
Vop Siska.
Seorang wanita paruh baya yang terlihat masih cantik dengan pakaian muslimah, sedang kesusahan saat membawa barang belanjaan yang begitu banyak, awalnya saya hanya memperhatikan nya saja, namun saat saya hendak melangkahkan kaki untuk pulang dari pusat perbelanjaan itu, tiba-tiba..
" astaghfirullah Ya Allah" teriak ibu tadi, saya pun menoleh kearah ibu tersebut, dan betapa terkejutnya saya saat melihat belanjaan yang di pegang oleh ibu itu berhamburan dijalanan, akhirnya saya pun melangkahkan kaki mendekat kearah beliau.
" Ya Allah, ini kenapa Tante kok bisa berantakan kayak gini?" tanya saya dan mulai membantu beliau untuk menata kembali barang belanjaan nya yang telah berceceran dijalan.
"iya nak tiba-tiba saya merasa pusing, dan tiba-tiba belanjaan yang ada ditangan saya jadi berantakan begini" ucap beliau dengan senyuman tipis.
" Oalah, kalo masih pusing istirahat aja Tante, biar saya yang merapikan semuanya " ujarku kepada wanita yang ku tafsir umur nya sekitar 52 tahunan itu.
"jangan nak, Tante enggak mau merepotkan kamu" tolak wanita paruh baya itu yang bernama Ika dengan halus.
" udah enggak apa-apa Tante, nah sekarang Tante duduk aja disana biar saya rapi kan ini dulu" ucap ku menunjuk bangku yang ada didekat kami itu, beliau pun tersenyum tipis dan mulai duduk.
Setelah semuanya selesai saya pun menghampiri ibu tadi.
" ini Tante belanjaan nya" ucapku sembari menyerahkan belanjaan nya.
" Oalah makasih banyak ya, nama kamu siapa cantik?" tanya mama Ika, dengan senyuman manis.
" Siska Tante" ucap ku tersenyum tipis.
" nama yang cantik persis kayak orang nya cantik di wajah dan cantik dihati" puji mama Ika.
" hehe, Tante bisa aja" ucap ku malu-malu karena dipuji.
" ohya Tante mau pulang?" tanya ku
" iya, kamu juga mau pulang?" tanya nya balik, saya pun mengangguk kecil.
" ya udah bareng Tante aja, ya sekalian mampir kerumah Tante gimana?" tanya mama Ika penuh harap.
__ADS_1
" emmm, gimana ya Tante?" jawab saya bingung,
" ayolah, sebagai ucapan terima kasih saya" ucap mama Ika, akhirnya saya pun menyetujui perkataan beliau, kami pun berjalan bersama menuju parkiran dimana sopir beliau telah menunggu.
Di dalam mobil kami berbincang ria, sesekali tertawa karena hal lucu.
Ternyata wanita paruh baya yang baru saya ketahui bernama Ika itu, ternyata memiliki hobi yang sama dengan saya yaitu memasak.
" jadi Tante suka masak juga?" tanya saya dengan mata berbinar.
" iya saya sangat suka memasak, kamu juga suka masak?" tanya mama Ika balik.
" iya Tante " jawab saya dengan senyuman tipis.
" wahhh berarti hobi kita sama dong, gimana kalo kita langsung kerumah aja, kita masak-masak gimana?" tawar mama Ika,
"emmm gimana ya Tante?" jawab saya ragu
" ayoklah, Tante pengen nyobain masak bareng kamu, kapan lagi masak nya berdua selama ini Tante selalu masak sendirian " ucap mama Ika penuh harap, akhirnya saya pun mengiyakannya ucapan wanita paruh baya tersebut. Mama Ika pun langsung tersenyum manis.
Mobil pun berhenti tepat di halaman rumah megah berlantai dua yang mendominasi warna cream itu, mata ini menatap takjub bangunan megah di depan mata ini, rasanya sangat besar dan megah.
" yuk masuk" ajak mama Ika menepuk pundak ini lembut, saya pun mengangguk kecil dan berjalan mengekor dibelakang wanita paruh baya ini.
Saat memasuki rumah ini mata ini rasa nya sangat terpaku dengan semua desain dan interior rumah ini, bahkan mulut ini tak berhenti berdecak kagum atas semua nya.
" wahhh rumah nya bagus banget Tante, megah" ucap ku jujur, ya meskipun terdengar sedikit kampungan sih, tapi jujur baru kali ini saya melihat rumah yang megah dan mewah ini.
"kamu suka?" tanya mama Ika tersenyum tipis,
" iya Tante, kapan ya saya bisa punya rumah seperti ini? akhhh kayak nya saya mimpi deh Tante ngomong nya ngawur hehe" ucap ku dengan cengiran.
"ya kita kan enggak tau, bisa jadi suatu saat kamu juga bisa punya rumah kayak gini, malahan lebih dari ini Siska" ucap mama Ika berjalan menuju dapur.
__ADS_1
" Ohya Tante ini mau di letakkan dimana?" tanya ku sembari menunjukkan barang belanjaan nya.
"taruh di atas meja aja sayang, nanti bi Inem yang akan merapikan semuanya" jawab mama Ika, aku pun meletakkan barang-barang tersebut ke atas meja.
" ohya Tante tinggal sendirian? kok sepi ya?" tanya ku sesopan mungkin.
" Tante tinggal berdua sama anak Tante" jawab mama Ika duduk di kursi.
" sini sayang duduk disini?" mama Ika menepuk kursi yang ada disampingnya itu, aku pun menurut dan mendudukkan tubuh disampingnya.
"cuma berdua? dirumah semegah ini Tante?" tanya ku lagi
" iya, kenapa kamu mau ikut tinggal disini juga?" tanya mama Ika tersenyum tipis.
" hehe, enggak Tan" cengirku.
"gimana kalo kamu jadi menantu Tante aja Siska, jadi kamu bisa tinggal disini deh nemenin saya tiap hari, kita masak bareng hehe " ucap mama Ika yang membuat ku bingung
" menantu" ucap ku mengulang kata itu.
" iya Tante punya anak laki-laki, dia masih single loh" ucap mama Ika.
" hehe, nanti anak Tante enggak mau lagi sama saya" ucap ku
" lahh pasti mau lah, kamu kan cantik, baik hati lagi, saya aja langsung suka sama kamu walaupun kita baru ketemu " ucap mama Ika, aku pun langsung tersenyum tipis saat mendengar pujian dari wanita paruh baya tersebut.
"hehe Tante bisa aja" ucap ku tersenyum malu.
"lahhh emang bener kok, malahan Tante pengen nya punya menantu kayak kamu loh"
" yang bener Tante, ?" tanya ku tak percaya.
" iya, Tante rasa udah nyerah setiap disuruh menikah anak Tante ada aja alasan nya, malahan ni ya semua perempuan cantik-cantik yang Tante rekomendasi kan pun ditolak semua, bahkan belum sempat ketemu loh, baru di liatin foto nya aja, dia nya malah bilang enggak mau, gimana Tante enggak pusing, Tante kan udah kepengen banget punya menantu dan cucu. Melihat teman-teman Tante aja udah pada banyak cucu nya." ucap mama Ika dengan senyuman kecut diwajah nya.
__ADS_1
"sebenarnya saya juga ingin sekali menikah Tante, siapa sih yang enggak mau menikah Tante, tapi ya itu tadi Tante calon nya aja belum punya gimana mau nikah hehe" ucap Siska disertai cengiran kecil, yang membuat mama Ika tersenyum manis.