Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 29


__ADS_3

" udah jam 5 sore aja ni mas, kita pulang yuk?" ajak Rania


" iya dek, Raisa Arsya kita pulang ya udah sore ni" ajak Reno,yang melihat Raisa dan Arsya yang sibuk melempar kerikil kedanau.


" iya kak, dek yuk pulang" ucap Arsya menggandeng tangan Raisa.


Mereka pun berjalan menuju mobil, dan masuk kedalam mobil, kemudian mobil pun melaju meninggalkan tempat tersebut.


Didalam mobil Arsya sibuk bersandar dibahu Raisa, yang membuat Rania pun jengah akan sikap manja adik sepupunya itu.


Reno pun hanya melirik sekilas melalui kaca spion didepannya, dan tersenyum tipis.


" ck, manja banget kamu sya, udah tua juga?" jengah Rania.


"siapa juga yang manja, aku kan cuma bersandar aja dibahu Raisa, lagian dia kan istri aku kak, bukan istri orang lain"


"iya emang benar Raisa itu istri kamu, tapi ya jangan gitu juga dong sya kasian nanti bahu nya Raisa pegal-pegal lagi" jawab Rania.


" eleh bilang aja kalo kakak pengen kayak aku, tapi nggak bisa karena kak Reno sedang menyetir, iya kan kak?" ledek Arsya.


"ihh siapa juga yang pengen kayak gitu" alas Rania kesal.


" beneran ni dek kamu nggak pengen kayak mereka?" tanya Reno memastikan.

__ADS_1


"apaan sih kamu mas, aku nggak manja kayak Arsya ya" kesal Rania mencebikan bibir.


"ck, nggak mau ngaku lagi" ledek Arsya


" kamu ini sya minta sumpel ya tuh mulut pake kaos kaki kakak?" kesal Rania menoleh kebelakang dan menatap nyalang Arsya.


" idih ogah banget, kaos kaki kakak kan bau banget, lalat aja yang lewat nggak sengaja mencium aroma kaos kaki kak Rania aja langsung koit, apa lagi aku kak?" ledek Arsya yang sukses membuat Rania menjadi kesal.


"emangnya kamu pernah liat langsung ya bang?" tanya Raisa polos.


"astaga ini biniku kok polos banget sih, kan aku cuma becanda begitu aja langsung dianggap serius" ucap Arsya menepuk jidatnya geram.


Rania dan Reno pun hanya tersenyum tipis dan geleng-geleng kepala, sedangkan Raisa pun hanya menatap Arsya bingung.


" iya Arsya, entar kakak bantuin kok tenang aja sampe tuh jidat kamu jadi lebar kayak lapangan bola" ledek Rania tertawa kecil.


"enak aja, muka udah ganteng kaya gini mau dibuat lapangan bola oh no tidak bisa" ucap Arsya kesal.


"nggak apa-apa lagi sya, kan enak tuh kalo mau main bola nggak usah jauh-jauh kelapangan lagi, kan udah ada jidat kamu" Tambah Reno tertawa kecil, Arsya pun auto sangat kesal.


" ya Allah apa salah hamba mu yang tampan ini sehingga istri hamba dan kakak sepupu hamba ini selalu berbuat jahil pada hamba" dramatis Arsya seperti orang yang sangat terdzolimi.


"hais kamu ini sya lebay amet" ucap Rania jengah.

__ADS_1


" iya ni Abang, seolah-olah seperti orang yang sangat terdzolimi aja" ucap Raisa


" Arsya, Arsya kamu ini ada-ada aja" ucap Reno geleng-geleng kepala.


kriukkk...


Tiba-tiba perut Rania berbunyi, kerana lapar. Sedangkan waktu telah menunjukkan pukul 17.30


"Mas cari makan yuk lapar ni" ajak Rania sembari melirik Reno disampingnya.


" iya kak Raisa juga udah laper ni" antusias Raisa


"oke, mau makan dimana?" ucap Reno


"ditempat biasa kita makan aja mas kan nggak terlalu jauh tuh dari sini" saran Rania.


" iya dek" jawab Reno singkat.


Akhirnya Reno pun melajukan mobilnya menuju


restoran langganan mereka berdua.


setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit mereka pun sampai, Reno pun langsung memarkirkan mobilnya, Setelah itu mereka berempat pun melangkahkan kaki memasuki restoran tersebut, dan duduk ditempat yang telah disediakan.

__ADS_1


__ADS_2