Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 19


__ADS_3

Brakkk


Arsya melempar kan jas nya diatas tempat tidur, hari ini benar-benar membuat dirinya merasa bad mood, bagaimana tidak tiba-tiba Tika wanita yang tega mengkhianati nya dengan temannya sendiri datang kembali mengusik kehidupan nya.


" sial, kenapa gue harus ketemu lo lagi? kenapa? disaat gue udah bahagia Lo dengan gampang nya bilang mau kembali lagi sama gue" geram Arsya meninju dinding dihadapan nya.


Saat ini Arsya tengah berada didalam kamar nya dan Raisa, namun untungnya Raisa tidak ada dirumah karena Raisa dan mama nya Arsya sedang menginap dirumah nenek Arsya yang sedang sakit selama 2 Minggu.


Saat Arsya hendak melangkah ke kamar mandi, tiba-tiba hp nya berbunyi pertanda ada sebuah pesan masuk, ya ada sebuah notifikasi pesan melalui aplikasi berwarna hijau itu, yang tak lain pengirimnya adalah mantan Arsya, siapa lagi kalau bukan Tika.


Arsya pun membuka aplikasi tersebut dan membaca pesan yang dikirim oleh Tika.


["Arsya aku kangen banget sama kamu, kapan kita bisa ketemu, rasanya udah nggak sabar pengen peluk kamu deh, pasti kamu juga rindu kan sama aku, aku tau kamu masih mengharapkan aku, kamu kan cuma cinta nya sama aku, iya nggak? yaudah kalo gitu selamat istirahat sayang lofyou😘].


"cih, nggak sudi gue cinta sama lo, dasar wanita rendahan" Arsya pun langsung melemparkan gawai nya keatas tempat tidur dengan geram, saat ini dirinya benar-benar kesal, ia tidak habis pikir setelah 3 tahun berlalu tiba-tiba wanita itu datang lagi mengusik kehidupan nya.


Arsya pun kembali melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Setelah beberapa menit Arsya keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar, tidak kusut lagi seperti tadi.


Ia pun mengambil gawai nya yang tergeletak begitu saja di ranjang hendak menghubungi Raisa, namun tiba-tiba Arsya dikejutkan dengan pesan yang dikirim oleh Tika lagi.


[" sya, ketemuan yuk? aku rindu, ayolah sya, katanya kamu cinta sama aku, aku tunggu loh syah dicafe brilian, by by Arsya sampai ketemu"]


Setelah membaca pesan tersebut jari tangan Arsya dengan lincahnya mengetik sesuatu dan langsung dikirim ke nomor Tika.


["lo ini nggak ada kerjaan lain apa ganggu hidup gue aja? udah gue bilang jangan ganggu kehidupan gue lagi, jangan lagi datang kehadapan gue, gue muak liat muka lo, dasar pengkhianat, wanita rendahan"] balas Arsya.

__ADS_1


Saat ini Arsya benar-benar kacau, kedatangan Tika kembali bisa jadi bumerang dalam rumah tangga nya dan Raisa, pasalnya Arsya nggak pernah ngasih tau barang sedikit pun tentang masa lalu nya bersama Tika, karena bagi Raisa masa lalu adalah hal yang telah berlalu, dan masa lalu tidak patut lagi untuk dikenang sepanjang hidup, tapi lebih tepatnya dijadikan pelajaran untuk menata hidup dikemudian hari.


Jadi Raisa nggak mau terlalu dalam mengorek masa lalu seseorang apalagi Arsya, karena bagi Raisa setiap orang punya masa lalu.


"kayak nya gue harus ketemu deh sama dia? ya gue harus ngomong baik-baik sama dia, siapa tau Tika akan ngerti dan nggak ganggu hidup gue lagi, apalagi Raisa Karena dia tidak tau apa-apa" gumam Arsya sembari menatap langit-langit kamar nya, karena saat ini Arsya sedang berbaring diatas ranjang nya.


Kemudian Arsya pun bergegas mengambil kunci mobil nya yang ada diatas nakas, dan melangkah keluar kamar, dengan langkah terburu-buru menuruni anak tangga.


Setelah sampai didepan Arsya langsung masuk kedalam mobilnya dan langsung menancap gas menuju Caffe Brilian yang tadi dibilang oleh Tika.


Arsya mengemudikan mobilnya dengan cepat, karena ia sudah tidak sabar ingin menemui Tika, dan bisa berbicara baik-baik pada wanita itu, ia harap Tika dapat menerima ajakannya dengan baik.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit Arsya sampai ditempat yang ia dituju.


Ia pun keluar dari mobilnya dan langsung melangkahkan kakinya memasuki tempat tersebut.


Arsya pun melangkahkan kakinya menuju kearah Tika, tanpa Arsya sadari Tika sudah melambai-lambaikan tangannya, Asrya pun langsung mempercepat langkahnya.


" hai sya, akhirnya kamu datang juga, aku kira kamu nggak bakalan datang sayang, aku senang banget deh akhirnya kamu mau datang buat nemuin aku" ucap Tika dengan senyuman mengembang yang menghiasi wajah cantiknya.


Arsya pun hanya diam bergeming dan menatap Tika dengan jengah, kemudian menarik kursi yang ada didepan Tika dan mendidik bokong nya.


" ohya sya, kamu nggak kangen apa sama aku gitu? kan biasanya kalo kamu seminggu aja nggak ketemu aku langsung ngambek nggak jelas" lanjut Tika dengan kekehan nya.


