
Bayu terus berkeliling gudang tersebut namun ia tak menemukan titik keberadaan Raisa dimana, Bayu pun juga bingung Arsya juga tidak ada padahal ia dan Arsya hanya berpisah disekitar gudang ini.
Bayu mendadak bingung ia berusa mencari keberadaan Arsya dan Raisa, Bayu menghubungi gawai Arsya namun nihil tak ada jawaban.
"pak Arsya" Bayu berteriak memanggil nama sang boss namun tak ada jawaban.
" bapak dimana?" teriak Bayu lagi.
Merasa ada yang tidak beres Bayu pun menyusuri semua ruangan yang ada didalam gudang tersebut.
Bayu memasuki satu persatu ruangan tersebut namun nihil tak ada titik terang mengenai keberadaan Arsya maupun Raisa.
Langkah Bayu terhenti didepan ruangan yang berada bagian belakang gudang, dengan berhati-hati Bayu melangkahkan kaki nya secara perlahan menuju tempat tersebut.
" apa mungkin pak Arsya dan Bu Raisa ada didalam sini?" gumam Bayu pada dirinya sendiri, ia hendak mengapai handle pintu namun ia urungkan, karena mendengar suara orang yang sangat ia kenal, iya itu suara Arsya.
"astaga itu suara pak Arsya, iya bener itu suara pak Arsya" ucap Bayu dengan penuh keberanian Bayu membuka pintu tersebut dan tampak lah Arsya yang sedang terluka dan Raisa yang sedang menangis.
" pak Arsya, buk Raisa!!!" teriak Bayu khawatir, ia melangkahkan kakinya hendak menghampiri Arsya dan Raisa namun dengan cepat anak buah Tika mencegat Bayu.
" siapa kamu?" tanya anak buah Tika dengan tatapan tajam.
"tidak penting siapa saya, cepat lepas kan buk Raisa dan pak Arsya" jawab Bayu lantang, anak buah Tika hanya tersenyum tipis.
" cih berani sekali kamu, kamu kira kamu siapa main perintah kita? kamu belum tau siapa kita hah?" teriak anak buah Tika yang berkepala plontos.
Bayu tersenyum miring ia tak takut kepada orang-orang itu, meskipun ia sendirian pun tak ada kamus takut dalam hidup Bayu.
"enggak penting bagi saya siapa kalian, kalian itu hanya orang-orang bodoh yang mau diperalat oleh wanita iblis itu" berang Bayu menunjuk kearah Tika.
Tika yang mendengar Bayu menyebut nya wanita iblis pun menjadi geram berani sekali seorang asisten pribadi berbicara seperti itu kepada nya dia pikir dia siapa pikir Tika.
" heh kamu enggak usah belagu cuma asisten aja kok sombong, udah hajar aja dia jika perlu kalian habisi tuh manusia sombong" teriak Tika, anak buah Tika mengangguk cepat dan mulai menyerang Bayu.
Bayu pun dengan sigap menghindari serangan demi serangan yang diberikan anak buah Tika, Bayu cukup kesulitan mengatasi anak buah Tika karena ia hanya sendirian sedangkan anak buah Tika ada 5 orang, ya bayangkan saja kalian mana mungkin 1 lawan 5 bisa menang.
Bayu melayangkan pukulan satu persatu kepada anak buah Tika, Saat anak buah Tika telah terjatuh semua Bayu yang tak sigap pun mendapatkan pukulan dikepala nya, ya anak buah Tika yang bernama Jodi itu memukul kepala Bayu dari belakang sehingga Bayu terhuyung kedepan.
Disaat itu pun anak buah Tika bertubi-tubi menghajar Bayu, Arsya yang melihat Bayu dikeroyok oleh 5 orang itu pun menjadi geram, ia pun bangkit dan berjalan kearah Bayu.
__ADS_1
Arsya melayangkan bugeman di wajah Jodi, tak dihiraukannya rasa sakit di sekujur tubuh nya, darah terus mengalir dikening Arsya.
Arsya mengerahkan seluruh tenaga nya untuk menghajar anak buah Tika, Bayu pun juga tak mau kalah, ia mengerahkan seluruh tenaga nya meskipun kepalanya masih sangat sakit.
Raisa yang melihat Arsya dan Bayu berkelahi pun hanya bisa berdoa semoga Arsya dan Bayu baik-baik saja dan dilindungi oleh Allah.
Tika yang melihat Arsya kembali menghajar anak buahnya pun menjadi sangat kesal dan marah, bagaimana bisa Arsya kembali berkelahi disaat ia sedang terluka begitu.
" bang Arsya awas!!!" teriak Raisa saat melihat Jodi hendak memukul Arsya dengan tongkat besi, Arsya pun dengan cepat menghindar.
Anak buah Tika bertubi-tubi melakukan penyerangan terhadap Arsya, namun dengan cepat Arsya menepis nya dan menghindar.
