
"kakak yakin ni cuma satu hari aja nginep disini?" tanya Raisa, Rangga mengangguk kecil.
" iya dek" jawab Rangga singkat, Raisa hanya memasang wajah sendu nya dan tersenyum tipis.
"udah enggak usah sedih gitu, kamu sama Arsya kan bisa tuh kapan-kapan main ke Kalimantan" Rangga berusaha menghibur adiknya itu, Raisa hanya tersenyum tipis.
" iya Raisa bener tuh apa yang dibilang kakak kamu, lagian kalo ada waktu In Sha Allah kita akan berkunjung kesini lagi" ujar Mela tersenyum manis, Raisa pun mengangguk kecil.
"ya sudah kakak sekeluarga pamit dulu ya, ingat jangan sedih oke" Rangga mengacak-acak kepala adiknya itu.
"iya tapi janji loh kalo ada waktu kesini lagi" Raisa mengangkat jari kelingkingnya, Rangga pun dengan cepat menautkan jari kelingkingnya juga.
" iya, In Sha Allah kakak janji kalo ada waktu akan berkunjung kesini lagi" ucap Rangga memeluk erat tubuh Raisa.
"kak Mela jaga kesehatan ya, kalo kak Rangga nakal sama kak Mela bilang aja sama Raisa biar Raisa hukum oke" Riasa memeluk erat tubuh kakak ipar nya itu.
"emang nya kamu berani dek?" cibir Arsya, Raisa tersenyum tipis dan menggeleng kecil.
" enggak hehe" cengir Raisa, Rangga dan Arsya pun hanya memutar bola mata malas.
"iya dek, kamu juga ya jaga kesehatan, semoga lancar sampe lahiran ya" ucap Mela tulus, ia melepaskan pelukan nya dan cipika-cipiki dengan Raisa.
" iya kakak juga" Raisa tersenyum tipis, dan beralih menatap jagoan kesayangan itu.
__ADS_1
"Rayen, aunty pasti bakalan rindu banget sama Rayen" Raisa beralih memeluk tubuh sang keponakan dengan penuh kasih sayang, jujur saja rasanya Raisa tidak rela jika harus berpisah lagi dari sang keponakan.
" iya aunty, Rayen juga bakalan kangen banget sama aunty, aunty jangan nakal ya disini, aunty main-main ya nanti kerumah Rayen" ucap Rayen dengan mata berkaca-kaca, Raisa melepaskan pelukannya dan mengangguk kecil, diciumnya sang keponakan penuh kasih sayang.
"uncle, maafin Rayen ya udah buat uncle kesal" ucap Rayen, Arsya mensejajarkan tubuh nya dengan tubuh Rayen di usapnya kepada anak laki-laki yang berusia 7 tahun itu dengan lembut.
" iya jagoan uncle udah maafin kok" ucap Arsya tersenyum manis, Rayen pun langsung memeluk erat tubuh Arsya.
" uncle kapan-kapan ajak aunty main kerumah Rayen" lirih Rayen sesenggukan, ia tidak rela jika harus berpisah dengan aunty dan uncle kesayangan nya itu.
" iya jagoan pasti" jawab Arsya mencoba menghibur Rayen.
"yasudah kita pamit dulu ya assalamualaikum" ucap Rangga membuka taksi yang sudah ia pesan tadi.
Arsya yang melihat Raisa sendu pun tidak bisa berbuat apa-apa, ia tau Raisa tidak rela berpisah kembali dengan sang kakak, namun mau bagaimana lagi mereka berdua sudah memiliki kehidupan masing-masing.
" yuk dek kita masuk" Arsya merangkul mesra pundak Raisa, Raisa pun hanya mengangguk kecil dan melangkahkan kaki memasuki rumah.
Raisa mendudukkan tubuhnya disofa ruang keluarga, Arsya melangkahkan kakinya menuju dapur.
Sesampainya didapur Arsya langsung melancarkan aksinya untuk memasak makanan khusus untuk Raisa.
Arsya mengeluarkan bahan-bahan yang ia gunakan dari dalam kulkas, kali ini Arsya ingin membuat ayam crispy saus hitam.
__ADS_1
Selama 1 setengah jam Arsya berkutat didapur, akhirnya masakan nya selesai.
Arsya merapikan semua peralatan masak dan dapur terlebih dahulu, setelah semuanya selesai Arsya berjalan menuju meja makan dan mulai menghidangkan masakan nya.
Setelah semuanya dirasa siap dan sempurna, Arsya melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga dimana Raisa berada.
Arsya melihat Raisa tertidur disofa, ia tersenyum tipis dan berjalan mendekati istri nya itu, Arsya mengelus lembut pipi Raisa, ada gurat kesedihan diwajah cantik itu.
Arsya menghela nafas panjang, sebenarnya ia juga tidak tega melihat Raisa seperti ini, namun mau bagaimana lagi kakak ipar nya juga harus segera kembali ke Kalimantan untuk urusan pekerjaan nya.
Merasa ada yang menggangu tidurnya Raisa pun membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah Arsya yang sedang tersenyum manis didepannya.
"eh, Abang" Raisa bangkit dan duduk disofa, Arsya pun mendudukan tubuh nya disamping Raisa.
"ikut Abang yuk?" Arsya menggandeng tangan Raisa lembut.
" kemana?" tanya Raisa datar, Arsya tersenyum tipis
" ada deh, ikut aja" kekeh Arsya, Raisa pun harus mengikuti langkah Arsya.
Mereka berjalan menuju ruang makan, Raisa terkejut dengan pemandangan didepannya, suasana meja makan yang begitu romantis, matanya berbinar seketika, ia melirik Arsya, Arsya hanya tersenyum tipis dan mengangguk kecil.
"ini semua Abang yang siapin?" tanya Raisa dengan mata berbinar,
__ADS_1
" iya" ucap Arsya singkat, ia mencium punggung tangan Raisa menarik kursi yang ada dihadapannya untuk Raisa, Raisa mendudukkan tubuhnya dikursi tersebut, setelah itu Arsya pun juga ikut mendudukkan tubuhnya disamping Raisa.