
"sayang lagi ngapain" peluk Arsya dari belakang, sontak membuat Raisa terkejut.
" Aisss, abang ngagetin adek aja, untung nggak jantungan" protes Raisa, Arsya pun hanya menyengir kuda.
" iya iya maaf dek, emang kamu lagi ngapain sih" tanya Arsya sembari memeluk tubuh Raisa dari belakang.
" nggak lagi ngapa-ngapain cuma lagi pengen cari udara segar aja kok" tukas Raisa sembari menikmati pesona langit malam yang indah.
" emm gitu ya, mendingan kamu nikmati wajah abang yang tampan ini aja, toh indahan pesona abang dibandingkan langit malam" goda Arsya, Raisa pun hanya mencebikan bibir kesal.
" tampan apanya? muka kayak tembok gitu, lagian kenapa sih tingkat kepedean abang tuh nggak pernah berkurang barang sedetik pun?" kesal Raisa, Arsyarsya pun hanya tertawa kecil.
"ckckck, kamu kira Abang apaan dek? pake ngatain muka tembok segala? abang emang tampan dari lahir kale, buktinya aja kamu mau waktu abang meminta kamu untuk jadi istri abang?" goda Arsya yang membuat Raisa bertambah kesal.
" yaitu karena adek lagi khilaf bang, seharusnya adek nggak bilang iya, eh lidah adek keseleo bilang iya" sungut Raisa
"oh jadi kamu nyesel ni nikah sama abang? yaudah kalo gitu siap-siap aja abang akan mencari istri baru ?" ancam Arsya, sontak Raisa pun mendelikkan mata sembari menatap tajam Arsya.
" awas aja kalo abang main dibelakang adek, tak potong-potong benda pusaka mu biar nyahok" kesal Raisa.
" ehh buju buneng serem amet dek kamu, lagian abang mana berani main dibelakang kamu, orang abang maunya main didepan kamu kok, biar sekalian hahaha" ledek Arsya tertawa puas, sembari berlalu dari balkon
" Abang" teriak Raisa kesal, namun Arsya pun tak dihiraukannya, dan berlalu masuk.
****
Siang ini Raisa meminta bi Sumi agar jangan memasak karena hari ini ia sendiri yang akan memasak, karena rencananya ia ingin memasak makanan kesukaan Arsya, dan mengantarnya langsung ke kantornya.
" non Raisa mau masak apa?" tanya bi sumi yang datang menghampiri Raisa.
" eh bi Sumi, ini Raisa mau masakin makanan kesukaan bang Arsya, cah kangkung dan Nila goreng sambal bi" terang Raisa sembari berkutat dengan alat masak.
" Bibi bantuin ya non, takutnya nanti non Raisa kecapean, kan kata ibu Maya non Raisa nggak boleh kecapean" pinta bi Sumi, Raisa pun menganggukan kepala tanda setuju.
Sekitar 15 menitan mereka pun selesai dalam acara masak memasak, Raisa pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke kantor Arsya.
" Bi Raisa pergi kekantor bang Arsya dulu ya, bibi nggak usah masak lagi, sisa masakan tadi masih ada, jadi bibi langsung makan aja,
ya, tuh udah Raisa letakkan di lemari makanan" pamit Raisa dan dibalas anggukan kepala oleh bi sumi.
" iya non hati-hati dijalan ya, semoga selamat sampai tujuan"
__ADS_1
" iya bi makasih" jawab Raisa seraya berlalu.
***
Sekitar 20 menit perjalanan akhirnya Raisa pun sampai didepan gedung kantor Arsya, ini adalah kali keduanya Raisa datang ketempat kerja Arsya.
" Pak Tarmin pulang aja dulu, nanti kalau Raisa udah mau pulang Raisa kabari lagi ya" ucap Raisa pada pak Tarmin supir pribadi dikeluarga Arsya.
" iya non, kalau begitu saya permisi pulang ya" pamit pak Tarmin yang dibalas Raisa dengan anggukan kepala.
Raisa pun melangkahkan kaki memasuki gedung tersebut, dan langsung melangkahkan kaki menuju ruang kerja Arsya.
Setibanya di depan ruangan Arsya, ada seorang wanita yang tidak Raisa kenal, sepertinya itu sekertaris baru Arsya, karena yang Raisa tahu Sinta sekertaris Arsya yang lama sudah resign karena sudah menikah dan harus ikut suami nya pindah ke malang, jadi mau tidak mau Sinta pun harus meninggalkan pekerjaan yang sudah lama ia geluti ini.
" Assalamualaikum permisi" sapa Raisa kepada wanita cantik dengan pakaian minim tersebut.
" cari siapa ya" ketus wanita tersebut tanpa menjawab salam dari Raisa.
" emm maaf mbak apa pak Arsya ada di ruangannya?" tanya Raisa,
" ada perlu apa ya anda mencari pak Arsya, apakah sudah membuat janji?" ketusnya lagi, dengan melirik Raisa dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Raisa pun sedikit merasa risih jika ditatap seperti itu.
"kok belum sih, setiap orang yang datang untuk menemui pak Arsya harus membuat janji terlebih dahulu mengerti? " ketusnya lagi sembari menatap sinis Raisa, Raisapun hanya diam dan tersenyum tipis.
'untung aku sabar, kalo nggak udah aku remes- remes tuh mulut, ngomong nggak ada sopan santun nya, pakaian nya aja kayak kurang bahan gitu, emang peraturannya seperti itu atau ada maksud lain ni, wah harus mode siaga satu ni jangan sampai bang Arsya kecantol sama si cewek baju kurang bahan kayak gitu' batin Raisa karena kesal.