" sya kok kamu diam aja? kamu nggak suka aku balik lagi, kamu nggak marah gitu kalo aku nggak nemuin kamu? kamu nggak sayang lagi ya sama aku? aku rindu kamu sya, aku pengen kita balik lagi seperti dulu" melas Tika, Arsya pun hanya diam dan menatap Tika tajam.


" sya jawab dong, ohya sya untuk kejadian 3 tahun yang lalu itu, aku benar-benar minta maaf ya sya, aku tau aku salah, aku udah mengkhianati kamu, aku udah main serong dibelakang kamu sama teman dekat kamu sendiri lagi, tapi sya sumpah demi apapun aku nggak pernah ada niat buat mengkhianati kamu, tapi aku cuma..." jeda Tika saat menatap Asrya yang tengah menatapnya tajam.

__ADS_1


" tapi apa hah? udahlah lah Tik gue udah tau semuanya, Lo itu cuma mau ngincer harta gue ajakan? iyakan? Udeh deh lo nggak usah sok-sok nggak merasa bersalah disini, gue udah tau semuanya sebelum gue mergoki lo sama Toni lagi berzina waktu itu, bagi gue semuanya udah jelas, lagian lo juga udah milih Toni kan, jadi kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi sejak kejadian itu." geram Arsya.


" tapi sya, aku cinta nya sama kamu sya, aku nyesel sya udah nyia-nyiain kamu, aku pengen kita kayak dulu lagi sya aku mohon Arsya" mohon Tika sambil memegang tangan Arsya yang ia letakkan diatas meja.


Arsya melepas kasar tangan Tika, ia memandang Tika dengan tatapan yang hendak menelan Tika hidup-hidup, entah saat ini Arsya benar-benar muak melihat nya, Arsya geram ingin rasanya memaki-maki wanita dihadapan nya ini, namun Arsya masih bisa mengontrol emosi nya, ia tau ini ditempat umum. Arsya tidak mau gegabah dalam mengambil langkah ia takut tindakan nya tersebut akan mempermalukan dirinya sendiri.


Kemudian iapun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan untuk menetralkan gejolak amarah di diri nya.


"Tik, gue mau ngomong ini baik-baik sama lo, gue mohon Tik lo jangan lagi ganggu kehidupan gue, gue udah bahagia Tik sama kehidupan gue yang sekarang, tolong lo jangan usik lagi hidup gue, tolong Tik lo jangan pernah lagi muncul dihadapan gue, gue udah punya istri dan sebentar lagi gue juga mau punya anak, gue bahagia bersama istri gue sekarang Tik, jadi gue mohon Lo ngertiin gue, Lo juga udah punya kehidupan sendiri, sekarang kita sudah punya kehidupan dan keluarga masing-masing Tik, gue harap Lo bisa ngertiin gue, ya udah itu aja, gue cabut ya Tik, semoga lo bisa mencerna omongan gue baik-baik" ucap Arsya yang hendak berdiri, Tika diam tak merespon tatapan nya kosong lurus kedepan.


Saat hendak berlalu dan melangkah kan kaki tiba-tiba ada yang mencekal tangan Arsya, sontak Arsya pun menghentikan langkahnya dan menatap Tika, Tika pun membalas tatapan Arsya dengan tatapan yang entahlah Arsya sendiri pun sulit untuk mengartikan nya.


" sya" ucap Tika, sembari memegang tangan Arsya.


" apa?" tegas Arsya sembari melepas kasar tangan Tika.


" apa aku segitu hina nya sehingga kamu menghukum aku kayak gini?" melas Tika.


"menghukum apa maksud Lo?" bingung Arsya.


" sya, please aku cintanya cuma sama kamu sya, aku minta maaf sya, a..aku.." mohon Tika.


" cinta apanya hah? cinta karena harta gue iyakan? cinta Lo itu bulshit tau nggak, bodohnya gue dulu termakan omongan- omongan wanita rendahan kayak Lo, gue jijik tau nggak setiap liat muka lo gue muak, kenapa Lo harus kembali lagi dikehidupan gue, gue muak, jika Lo bukan wanita aja udah abis Lo gue hajar, setelah semuanya terjadi Lo mau kembali sama gue mikir Lo pake otak, jangan cuma harta aja yang ada di pikiran Lo, gue nyesel udah buat Lo jadi bagian dari hidup gue dulu, gue nyesel pernah menjalin hubungan sama wanita rendahan kayak Lo, dan ingat satu lagi jangan pernah lagi menampakkan muka lo yang munafik ini kehadapan gue, mulai dari sekarang paham kan Lo, ohya gue lupa Lo kan nggak punya rasa malu dan harga diri pantas aja Lo gak beda jauh sama wanita-wanita rendahan diluar sana.". ucap Arsya penuh emosi, dan berlalu meninggalkan Tika.


Setelah itu Arsya keluar dari Caffe Brilian dengan penuh emosi, setibanya nya dalam mobil Arsya berteriak sekencang-kencangnya.


" aaaaaa, gue benci dikhianati tau nggak? tapi kenapa Lo beri gue luka jika pada akhirnya Lo juga yang ingin kembali, gue benci Lo Tika sumpah gue benci banget sama lo dasar wanita rendahan nyesel gue udah pernah dekat sama lo, mungkin gue emang bodoh udah tertipu daya oleh Lo wanita yang pura-pura baik tapi aslinya Lo busuk, aaaaaa gue benci Lo sampai mati" teriak Arsya sambil menyugar rambutnya frustasi.

__ADS_1


Kemudian ia pun melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.


__ADS_2