Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 47


__ADS_3

" bosss" panggil Bayu saat memasukinya ruang kerja Arsya, Arsya pun hanya menoleh sekilas dan melanjutkan lagi pekerjanya.


" astaga boss, kamu mengacangi aku, sungguh teganya" dramatis Bayu, Arsya mencebikan bibirnya kesal.


" ck, penuh dramatis hidup kamu Bay" cibir Arsya tersenyum sinis.


" lagian pak boss sih dipanggil bukannya jawab eh malah diam aja" gerutu Bayu kesal, Arsya langsung mendelik tajam.


" hehe, santai bos santai enggak usah digituin juga tuh mata, entar keluar loh bisa berabe" Bayu cengar-cengir tidak jelas.


" ada informasi apa?" tanya Arsya dingin.


" buset dingin amet boss, udah kayak kulkas berjalan aja" cengenges Bayu, Arsya pun hanya acuh saja.


" boss, menurut informasi yang saya terima dari anak buah saya perusahaan Kevin group adalah perusahaan milik pak Dedi bos" ujar Bayu, Arsya pun diam tak bergeming.


'pak Dedi, bukannya pak Dedi itu papanya Tika, tapi ahh itu tidak mungkin deh' gumam Arsya dalam hati.


"boss, hellow boss Arsya" teriak Bayu kepada Arsya yang sedang melamun, Arsya pun langsung terkejut.


" iiisss apaan sih kamu Bay pake acara teriak segala, kamu kira aku tuli apa?" kesal Arsya, Bayu pun hanya menyengir kuda.


" abisnya boss melamun sih, hayo melamunin apa?" goda Bayu, Arsya mencebikan bibirnya kesal.


"enggak ada" ucap Arsya datar.


"astaga bos datar amat kayak jalan tol" celetuk Bayu, Arsya hanya menatap tajam Bayu.

__ADS_1


'astaga ni orang luarnya aja keliatan lembut, eh ternyata sifat aslinya dingin kayak kulkas, dan datar kayak jalan tol' gumam Bayu dalam hati.


Arsya yang melihat Bayu melamun pun langsung tersenyum lebar saat sebuah ide jahil muncul di kepalanya.


Arsya berjalan pelan-pelan mendekati Bayu, Bayu yang sedang melamun pun tak manyadari.


"Bayuuuuuu" teriak Arsya tepat ditelinga Bayu, alhasil Bayu pun langsung terjengkit kaget.


" astaga bos, untung saya enggak jantungan, kalo saya mati gimana?" Kesal Bayu, Arsya pun hanya tersenyum tipis.


" ya mudah kalo kamu koit, saya tinggal cari asisten yang baru" jawab Arsya santai tanpa rasa berdosa.


" tega amet boss" kesal Bayu, Arsya pun hanya diam dan tersenyum tipis lalu melanjutkan lagi pekerjanya.


Bayu yang melihat Arsya tengah fokus pada laptopnya pun melangkahkan kaki menuju sofa dan menjatuhkan bobot tubuhnya diatas sofa itu.


Bayu mengeluarkan tablet nya dan siap berseluncur mengatur jadwal Arsya.


"oke, siapkan semuanya" jawab Arsya datar dan kembali fokus pada pekerjaannya.


"baik boss," Bayu pun melangkahkan kaki nya berlalu keluar dari ruangan Arsya.


Derttt...


gawai disaku celana Bayu bergetar, ia pun dengan cepat mengeluarkan gawainya, dan menatap layar gawai tersebut, ternyata anak buahnya yang menelpon, Bayu pun langsung menggeser tombol hijau dan panggilan suara pun terhubung.


" ada informasi apa?" tanya Bayu to the point saat panggilan suara telah terhubung.

__ADS_1


"boss kita mendapatkan informasi bahwa Pemilik perusahaan Kevin group adalah pak Dedi beliau memiliki anak yang bernama Tika, usut punya usut ternyata Tika adalah masa lalunya pak Arsya bos" ucap seseorang disebrang sana. Bayu pun mengerutkan dahi bingung, apa sebenarnya yang telah terjadi.


" yasudah terima kasih atas informasinya, lanjutkan lagi pekerjaan kalian, ingat saya enggak mau menerima kegagalan paham" ucap Bayu penuh penekanan.


" baik boss, kami akan melakukan yang terbaik" Bayu pun memutuskan sambungan telepon, dan memasukkan kembali gawainya kesaku celananya.


Bayu pun melangkahkan kaki menuju meja Siska seketaris Arsya.


" Siska?" panggil Bayu datar.


"iya pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Siska sopan.


" hari ini kita ada pertemuan penting, jadi tolong kamu bantu saya untuk menyiapkan semua bisa?" ujar Bayu, Siska pun mengangguk cepat dan tersenyum manis.


" bisa pak" jawab Siska, Bayu pun tersenyum tipis dan berlalu dari hadapan Siska.


'astaga pak Bayu, walaupun senyuman nya tipis setipis kertas HVS namun entah kenapa rasanya manis banget, ahh pak Bayu jadi makin suka deh aku," gumam Siska dalam hati, Bayu yang sudah berjalan terlebih dahulu menoleh kebelakang dan menatap Siska yang tengah melamun dan senyum-senyum sendiri.


'nih anak gesrek kali ya, senyum-senyum sendiri' batin Bayu, ia pun berteriak memanggil Siska.


" Siska cepatan, jangan sampai saya kesana dan menyeret kamu" teriakan Bayu yang membuat Siska tersadar dari lamunannya.


" iya pak" teriak Siska dan melangkahkan kaki cepat menyusul Bayu.


'baru juga dipuji, eh galak nya kumat lagi, emang dasar pak Bayu untung ganteng kalo jelek udah tak bejek-bejek tuh muka, ehh tapi kan mana berani aku haduh Siska, Siska' gerutu Siska berjalan tergesa-gesa menghampiri Bayu yang telah berjalan lagi.


" hu..hu..pak Bayu jalannya cepet amet sih" ucap Siska ngos-ngosan saat berada disamping Bayu, Bayu pun melirik sekilas dan fokus kembali kedepan.

__ADS_1


"lagian siapa suruh kamu melamun, pake senyum-senyum sendiri kayak orang gesrek aja" jawab Bayu, Siska pun hanya diam dan tersenyum tipis.


'emang aku udah gesrek pak, tapi gesrek karena bapak' batin Siska dan melangkahkan kakinya mensejajari langkah Bayu menuju ruang meeting.


__ADS_2