Tak lama pintu pun terbuka, dan muncul lah sosok Arsya dari balik pintu.
" kok kamu nggak langsung masuk aja dek? ngapain nunggu diluar?" tanya Arsya dengan raut bingung.
Raisa pun hanya tersenyum dan melirik sekilas kearah wanita tersebut.
" oh ini istri saya Raisa, dek ini Siska seketaris abang yang baru" jelas Arsya sambil memeluk mesra Raisa dan terlihat sekali raut keterkejutan di wajah Siska.
Siska pun hanya bisa menunduk dengan penuh penyesalan, Raisa pun menghampiri nya dan tersenyum tulus kepadanya.
" saya udah maafin kamu kok, lagian mungkin kamu juga belum tau kan hal ini, jadi saya maklumi kok" sembari mengangkat wajah Siska yang masih menunduk.
" yasudah sekarang kamu sudah tau kan Siska, jadi kalau istri saya kesini jangan kamu tahan lagi oke"
__ADS_1
Siska pun mengangguk paham, kemudian Arsya dan Raisa pun berlalu masuk keruangan Arsya, meninggalkan Siska dengan raut wajah penuh penyesalan.
Setelah memasuki ruangan Arsya, Raisapun menuju kearah sofa yang ada di sudut ruangan, dan meletakkan paperbag yang berisi makanan favorit Arsya.
" tumben dek kamu mau main kekantor? biasanya kalo abang ajak juga kamu nya nggak mau ada aja alasen nya, bilangnya takut ganggu waktu kerja abang lah" tanya Arsya sembari mendudukkan bokong nya disamping Raisa.
" ya lagi kepengen aja main kesini, emang nya nggak boleh gitu istri sendiri mau datang kekantor suami nya sendiri aja nggak boleh" Rajuk Raisa kepada Arsya sembari memasang muka sedih.
" ya bukannya gitu dek abang kaget aja tadi kayak denger suara kamu diluar, eh ternyata pas abang keluar benaran kamu, kamu sih nggak bilang-bilang kalo mau kesini, kan abang bisa langsung jemput kamu dilobi kantor tadi" terang Arsya sembari mengelus lembut pucuk kepala Raisa
" ya deh iya, adek sengaja nggak ngasih tau abang, rencananya adek mau buat kejutan buat abang, eh malah adek dicegat oleh wanita baju kurang bahan itu" kesal Raisa sembari bersidekap tangan di dada.
" wanita baju kurang bahan? " bingung Arsya dengan menaikan sebelah alisnya.
" iya bang, tuh abang liat apa bajunya kekurangan bahan kayak gitu, emangnya abang nggak merasa risih apa melihatnya, aku aja yang sama-sama wanita merasa malu melihat nya, atau jangan-jangan abang malah kesenangan lagi melihat nya iyakan ngaku aja deh?"
" astaghfirullah dek kamu ini ngomong apaan sih, nuduh abang sembarangan aja, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan tau, ya kali aku mau kamu samakan dengan lelaki mata keranjang di luaran sana, abang mah masih punya iman masih punya pikiran, lagian abang udah punya istri yang sangat cantik begini jadi untuk apa juga abang mau melirik wanita lain, meskipun wanita tersebut lebih cantik dari kamu, abang akan tetap setia sama kamu" panjang lebar Arsya berbicara.
Raisa pun hanya tersenyum manis semanis mungkin menanggapi pernyataan dari Arsya.
" emm yaudah adek percaya kok sama abang, oh ya bang ni adek masakin makanan kesukaan abang, cah kangkung dan nila goreng sambal" ucap Raisa sembari mengeluarkan kotak makanan yang berisi masakannya
" wah kamu tau aja dek kalo abang udah lapar, jadi nggak sabar ni kayak nya menggiurkan sekali" antusias Arsya mata yang berbinar.
" yuk bang kita makan" ajak Raisa, sembari memberikan piring yang berisi makanan kepada Arsya.
" emm, enak banget dek masakan kamu, sampai-sampai masakan bi Sumi pun kalah malahan makanan-makanan direstoran pun lewat," puji Arsya dengan mulut yang masih mengunyah makanan.
" apaan sih abang mujinya kelewat, tapi Alhamdulillah kalo abang suka berarti nggak sia-sia dong adek masak buat abang" ucap Raisa sembari tersenyum manis.
" iya dek lain kali masakin abang lagi ya, terus sering-sering juga kamu ke sininya biar abang makin semangat kerja nya" goda Arsya
" iya bang In Sha Allah, adek usahakan sekarang abang makan yang banyak ya, terus yang semangat kerja nya." ucap Raisa sembari mengelus lembut rambut Arsya, dan dibalas anggukan kepala oleh Arsya.
" huh Alhamdulillah kenyang juga, kamu nggak makan dek? ini udah habis semua loh abang makan"
" nggak bang tadi dirumah sebelum kesini adek udah makan, ya sudah sekarang adek pulang dulu ya, semangat kerja nya suamiku" ucap Raisa sembari membereskan sisa makanan dan meletakkan kembali kedalam paperbag.
" mau abang antar pulang nggak?" tawar Arsya
" nggak usah bang lagian adek udah ngabarin pak Tarmin untuk jemput adek lagi" jawab Raisa yang dibalas anggukan kepala oleh Arsya.
__ADS_1
" yasudah adek pulang dulu ya, assalamualaikum" ucap Raisa mencium punggung tangan Arsya dengan takdzim, dan dibalas kecupan singkat di kening nya.
" waalaikumsalam hati-hati ya" ucap Arsya , Raisa pun mengangguk patuh dan berlalu keluar ruangan Arsya menuju lobi utama karena pak Tarmin telah menunggu diparkiran.