Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 61


__ADS_3

Bayu melangkah kakinya menuju ruangan Arsya, ia terkejut melihat Siska yang tengah menangis dimeja kerjanya.


" ada apa lagi tuh cewek gesrek nangis" gumam Bayu pada dirinya sendiri, ia pun mendekat kearah meja kerja Siska.


Siska yang tengah menangis pun tak menyadari kedatangan Bayu.


"ehem" dehem Bayu, Siska pun menoleh kesamping dan mendapati Bayu yang telah berdiri disampingnya, Siska menghapus cepat air matanya.


"kamu kenapa nangis?" tanya Bayu datar, Siska menggeleng cepat.


"siapa juga yang nangis" lirih Siska, Bayu mencebikan bibirnya kesal, udah ketahuan masih saja menyangkal pikir Bayu.


"terus kenapa mata kamu merah, lagian tuh hidung juga merah udah kayak anus ayam aja merah" ucap Bayu dengan sedikit bercanda, namun Siska hanya diam dan menatap acuh Bayu.


"saya cuma kelilipan pak" ucap Siska cepat.


" ck, kamu kira saya bego apa? saya tau kamu itu habis nangis kan?" tanya Bayu tersenyum miring, Siska hanya diam.


" heii kalo saya tanya itu dijawab dong, kamu bisu ya?" ucap Bayu yang mulai terlihat kesal, Siska pun menatap tajam Bayu.


"bapak kepo amet sih, itu hak saya mau nangis atau tertawa kek enggak ada hubungannya sama bapak, kenapa bapak yang sewot" ketus Siska, Bayu mengerutkan keningnya bingung.


'iya juga ya, kenapa gue jadi ngurusin dia, ahh Bayu Lo kenapa sih' batin Bayu sembari menggelengkan kepala,Siska pun menatap Bayu bingung.


"saya enggak sewot kok, yaudah terserah kamu mau nangis sepuluh ember atau pun nangis darah kek saya enggak perduli" ucap Bayu dengan ekspresi datar, Siska melirik Bayu dan kembali menangis.

__ADS_1


" loh kok kamu nangis lagi sih?" tanya Bayu bingung melihat Siska kembali menangis.


" ya kan tadi bapak nyuruh saya nangis lagi, gimana sih bapak?" jawab Siska polos, Bayu mendelikkan mata tak percaya karena selain gesrek Siska juga polos, Bayu hanya menepuk pelan dahinya.


" bapak kenapa nepuk-nepuk jidat?" tanya Siska bingung, Bayu hanya diam dan berlalu meninggalkan Siska.


"Dasar cewek gesrek, eh tapi kalo diperhatiin lucu juga ya" gumam Bayu tersenyum tipis dan memasuki ruangan Arsya.


" aiisss apaan sih Bayu, kenapa gue jadi gini sih" Bayu menggelengkan kepalanya.


Arsya yang melihat Bayu menggelengkan kepalanya hanya menaikan sebelah alisnya.


"kamu kenapa Bay masuk-masuk kok kayak orang gesrek aja ngomong sendiri" cibir Arsya, Bayu mencebikan bibir kesal, Arsya selalu saja membuat mood nya bertambah kesal.


" ck, boos benar-benar jahat" Bayu menghempas tubuhnya disofa, Arsya menatap Bayu dengan wajah bingung.


" hehe, becanda pak boss" cengir Bayu, Arsya menghembuskan nafasnya kasar.


*****


Dimas kembali kerumahnya dengan keadaan yang sangat memprihatikan, luka lebam di seluruh wajah dan tubuhnya membuat ia menjadi lemah, Tika yang kebetulan ada dirumah Dimas pun sangat terkejut melihat keadaan sang sepupu yang terlihat sangat kacau.


Tika menghampiri Dimas yang melangkahkan kaki dengan susah paya.


" Dimas Lo kenapa kok bisa kayak gini?" tanya Tika merangkul Dimas dan menuntun nya menuju sofa.

__ADS_1


"ini se semua ga gara-gara Arsya" lirih Dimas terbata-bata, Tika yang mendengar Dimas menyebut nama Arsya pun mengerutkan dahinya bingung.


"Arsya?" gumam Tika


" iya, semua ini gara Arsya, apalagi tuh asisten nya yang enggak ada akhlak itu udah bikin gue kayak gini" Ucap Dimas marah tak dihiraukannya rasa sakitnya saat ini karena amarah nya yang memuncak.


"asisten Arsya? Bayu maksud kamu?" tanya Tika tak percaya, Dimas mengangguk cepat


" iya si Bayu, awas aja dia akan gue bales" Dimas mengepalkan tangannya kuat-kuat.


"yaudah sini entar gue obati tuh luka Lo" Tika mengambil kotak P3K dan mengobati luka diwajah Dimas.


" aauuww, pelan-pelan bego sakit tau" ketus Dimas, Tika menatap tajam Dimas.


"ini udah pelan, dasar lo jadi laki kok lembek amet, gitu aja kesakitan, untung gue berbaik hati mau ngobatin luka Lo" kesal Tika menekan-nekan luka Dimas karena kesal.


"auuuwww, Lo mau bunuh gue" marah Dimas menepis kasar tangan Tika.


"serah Lo, udah nih Lo lanjutin aja obatin tuh sendiri muka lo, gue mau pulang" Tika memberikan kapas dan obat merah kerangan Dimas.


" ehh Lo gimana sih sama sepupu tega amet" Dimas memegang tangan Tika.


"huufttt, terus mau Lo apa?" ucap Tika penuh penekanan, ia kembali duduk disamping Dimas.


" ya obatin lagi muka gue, ini semua gara-gara Lo tau" ucap Dimas santai, Tika mendelik tajam saat Dimas menyalahkannya atas semua yang menimpa nya.

__ADS_1


"enak aja Lo bilang gara-gara gue, emang dasar nya Lo aja enggak becus" kesal Tika, dan berlalu pergi


" heh Lo mau kemana belum selesai weii, Tika" teriak Dimas melihat Tika yang telah berlalu pergi, namun Tika tak menghiraukan teriakan Dimas dan terus melangkahkan kakinya.


__ADS_2