Arsya orang yang telah dikhianati oleh Tika apakah Arsya suaminya atau Arsya yang lain diluaran sana, entahlah yang pasti saat ini Raisa benar-benar bingung.
Pikiran nya selalu berkecamuk kearah sana, apalagi ia melihat betapa besarnya Tika mencintai Arsya pacar yang telah ia sia-siakan itu, Raisa menghembuskan nafas panjang, ia bingung dengan semua ini.
Arsya memasuki kamar, dan menatap bingung Raisa yang tengah rebahansembari menatap langit-langit kamar. Dilangkahkan nya kaki menghampiri Raisa.
" dek?" panggil Arsya lembut saat telah berada disamping ranjang, Raisa yang tengah melamun pun tidak mendengar nya.
" dek?" panggil Arsya lagi, namun masih sama Raisa masih asyik dengan pikiran-pikiran nya.
" Dek?" panggil Arsya lagi dengan suara agak tinggi, sontak membuat Raisa terkejut dan terdasar dari lamunannya.
" haisss, Abang apaan sih? loh kok Abang udah disini aja kapan masuknya?" ucap Raisa kaget, Arsya hanya menatap bingung Raisa.
" apaan sih, apaan sih? kamu tuh yang apaan? ya jelaslah kamu enggak tau orang kamu lagi sibuk melamun kok, mana tau kamu Abang masuk, Abang pulang pun kamu enggak tau, emangnya melamunin apaan sih?" Arsya duduk dipinggir ranjang, Raisa pun bangkit dari rebahan nya dan duduk disamping Arsya.
"hehe, maaf bang" ucap Raisa cengengesan, Arsya mengusap gemas puncak kepala Raisa.
"Eh Abang nanya loh tadi kamu lagi ngelamunin apa sih sampe suami kamu yang tampan dan rupawan ini pulang enggak tau?" Ucap Arsya mencubit gemas pipi Raisa.
" enggak melamunin apa-apa kok bang?" ucap Raisa cepat, Arsya menatap intens Raisa, Raisa Langsung membuang muka agar Arsya tak bisa melihat matanya kalau saat ini ia sedang berbohong.
"beneran?" tanya Arsya singkat, ia tidak yakin pasalnya Arsya tau bahwa Raisa adalah tipe orang yang sangat sulit untuk berbohong.
" iya bener" Ucap Raisa tersenyum manis berusaha untuk menutupi kegugupannya, agar Arsya tidak curiga padanya.
" oh, oke" ucap Arsya singkat dan beranjak dari ranjang, Raisa yang melihatnya pun langsung memegang tangan Arsya erat, karena pikir Raisa bahwa Arsya akan pergi karena Raisa tidak berkata jujur.
Arsya menatap Raisa dengan alis terangkat sebelah, ia bingung kenapa tiba-tiba Raisa mencekal lengan nya, padahal kan ia ingin kekamar mandi untuk bersih-bersih.
__ADS_1
"Abang mau kemana? jangan pergi" tanya Raisa lembut, Arsya mengerutkan dahi bingung mendengar ucapan Raisa.
" ke kamar mandi, mau bersih-bersih diri, kenapa kamu mau ikut?" ucap Arsya jujur.
"Enggak, lagian siapa juga yang mau ikut, usah sana kalau mau mandi cepatan sana bau tau" Riasa menutup hidung, Arsya tersenyum smirk dan mendekati Raisa, dengan gerakan cepat Arsya mengangkat tubuh Raisa ala bridal style, Raisa yang tiba-tiba digendong oleh Arsya pun terjengkit kaget, Arsya melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
" Abang apaan sih turunin Raisa" Raisa meronta-ronta untuk diturunkan namun Arsya tak menggubrisnya, dan mempercepat langkahnya.
" Abang turunin Raisa, katanya Abang mau mandi?" ucap Raisa, Arsya tersenyum tipis dan mencium lembut kening Raisa.
" ssstttttt, diam ini Abang juga mau mandi tau" Ucap Arsya tersenyum miring dan menurunkan tubuh Raisa saat ia telah sampai didalam kamar mandi.
" lah terus kalo mau mandi kan tinggal mandi, kenapa Abang bawa Raisa kesini, lagian Raisa belum mau mandi tau" Raisa menatap bingung Arsya, yang ditatap pun hanya santui saja.
"ya Abang mau nya kita mandi berdua" ucap Arsya santai, Raisa langsung mendelik tak percaya.
" apa mandi berdua, maksudnya Raisa dan Abang mandi bareng gitu?" tanya Raisa menunjuk dirinya sendiri, Arsya mengangguk cepat dan tersenyum tipis.