Bayu pun juga tak mau kalah ia memukul secara bertubi-tubi anak buah Tika hingga jatuh terjengkang.
Arsya dan Bayu terus melakukan pukulan bertubi-tubi terhadap anak buah Tika, Tika yang melihat anak buahnya satu persatu mulai tumbang pun membulatkan matanya sempurna.
"haiiss, kalian ini kenapa kok pada jatuh cepat bangkit, heii kamu cepat berdiri pukul mereka hajar mereka tapi jangan sampai melukai Arsya" teriak Tika geram, Anak buah Tika pun satu persatu mulai bangkit dan berdiri.
Arsya yang melihat anak buah Tika pun menoleh kebelakang, anak buah Tika satu persatu maju untuk memukul Arsya.
Arsya mengepal kan tangan nya erat, saat ini emosi telah membara didalam jiwa nya.
Tika tersenyum tipis saat melihat anak buahnya yang telah bangkit lagi, Tika melirik kearah Raisa yang sedang berdiri tak jauh dari nya, Tika melangkahkan kakinya menghampiri Raisa.
Tika memegang geram bahu Raisa, Raisa menoleh kesamping tampak Tika yang tersenyum smirk.
" mau apa kamu?" ketus Raisa
"ehh, kau sewot sih biasa aja kali saya enggak akan celakain kamu kok tenang aja" Tika mengusap kasar bahu Raisa.
Raisa mundur secara perlahan, ia takut Tika akan mencelakai nya, Tika yang melihat Raisa terus melangkah mundur pun juga ikut mundur.
"kenapa?" tanya Tika memiringkan kepalanya menatap wajah Raisa, Raisa membuang muka nya kesembarang arah.
"ck, dasar ****** kecil" umpat Tika, Raisa langsung menoleh, Tika tersenyum tipis.
" kenapa? memang benar kan?" ujar Tika, Raisa menatap tajam Tika.
"tolong ya mulut anda dijaga" ujar Raisa dingin, Tika hanya mencebikan bibirnya.
__ADS_1
Brakkk...
salah satu anak buah Tika terpental didekat Tika sontak membuat nya terkejut, ia melihat kedepan ia tercengang semua anak buahnya telah pingsan dilantai.
Tika menjadi tegang dan takut jika Arsya dan Bayu pasti akan menangkap nya dan menjebloskan nya kepenjara, tanpa berpikir panjang Tika mendorong Raisa sekuat tenaga.
Raisa terjatuh kelantai dengan posisi perutnya mengenai lantai.
" akhhh, bang Arsya!!!!" teriak Raisa
Arsya dan Bayu menoleh kebelakang, mereka tercengang melihat Raisa yang telah berdarah dilantai.
" Raisaaaaaa!!!" teriak Arsya ia berlari kearah Raisa, begitu pun dengan Bayu.
" Abang, sakit bangg akhh" Raisa memegang perutnya yang telah membesar itu, darah terus mengalir dari bawah, baju gamis berwarna dusty yang Raisa kenakan telah penuh oleh darah.
Arsya dengan segera menggendong tubuh Raisa keluar dari gudang tersebut, Bayu telah dulu keluar untuk mengambil mobil.
Dan Tika jangan tanya kan ia kemana, Tika telah kabur saat ia mendorong Raisa tadi.
" kamu yang kuat ya dek, kita kerumah sakit sekarang, In Sya Allah kamu dan anak kita baik-baik saja" Arsya mencium pucuk kepala Raisa, air mata Arsya mengalir membasahi pipinya ia tak tega melihat Raisa yang kesakitan seperti itu.
Dalam hati Arsya bersumpah jika terjadi apa-apa kepada anak dan istri nya ia pastikan Tika akan membalas semuanya, ia tidak akan pernah melepaskan Tika.
Riasa terus merintih menahan sakit yang teramat sangat itu, darah pun terus mengalir sampai-sampai baju kemeja Arsya pun juga ikut terkena darah.
Setelah berada diluar Arsya langsung menuju kearah mobil yang telah diambil oleh Bayu.
Bayu dengan cepat membukakan pintu untuk Arsya.
Dengan hati-hati Arsya membaringkan tubuh Raisa dikursi belakang setelah itu ia pun juga ikut duduk dikursi belakang.
Arsya meletakkan kepala Raisa dipangkuan nya, Arsya terus berdoa semoga anak dan istri nya baik-baik saja.
Bayu mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, rintihan Raisa membuat Bayu menjadi cemas.
" bang, Raisa udah enggak kuat lagi bang, maafin Raisa ya selama ini Raisa belum bisa jadi istri yang baik buat Abang, maafin Raisa yang selalu buat Abang kesal" lirih Raisa, Arsya menggeleng kecil air mata terus mengalir deras dipipi nya.
" kamu ngomong apa sih dek?" Arsya mengelus lembut pucuk kepala Raisa.
__ADS_1