
Hari ini Tika benar-benar malu karena bisa-bisa nya Arsya menghina dirinya ditempat umum.
Bagi Tika ini merupakan penghinaan untuknya, ia tidak menyangka bisa-bisanya Arsya berbuat seperti itu, yang Tika kenal Arsya bukan lah tipe laki-laki pemarah dan kasar, Tika tau betul bagaimana watak Arsya selama mereka bersama.
Didalam kamarnya Tika merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan mata memandang ke langit- langit kamarnya, hati Tika sedang kacau, sedih dan kecewa, harapan nya untuk kembali kepada Arsya hilang sudah, kini laki-laki itu telah berubah tidak lagi seperti dulu.
Andai waktu itu Tika tidak mengkhianati Arsya pasti mereka telah membina rumah tangga nya dengan Arsya sekarang.
Namun penyesalan tinggal lah penyesalan.
Benar kata pepatah bahwa penyesalan selalu datang diakhirkan.
Sekarang Tika paham tidak ada yang benar-benar tulus mencintai nya kecuali Arsya, tapi sayang Tika begitu bodohnya mengkhianati orang tulus kepadanya.
Saat ini Tika benar-benar menyesal, ia menyesal telah meninggalkan Arsya demi Toni laki-laki bejat itu.
Sekarang Tika hanya tinggal sendiri, tidak ada lagi orang yang membuat hari-hari nya berwarna lagi.
Sekarang ia merasa seolah-olah karma telah memihak kepadanya, ia menyesal karena kejadian itu membuat hidupnya kacau, orang yang tulus mencintai nya pergi dan orang yang ia pilih malah mencampakkannya seperti sampah setelah mendapatkan kehormatan nya.
" ahhhhh, Arsya kenapa kamu berubah? kenapa kamu begini sya? aku tau aku salah, aku tau aku ini udah hina, tapi tolong jangan buat aku seperti ini, aku masih cinta sama kamu, aku masih sayang sama kamu, rasa itu masih ada sampai saat ini, dihatiku saat ini masih ada namamu, aku nyesel udah mengkhianati kamu, aku tau kamu nggak akan memaafkan perbuatan ku, aku tau kamu pasti benci banget sama aku, aku tau aku ini hanyalah wanita rendahan seperti yang kamu bilang, tapi sya andai kamu tau, aku nggak bisa tenang sya, aku nggak bisa hidup damai, setiap saat hidupku penuh dengan penyesalan, penuh dengan derita, seharusnya aku tidak melakukan itu, aku memang bodoh aku lebih memilih Toni laki-laki bejat itu dan mengkhianati kamu sya, aku minta maaf sya, sekarang aku nyesel banget mungkin ini karma Tuhan karena aku telah menyakiti mu." teriak Tika sambil menangis meratapi nasibnya.
Setiap perbuatan jahat pastilah akan ada sanksinya berupa karma, karena itu merupakan teguran dari Tuhan untuk kita agar kita bisa memahami bahwa kita pernah berbuat jahat, sehingga kita mendapatkan teguran dari Tuhan supaya kita bisa memperbaiki lagi semua kesalahan yang kita perbuat, karena sejatinya setiap tindakan dan perbuatan manusia akan mendapatkan balasan nya, baik itu perbuatan baik, maupun perbuatan hidup, tergantung kita yang akan memilih nya ingin melakukan yang mana.
" aku pasti kan aku akan mendapatkan dirimu lagi sya, suatu saat kamu yang akan bersimpuh dibawah kakiku untuk meminta ku kembali lagi pada mu, kita lihat saja, aku tidak akan pernah membiarkan kamu bahagia bersama wanita lain, karena kamu hanyalah milik ku seorang sya, aku akan melakukan apapun itu demi mendapatkan dirimu lagi, walaupun aku harus menyingkirkan wanita yang sekarang telah menjadi istrimu, aku tidak perduli karena yang aku inginkan sekarang hanyalah kamu sya hahaha" tawa Tika menggema memenuhi kamarnya.
Dilain tempat Arsya sedang menikmati keindahan langit malam dari teras balkon kamarnya, saat ini Arsya tengah termenung.
Kenapa Tuhan mengirimkan lagi wanita itu dikehidupan nya, Arsya tidak menyangka bahwa pada akhirnya Tika akan kembali setelah pengkhianatan yang ia lakukan.
Tuhan seolah-olah telah memberikan ujian kepada rumah tangganya dan Raisa melalui kehadiran Tika lagi dikehidupan Arsya.
Saat ini Arsya benar-benar bingung dan kacau, ia tidak mau rumah tangganya dan Raisa hancur karena kedatangan Tika kembali.
__ADS_1
Arsya telah bahagia hidup bersama Raisa,
orang yang sangat Arsya cintai dengan segenap jiwa dan raga nya.
Arsya bingung akan jadi apakah rumah tangganya jika Raisa mengetahui semua ini, akan kah Raisa marah dan pergi karena Arsya telah membohongi Raisa?.
Akankah Raisa bisa menerima masa lalunya?
begitu banyak tanda tanya didalam benak Arsya.
