
"mbak Tika, kenapa kok tadi Raisa perhatiin melamun aja?" tanya Raisa lembut, Tika yang sedang menatap air mancur didepannya pun langsung menoleh.
"eh, enggak kok, enggak apa-apa" jawab Tika kikuk, Raisa pun hanya mengangguk kecil.
"ohya Riasa alamat kamu dimana? siapa tau nanti aku boleh main kerumahmu?" Raisa tersenyum manis, dan mengangguk cepat.
"boleh dong mbak, alamat saya di jalan, merpati perumahan Griya blok C no 27 mbak"
" wah enggak jauh dari sini dong berarti?" ucap Tika antusias.
" iya mbak bener banget" Raisa tersenyum manis.
"oke deh entar mbak sempetin waktu buat kunjungan kerumah kamu oke" Raisa mengangguk cepat dan tersenyum tulus.
************
Dilain tempat Arsya sedang memeriksa beberapa laporan yang telah dikirim oleh Siska seketaris nya.
Arsya mengamati satu persatu hasil laporan tersebut, sesekali ia memijit pelipisnya.
Bayu yang baru saja datang melihat sang boss yang sedang tampak kebingungan pun langsung menghampiri.
"boss" panggil Bayu, Arsya pun, sontak mengalihkan pandangannya kearah Bayu, dan mengangkat kedua alisnya sebagai jawaban ada apa.
"ternyata benar boss pemilik Kevin group adalah pak Dedi, beliau memiliki seorang anak yang bernama Antika Heliza." Bayu menjelaskan kembali perihal pemilik asli Kevin group, Arsya pun hanya diam dan mengangguk kecil.
"tapi yang jadi pertanyaan saya nih ya boss, kenapa ada seseorang dari Kevin group yang menyebarkan berita hoax tentang perusahaan kita, bahkan kita pun belum pernah bekerja sama dengan Kevin group" Bayu medudukan bokong nya di depan kursi yang berhadapan langsung dengan Arsya.
"atau mungkin mereka merasa tersaingi karena perusahaan kita yang besar dan maju boss, makanya mereka menyebarkan berita hoax seperti itu agar perusahaan kita jatuh" lanjut Bayu lagi, Arsya pun hanya diam dan lanjut memeriksa laporan.
__ADS_1
"mungkin juga sih bay, yasudah kamu lanjutkan lagi penyelidikan kamu" ucap Arsya datar, Bayu mengangguk cepat.
" baik pak, oh ya pak, tuh si cewek gesrek kemana kok enggak ada didepan?" tanya Bayu, Arsya pun hanya tersenyum miring.
" kenapa kamu rindu sama Siska? atau udah tumbuh benih-benih cinta? udah kalo suka jujur aja" goda Arsya tersenyum mengejek, Bayu pun mencebikan bibir kesal.
" ck, rindu apaan boss, lagian kan saya cuma bertanya kok emang salah ya?" Bayu tak terima digoda oleh Arsya seperti itu, Arsya yang melihat ekspresi Bayu pun hanya tersenyum miring.
"enggak" ucap Arsya datar, Bayu membuang pandangannya, selalu saja begitu Arsya selalu berhasil membuatnya kesal.
'untung boss sendiri, kalau bukan aja udah saya bejek-bejek tuh mukanya, biar kegantengan nya berkurang, dasar boss enggak ada akhlak selalu saja buat saya kesal' gerutu Bayu dalam hati.
Arsya yang menyadari Bayu diam pun langsung bersuara.
" ehem, saya tau kamu lagi ngumpatin saya kan didalam hati" Bayu gelapan bagaimana Arsya bisa tau kalau apa yang dia bilang benar adanya.
" ck, kamu kira saya bego, tau apa yang kamu omongin, kamu mau bejek-bejek muka saya yang ganteng ini kan?" tanya Arsya, Bayu pun semakin gelapan dan berkeringat dingin bagaimana Arsya tau tentang itu.
" hehe, enggak kok boss mana berani saya" cengir Bayu.
" massa?" ucap Arsya datar, Bayu pun mengangguk cepat.
" iya boss, nanti bisa-bisa gaji saya dipotong lagi" Bayu terkekeh kecil, Arsya pun hanya melirik sekilas dan tersenyum misterius.
" siapa bilang gaji kamu dipotong" Bayu tersenyum manis, gajinya tidak jadi dipotong.
" tapi gaji kamu saya tahan selama satu bulan" lanjut Arsya, Bayu pun terkejut ia langsung merubah ekspresi nya dari senang menjadi melow.
"astaga boss, beneran enggak bohong kan?" tanya Bayu tak percaya, Arsya mengangguk mantap.
__ADS_1
"kok gitu sih boss, mau makan apa saya jika gaji saya ditahan, ahh boss mah jahat amet sama saya" Arsya tersenyum kecut dan melanjutkan pekerjaannya.
" boss jangan gitulah, masa boss enggak kasian sama saya?" melas Bayu, namun Arsya tak menghiraukan nya.
" boss, entar saya bilangin Bu Raisa nih kalo boss nahan gaji saya selama satu bulan" Bayu mengeluarkan senjata nya, Arsya pun langsung mendelik tajam.
"ck, emang dasar kamu, selalu saja bawa-bawa istri saya, ya udah oke saya tarik ucapan saya " Bayu tersenyum lebar, akhirnya trik yang ia gunakan berhasil juga, tidak sia-sia dia mengambing hitamkan Raisa, toh buktinya Arsya langsung menciut.
'yes akhirnya, maaf ya Bu Raisa saya harus membawa nama ibu, jika tidak gaji saya akan ditahan selama satu bulan, ck pak boss luarnya aja keliatan dingin dan datar, ternyata eh takut istri hahaha, emang enak saya kerjain' Bayu senyum-senyum sendiri, Arsya yang melihat nya pun bergidik ngeri.
" ehh kamu udah enggak waras ya Bay, senyum-senyum sendiri udah kayak orang gila aja" Bayu mencebikan bibir kesal, dan berdiri dari kursi melangkahkan kaki keluar ruangan Arsya.
" loh kok malah pergi, ehh soplak, dasar asisten enggak ada akhlak" kesal Arsya, Bayu pun terus melangkah kakinya keluar tanpa menghiraukan umpatan sang boss.
Bayu menutup pintu ruangan Arsya dengan senyum tipis, karena telah berhasil membuat sang boss kesal.
Siska yang memperhatikan Bayu, pun hanya mengerutkan dahi bingung.
" pak Bayu udah gesrek ya? keluar ruangan pak Arsya kok senyum-senyum segala, jangan-jangan?" ucap Siska menggantung kalimat nya, Bayu pun langsung mendelik tajam.
" jangan-jangan apa? maksud kamu saya dan pak Arsya ada main gitu?" ucap Bayu dengan ekspresi kesal.
" saya enggak bilang gitu kok, kan bapak sendiri tadi yang bilang" lirih Siska menunduk takut.
"kapan saya bilang?" tanya Bayu kesal, Siska pun hanya tersenyum tipis.
"kenapa kamu senyum, siapa suruh senyum hah?" Bayu semakin kesal.
"abis bapak lucu, marah-marah enggak jelas" Siska terkekeh kecil, Bayu pun langsung pergi meninggalkan Siska yang sedari tertawa, ia pergi dengan muka yang memerah akibat menahan kesal yang berlipat ganda, tadi Arsya yang membuatnya kesal ehh sekarang Siska juga benar-benar membuat Bayu naik pitam.
__ADS_1