
" Arsya, Arsya kamu itu nggak berubah ya dari dulu masih aja manjanya, nggak malu apa udah punya istri bentar lagi jadi ayah, mbok yak berubah toh kamu ini," ucap nek Uti sembari geleng-geleng kepala melihat tingkah Arsya.
Arsya pun hanya menyengir kuda, semua orang yang ada disitu pun hanya geleng-geleng kepala.
"gimana sya perusahaan lancar-lancar saja kan? atau ada masalah?" tanya papa Andre
" Alhamdulillah pa, lancar-lancar aja, ohya pa Minggu depan perusahaan kita akan memulai kerja sama dengan Star Group loh pa"
"Star Group? perusahaan dari Singapura itu ya" tanya papa Andre
" iya pa, doain semoga semuanya berjalan dengan lancar"
" iya nak pasti, papa bangga sama kamu sya semoga kamu semakin sukses ya" ucap papa Andre.
Semua yang ada disitu pun mengaminkan ucapan papa Andre.
Sekitar 30 menit mereka berbicara ria di ruang keluarga, waktu pun sudah menunjukkan pukul 11 siang, mama Maya dan Raisa pun pamit berlalu kedapur untuk memasak makan siang, karena Art dirumah nek Uti sedang izin untuk pulang kampung sementara karena anaknya sedang sakit.
" dek kamu mau kemana?" tanya Arsya
" bantuin mama lah bang untuk masak makan siang emangnya mau kemana lagi" jawab Raisa dan berlalu kedapur bersama mama Maya.
"Nek kak Rania mana, kan biasanya dia ada tuh disini?" tanya Arsya karena semenjak dia datang tidak melihat keberadaan kakak sepupu nya itu.
" oh, Rania sedang kerumah mertuanya yang lagi sakit" jawab nek Uti
"emang Kak Rania udah nikah nek?" bingung Arsya
" astaga ni anak sepupunya sendiri udah nikah kok masa lupa kan duluan kamu 2 bulan sya dari Rania nikahnya, gimana kamu ini kok bisa lupa gitu" ucap papa Andre yang merasa heran pada anaknya itu.
" hehehe, maaf pa Arsya lupa saking sibuknya" cengir Arsya, papa Andre pun hanya geleng-geleng kepala.
"nek emang kak Rania nggak tinggal disini lagi ya, kan dulu dia sendiri yang mau tinggal disini dari pada tinggal dirumahnya, katanya nggak mau ninggalin nenek sendirian?"
__ADS_1
"iya, kan kak Rania udah punya suami jadi ia harus ikut suaminya tinggal dirumah baru mereka, tapi seminggu sekali ia pasti kesini kok" jelas nek Uti.
" jadi nenek sendirian dong selama ini?"
" ya kamu kira nenek sama siapa lagi, selain Art dirumah ini, emang kamu mau nemenin nenek tinggal disini, kalau kamu mau nenek sih pasti senang banget?"
"nggak ah Arsya nggak mau nanti yang ada habis ni telinga Arsya nenek jewer terus, ntar kalo telinga Arsya putus gimana entar ketampanan Arsya yang tiada tara ini berkurang dong nek" ucap Arsya sembari memasang muka sok cool.
"idih tampan dari mana? muka dibawah standar aja bangganya minta ampun, dasar anak mama" ledek Rania yang baru saja tiba dengan suaminya dan bergabung bersama Arsya, papa Andre, dan nek Uti.
" emang aku tampan kok kak, bilang aja kalo kakak itu iri sama aku, kan secara diantara cucu nenek yang paling tampan cuma aku sendiri iya nggak nek?" ucap Arsya dengan bangga nya dan melirik kearah nek Uti, Nek Uti pun hanya tersenyum tipis menanggapi.
" iya paling tampan kan cuma kamu cucu laki-laki satu-satunya nek Uti, udah pasti ya kamu lah yang paling tampan diantara kakak, Mba Ike, dan Mbak Mila, ya kali mau saingan sama kita ya beda lah anak mama" kesal Rania.