"ya iyalah kamu terus sama siapa lagi sayang" Arsya mengacak gemas rambut Raisa.
Raisa memberengut kesal, Arsya yang melihatnya hanya tersenyum simpul dan mulai memercikan air kepada Raisa.
" ahh, Abang apaan sih kan jadi basah" Raisa berusaha menghindar separuh bajunya telah basah akibat ulah Arsya.
" lah kan kita mau mandi bareng dek" Arsya mendekati Raisa dan.
byurrrrr...
Arsya mengguyurkan air kearah dirinya dan Raisa, menggunakan shower, Raisa yang sedang kesal pun terkejut.
" ihhh Abang ngeselin" teriak Raisa kesal, namun tak dihiraukan Arsya ia terus mengguyur tubuhnya dan Raisa dengan air.
__ADS_1
Dilain tempat Anak buah Bayu sedang mengintrogasi Dimas sekaligus memberikan pelajaran untuknya.
" lepasin gue, kalian tidak tau siapa gue hah,? sebenarnya siapa sih yang udah nyuruh kalian buat nangkep gue? gue enggak punya urusan sama Lo Lo pada, cepat lepasin gue keparat" Dimas terus meronta-ronta untuk dilepaskan, namun usahanya sia-sia.
" cepat bilang siapa yang sudah menyuruh kalian bego, cepat bilang akan gue habisi tuh orang, kalian ini pada bego apa, cepat lepasin gue, kalian enggak dengar, woii bego cepat lepasin gue, awas aja kalian ya, akan gue habisin Lo Lo pada" teriak Dimas geram, ia terus berusaha untuk melepaskan diri.
Bunyi suara sepatu pantofel memecah keheningan ruangan yang gelap itu, Dimas pun sontak menghentikan aktivitasnya, ia menatap dalam orang sedang berjalan mendekat kearah nya.
" Bagaimana apakah ia sudah mengakui perbuatannya?" tanya Bayu datar menatap dingin kearah anak buahnya.
" belum bos dia tidak mau mengaku, dari tadi dia berontak terus bos" jawab salah satu anak buahnya, Bayu menatap kearah Dimas dan tersenyum sinis.
Bayu mendekati Dimas dan menatap tajam Dimas, Dimas yang ditatap Bayu tajam pun bukan nya takut ia malah tersenyum licik.
"udah ngaku aja Lo apa susah nya sih" ucap Bayu datar, Dimas tersenyum sinis.
"cih sampai kapan pun gue enggak akan ngaku, " ucap Dimas membuang kasar ludahnya.
Bayu tersenyum miring, dan memegang kuat bahu Dimas, sehingga Dimas meringis kesakitan.
"gue mau tau seberapa besar nyali Lo, seberapa kuat tubuh Lo, saat anak buah gue menghajar Lo" Bayu tersenyum smirk dan melepaskan cengkraman nya.
"dasar Lo pengecut, beraninya nyuruh anak buah, kalo Lo jago dan hebat ayo kita one by one" tantang Dimas marah, Bayu hanya diam dan berlalu mendekati anak buahnya.
" terserah mau kalian apakan dia, jika perlu kalian cincang-cincang saja bagian tubuh nya dan berikan pada ikan hiu yang ada dilaut, ya hitung-hitung kita bersedekah untuk mereka" ucap Bayu santai, semua anak buahnya mengangguk paham.
Dimas yang mendengar kan perkataan Bayu seketika menjadi ciut, menurut nya Bayu benar-benar kejam, yang benar saja Bayu mau menjadikan ia sebagai makanan hiu.
" tidak tolong jangan lakukan itu, gue mohon, oke gue ngaku gue yang udah nyebarin berita bohong itu, gue mohon maafin gue, gue mohon lepasin gue, gue masih mau hidup, gue mohon" teriak Dimas ketakutan, Bayu yang mendengar Dimas memohon pun hanya diam dan tersenyum miring, siasatnya untuk membuat Dimas mengaku pun akhirnya berhasil.
" oke gue enggak akan lakuin itu semua" ucap Bayu dingin, Dimas yang mendengar nya pun tersenyum senang.
__ADS_1
" namun Lo enggak akan pernah bisa bebas dari gue" lanjut Bayu tersenyum sinis, senyum senang yang menghiasi wajah Dimas seketika pudar.
"Jay, beri dia pelajaran biar dia kapok dan tidak menyebar berita fitnah lagi, orang kayak gini mesti harus diberikan pelajaran, selamat bermain-main" Bayu meninggalkan ruangan itu, anak buah Bayu pun langsung mendekat kearah Dimas dan memberikan pelajaran untuknya.