
Mela dan Raisa memakan rujak tersebut dengan lahap, Arsya dan Rangga pun hanya diam memperhatikan mereka sembari menelan kasar air liur.
Melihat Mela yang memakan mangga muda yang menurut Rangga sangat lah asam itu, membuat Rangga ingin membuang jauh-jauh itu mangga, namun ia urungkan saat melihat binar di mata Mela yang terlihat sangat senang.
Sedangkan Arsya ia hanya melongo melihat Raisa yang terus melahap buah-buahan yang asam itu.
" Abang mau?" tawar Raisa ia terus memasukan rujak kedalam mulutnya, Arsya menggeleng cepat dan tersenyum getir.
'astaga tuh mulut udah kebel amet, gue aja yang liat jadi ngeri, pasti asam banget tuh, hiih jadi mau muntah gue liatnya, enggak makan nya aja gue bisa tau itu asem, apalagi sampai gue makan' gumam Arsya dalam hati sembari terus melihat Raisa yang semakin lahap menyantap rujak.
Rayen yang melihat mama nya dan Raisa yang pun hanya tersenyum kecut, ia pun ikut mencicipi rujak itu.
" ma, Rayen mau nyicip boleh?" tanya Rayen polos, Mela langsung mengangguk cepat dan menyuapkannya kedalam mulu Rayen.
Rayen menguyah rujak dan langsung memuntahkan nya, Raisa yang melihat Rayen pun hanya tersenyum tipis.
" huaaa, asem banget ma" Ucap Rayen meminum air mineral yang ada dihadapannya.
"enggak ah, malahan enak tau" jawab Mela santai tangannya dengan lincah memasukkan rujak kedalam mulutnya.
__ADS_1
"enak apaan sayang aku aja yang liatnya udah ngeri, huh pasti asem banget tuh" celetuk Rangga.
"iihh enggak mas, cobain deh enak loh" Mela hendak menyuapkan rujak kedalam mulut Rangga, namun dengan cepat Rangga berhasil menghindari nya.
" enggak usah sayang, kamu makan aja entar kurang loh" Rangga menggeleng cepat dan tersenyum tipis.
" ohya ya mas, ya udah aku habiskan enggak apa-apa kan?" ucap Mela santai, Rangga mengangguk cepat.
Setelah puas memakan rujak yang diinginkan, mereka semua melanjutkan perjalanan ketaman yang tak jauh dari rumah Arsya.
Setibanya di taman Rayen langsung melangkahkan kakinya bersama Mela dan Raisa menuju area bermain.
Rayen terlihat sangat senang suara tawa mereka bertiga terdengar sangat jelas di telinga Arsya dan Rangga.
"Lihat kak, mereka seperti nya bahagia sekali" Ucap Arsya memandang kearah mereka bertiga yang tengah asyik bermain.
"iya sya, kakak senang melihat mereka bisa tersenyum dan tertawa bahagia seperti ini, karena saat-saat inilah yang menjadi hal terindah dalam hidup kakak" Rangga memandang dalam pada ke tiga orang yang sangat ia sayangi itu.
"sya?" panggil Rangga, Arsya langsung melirik kearah kakak iparnya.
__ADS_1
" iya kak?" jawab Arsya.
" terima kasih ya" ucap Rangga tulus, Arsya mengerutkan dahinya bingung.
" terima kasih buat apa kak?" tanya Arsya bingung, Rangga tersenyum tipis.
" terima kasih sudah menjadi suami yang baik buat Raisa" Rangga memandang kearah sang adik.
"kak itu udah jadi kewajiban aku sebagai suami nya Raisa, untuk selalu berusaha membuat ia bahagia, dan sudah tugas aku juga agar selalu bisa melindungi nya, seharusnya aku yang berterima kasih pada kakak, karena kakak sudah merestui aku untuk menggantikan kakak sebagai pelindung Raisa, aku tau betapa sayangnya kakak terhadap Raisa" ucap Arsya tulus, Rangga yang mendengar penjelasan dari Arsya pun tersenyum simpul, ia bersyukur karena pilihan adiknya tidak salah.
"sya kakak percaya sama kamu, kamu pasti bisa menjaga dan melindungi Raisa lebih dari kakak, kakak hanya berharap semoga rumah tangga kalian selalu rukun dan damai" ucap Rangga tersenyum tipis, Arsya pun mengangguk kecil dan tersenyum tipis.
"Aamiin, makasih ya kak udah percaya sama Arsya, In Sya Allah Arsya akan selalu berusaha menjadi suami yang baik buat Raisa".
" bagi kakak Raisa merupakan adik kecil kakak, ya meskipun ia telah menikah dan sebentar lagi akan menjadi ibu, namun dimata kakak ia tetap lah adik kecil kakak yang selalu kakak jaga agar tidak ada yang bisa menyakiti nya termasuk kamu suaminya, kalau sampai kakak dengar kamu menyakiti hati Raisa kakak enggak akan segan-segan membuat perhitungan sama kamu, dan kakak pasti kan hidup kamu tidak akan pernah tenang" ucap Rangga penuh penegasan.
" In Sya Allah kak, Arsya tidak akan pernah menyakiti hati Raisa" ucap Arsya mantap, ia tersenyum tipis saat melihat Raisa yang tengah tertawa senang bersama Mela dan Rayen.
'abang janji dek, Abang akan selalu berusaha menjadi suami yang baik buat kamu, yang selalu melindungi kamu dan menjaga kamu, Abang akan selalu berusaha membuat kamu bahagia, dan Abang enggak akan menyakiti hati kamu, Abang janji dek'
__ADS_1