"udah iri bilang aja, nyatanya nek Uti lebih sayang sama aku loh" bangga Arsya.
" idih iri sama anak mama sorry ye, buang-buang waktu aja?" ledek Rania
"emang aku anak mama Maya kok, bukan anak Tante Ratih" kesal Arsya.
"biarin, lagian Raisa aja nggak keberatan kok, jadi kenapa kak Rania yang sewot" kesal Arsya.
"idih kalo kakak jadi Raisa sih udah kakak penyet-penyet tuh kamu, dasar manja" jahil Raisa
" kak Reno, kurang beruntung sekali nasibmu kak, dapat bini kayak singa begini, ihh jadi ngeri " ucap Arsya bergidik ngeri.
" enak aja kamu bilang ya, gini-gini mas Reno beruntung tau punya istri kayak kakak" ucap Rania kesal.
" beruntung apanya rugi iya" ledek Arsya
"rasanya pengen kakak makan juga kamu sya, ngeselin banget jadi orang" kesal Raisa
"hahaha, siapa suruh buat aku kesal kak," ledek Arsya tertawa kecil.
__ADS_1
" kalian ini kalo ketemu pasti ada aja yang diributin, udah pada nikah masih aja kayak bocah" sela papa Andre
" Kak Rania duluan pa yang bikin Arsya kesal" adu Arsya.
" idih apaan sih kamu, dasar tukang ngadu anak bocil mama papa" ledek Rania, yang membuat Arsya semakin kesal
" aku bukan bocil lagi kak, huftt masih aja bilang aku bocil, kakak tuh yang bocil, kan tinggian aku dari kakak jadi yang pantas dibilang bocil itu kakak bukan aku" ledek Arsya yang membuat Rania kesal
"udah udah ini kenapa jadi pada adu mulut gini pusing tau nggak nenek dengar nya, lagian kamu sih Rania suka banget jahil sama Arsya, Arsya kamu juga seharusnya kalian itu saling akur ini nggak setiap ketemu kayak kucing dan anjing aja pusing nenek liat kalian adu mulut terus" tegas nek Uti, yang membuat Arsya dan Rania diam seketika.
" kamu udah lama sya disini?" tanya Reno suami Rania yang berusaha mengalihkan pembicaraan
" iya kak udah lama dari jam 9 tadi Arsya sampe, ohya kak Reno apa kabar?" ucap Arsya.
" Alhamdulillah kakak baik, gimana perusahaan kamu lancar aja kan, kata om Andre kamu sibuk banget jadi nggak bisa ikut bersama mereka."
"Alhamdulillah kak lancar, kakak sendiri gimana kerjaannya dirumah sakit lancar-lancar aja kan?" tanya Arsya balik.
" Alhamdulillah lancar kok sya, ohya Raisa dan Tante Maya mana kok nggak kelihatan?" tanya Reno
" ada lagi didapur masak untuk makan siang" jawab papa Andre.
"Oh, yaudah dek kamu kedapur aja bantu Raisa dan Tante Maya masak gih" perintah Reno kepada istrinya, Rania pun mengangguk patuh dan berlalu kedapur.
" gimana kak udah isi belum kak Rania?" tanya Arsya.
"Belum sya, mungkin belum rezeki" ucap Reno lirih.
" yang sabar ya kak, nanti kalo udah rezeki pasti dikasih oleh Allah kok, kan kakak nikah nya baru mungkin disuruh Allah kalian buat pacaran dulu kali ya menikmati masa berdua, tapi Arsya doain semoga kakak Rania cepat isi ya kak"
" aamiin makasih ya sya" jawab Reno.
Mereka pun berbincang dan tertawa bersama.
__ADS_1
Tak berapa lama Rania pun datang menghampiri dan memberi tahu bahwa makanan sudah siap, semuanya pun berlalu menuju meja makan, dan menikmati santap siang bersama.