Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 64


__ADS_3

"Kita mau kemana sih pak" tanya Siska, ia berjalan seperti orang berlari karena langkah kaki Bayu yang besar.


"bisa diam tidak, mau tuh mulut saya jahit" ucap Bayu datar, Siska menganggukan kecil dan menutup rapat mulutnya.


Setibanya didekat mobil Bayu langsung membuka pintu dan menyuruh Siska untuk masuk.


" cepat masuk" ucap Bayu dingin, Siska awalnya ragu namun melihat mata Bayu yang mendelik tajam membuat nyali Siska menciut dan segera masuk kedalam mobil.


Setelah Siska masuk Bayu menutup pintu mobilnya dan melangkahkan kaki menuju pintu mobil disebelah kirinya.


Bayu mengemudikan mobilnya meninggalkan cafe tersebut , Bayu melirik Siska yang sedang memandang keluar jendela, Siska yang biasanya bar-bar pun menjadi pendiam seperti ini.


" ehem" dehem Bayu berusaha mencairkan suasana yang tegang seperti ini.


Siska menoleh sekilas menghadap Bayu


" bapak kenapa batuk?" tanya Siska polos, Bayu menggeleng.


" lah terus kenapa? haus?" tanya Siska lagi, lagi-lagi Bayu hanya menggeleng.


" ck, bapak kenapa geleng-geleng kepala terus, bapak mau main geleng-geleng sapi?" tanya Siska mencebikan bibirnya kesal, Bayu tersenyum tipis melihat ekspresi Siska yang kesal entah kenapa setiap kali melihat Siska kesal menjadi hiburan tersendiri bagi nya.


cieee Bayu awas loh jatuh cinta sama Siska, makan omongan sendiri deng ckckck.


Siska pun kembali fokus keluar jendela, air matanya luruh tanpa diminta, hatinya terasa sangat sakit, Bayu yang melirik Siska melalui ekor matanya pun hanya bisa menghela nafas berat.


" udah enggak usah ditangisin lagi tuh cowok brengsek, buang-buang air mata kamu aja, lagian seganteng apanya sih tuh cowok, gantengan saya lagi" ujar Bayu berusaha menghibur Siska, Siska hanya diam tak merespon.


Melihat tak ada respon dari Siska pun Bayu hanya diam dan kembali fokus pada jalanan.


Dikediaman Widiansyah, Raisa sedang asyik menikmati kue yang dibuat oleh bi Sumi.

__ADS_1


"wah kue buatan bi Sumi emang mantul, pokoknya enggak kalah jauh deh sama kue yang ada di toko-toko, lain waktu ajarin Raisa ya bi cara bikinnya" ucap Raisa sembari melahap kue ditangannya.


" iya non siap atuh" ucap bi Sumi tersenyum manis.


" wah lagi makan kue, mau dong" Arsya mengambil kue yang ada ditangan Raisa.


" ih, Abang apaan sih itu kan punya Raisa?" ucap Raisa kesal.


" ya elah tiban makan kue aja" ucap Arsya santai.


" tapi kan itu kue aku bang, lagian tuh dipiring masih banyak" ketus Raisa kesal, Arsya yang melihat Raisa kesal pun hanya terkekeh geli.


Raisa pun bangkit dari duduknya dan membawa piring yang berisi kue tersebut.


" eh mau kemana" Arsya menahan tangan Raisa.


" mau nonton tv, sinetron kesayangan aku dan bi Sumi udah tayang" Raisa melangkah kan kakinya dan melepaskan cekalan tangan Raisa.


Raisa dan bi Sumi telah stan bye di ruang keluarga untuk menyaksikan sinetron kesayangan mereka.


Arsya melangkahkan kakinya menghampiri Raisa dan menghempaskan bobot tubuhnya dikursi samping Raisa dengan ekspresi kesal.


Riasa tak menghiraukan Arsya ia hanya fokus pada tayangan sinetron kesayangan nya itu, sesekali menyuapkan kue kedalam mulutnya.


Arsya melirik Raisa, ia terlihat kesal karena Raisa tak menghiraukannya dan lebih memilih menonton sinetron itu.


Arsya mengambil remot tv yang ada diatas meja, dan mengganti channel tv, setalah ia pun menyembunyikan remot tv itu dan berpura-pura tidak tahu


" loh kok Chanel nya diganti" gumam Raisa pada dirinya sendiri, ia melirik tajam kearah Arsya.


" apa?" ucap Arsya datar, Raisa memicingkan matanya menatap intens Arsya, Arsya berusaha bersikap sesantai mungkin agar tidak ketahuan.

__ADS_1


" abangkan yang ganti channel tv nya? cepat ganti lagi ke channel sebelumnya" ucap Raisa penuh penekanan.


" apaan sih dek, nuduh orang enggak jelas, emang ada bukti nya" Arsya menaikan turunkan alisnya, Raisa memandang kesal Arsya.


"udah deh enggak usah ngeles, Raisa tau kok Abang yang ganti channel nya, terus tuh remot tv nya Abang sembunyiin dibalik baju abangkan" tebak Raisa, Arsya yang mendengar nya pun menjadi tegang.


"kenapa dia bisa tau ya" gumam Arsya lirih menggaruk kepala yang tidak gatal.


" kenapa? bener kan?" tanya Raisa tersenyum miring saat melihat ekspresi Arsya yang tegang.


" eng..enggak kok enggak bener tuh" Arsya masih berusaha berkilah meskipun apa yang dikatakan oleh Raisa benar.


" heleh, mau ngeles lagi" cibir Raisa


" ngaku aja kali, awas kalo Abang enggak ngaku jangan harap malam ini dapat jatah" ancam Raisa tersenyum miring, Arsya menoleh cepat mengahadap Raisa dengan ekspresi terkejut.


" kamu becanda kan dek?" tanya Arsya tak percaya.


" enggak lah Raisa seriusan tau" ucap Raisa dengan santai sembari memasukkan sepotong kue kedalam mulutnya.


" jangan gitu dong dek, masa malam ini Abang enggak dapat jatah, kemarin-kemarin kan enggak masa malam ini enggak juga" lirih Arsya dengan ekspresi wajah sedihnya yang dibuat-buat.


" bodo amet, selagi Abang enggak mau jujur jangan harap dapat jatah" ucap Raisa, Arsya menatap Raisa tak percaya.


" yaudah deh Abang ngaku, emang Abang yang udah ganti channel nya". ucap Arsya pada akhirnya ia mengaku juga.


" tapi malam ini tetap dapat jatah kan dek?" tanya Arsya dengan mata berbinar.


"iya" ucap Raisa datar, dan kembali fokus pada sinetron kesayangan nya.


" yes" ucap Arsya bersemangat, bi Sumi yang melihat kelakuan pasangan suami istri muda itu hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2