Sehingga tanpa Arsya sadari gawainya telah bergetar beberapa kali disaku celana pendek nya.
Arsya pun mengambil gawai nya, dan tersenyum kala melihat nama Raisa yang menelpon, Arsya pun segera menekan tombol hijau.
" Hallo assalamualaikum bang" sapa Raisa disebrang sana.
" waalaikumsalam sayang, kenapa nelpon? pasti kangen ya sama Abang? sama kok Abang juga kangen banget sama kamu."
" idih pede amet bang, siapa juga yang kangen" ledek Raisa dari sebrang sana.
" terus kalo nggak kangen kenapa nelpon Abang sayang?
" Raisa cuma mastiin Abang baik-baik aja disana selama nggak ada Raisa, ohya gimana kabar Abang? enak nggak ditinggal oleh Raisa?" tanya Raisa.
" oh cuma itu toh, Abang kira kamu kangen terus nyuruh Abang buat jemput kamu biar bisa ketemu saking rindunya" ledek Arsya.
" idih Abang kenapa sih? Raisa seriusan bang, Abang baik-baik ajakan disana?"
" iya Abang baik-baik aja kok, emangnya kenapa?"
" nggak kenapa-kenapa cuma tiga hari ini perasaan Raisa mulai nggak enak, Raisa takut Abang kenapa-kenapa disana" ucap Raisa lega.
deg
__ADS_1
Tiba-tiba Arsya terkejut, kenapa Raisa bicara seperti itu, apakah Raisa tau? Atau memang benar kata orang kalau seorang istri itu mempunyai filing yang kuat terhadap suaminya,
Entahlah Arsya bingung sekuat tenaga ia harus bersikap biasa saja.
" enggak kok dek, Abang baik-baik aja nih lagi rebahan sambil nonton drakor dilaptop yang biasa kamu pake" ucap Arsya cengengesan agar Raisa tidak curiga.
" ohya dek gimana kabar nenek disana apakah udah membaik?" tanya Arsya untuk mengalihkan pembicaraan nya dan Raisa.
"emm, nenek masih sakit bang, cuma Alhamdulillah sekarang sudah ada sedikit perkembangan." antusias Raisa disebrang sana.
" Alhamdulillah kalau begitu, yaudah kamu istirahat gih sekarang udah jam setengah 11 juga, nngak baik loh untuk kesehatan kamu dan dede bayinya, titip salam juga ya buat mama dan nenek, In Sha Allah kalau Abang ada waktu dan nggak sibuk lagi abang pasti akan nyusul kalian kesana, sekarang Abang tutup dulu telpon nya, ingat kamu jangan kecapean oke, jaga kesehatan" jelas Arsya panjang lebar.
" iya bang, Abang juga jaga kesehatan disana, kalau gitu Raisa mau istirahat dulu ya bang, selamat istirahat Abang sayang, anauhibbukafillah" ucap Raisa
" iya sayang assalamualaikum" jawab Arsya
" waalaikumsalam" ucap Raisa sembari memutuskan sambungan telepon.
Arsya pun tersenyum memandang layar gawainya setelah melakukan sambungan telepon dengan sang istri tercinta.
Arsya melirik kearah nakas, ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, Arsya pun mulai memejamkan matanya untuk beristirahat, setelah nya Arsya pun terlelap menuju alam mimpinya.
" Bang tolong Raisa bang, Raisa takut disini sendirian, disini gelap bang, dan juga pengap sekali Raisa nggak bisa bernafas bang, rasanya sesak banget bang, tolong Raisa bang" lirih Raisa yang tengah menangis ketakutan.
tiba-tiba bunyi langkah kaki menghampiri Raisa dari kejauhan, setelah tepat dihadapan Raisa orang itu menatapnya tajam seakan hendak menghabisi nya, Raisa takut dan hanya bisa pasrah kepada sang pencipta saat tangan orang itu menampar pipi mulusnya.
Raisa menangis ketakutan ia tidak tau apa salahnya dimasa lalu, setau Raisa ia tidak pernah memiliki musuh.
Orang misterius itu pun menyiksa Raisa tanpa ampun, bahkan ia tak segan-segan menarik jilbab Raisa dengan kuat tanpa ampun.
Raisa menjerit kesakitan tanpa bisa berbuat apa-apa.
" Raisa" teriak Arsya tiba-tiba.
__ADS_1
Arsya mengusap wajahnya kasar ternyata ini hanya lah mimpi buruk tapi terasa seperti nyata.
Arsya mengusap kasar lagi wajahnya sekarang keringat dingin telah membasahi tubuhnya, Arsya takut mimpi itu seperti nyata, Arsya takut apa yang terjadi didalam mimpi nya akan benar menimpa Raisa, Arsya melirik jam diatas nakas ternyata masih jam 2 dini hari, Arsya pun bangkit dari tempat tidur nya dan melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan wajah dan mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat sunah malam, agar hatinya kembali tenang, karena hanya Allah sang pencipta lah tempat nya berbagi keluh kesahnya saat ini.