
Arsya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, saat dipertigaan tak jauh dari perumahan nya, ada sebuah mobil hitam yang melaju dengan kecepatan tinggi, Arsya yang hendak lurus pun langsung mengerem mendadak, sedangkan mobil hitam yang melaju cepat tadi kehilangan kendali dan menabrak pohon yang ada didepannya.
Berkali-kali Arsya beristighfar, ia masih syok akan kejadian itu, Arsya memutuskan untuk melihat keadaan sipemilik mobil hitam itu.
Arsya keluar dari mobil, dan melangkah mendekati mobil itu, saat ia sudah berada tepat di samping mobil itu, Arsya menggedor-gedor kaca mobil itu, namun tak ada jawaban.
Arsya pun melihat kedalam ia terkejut dan menatap tak percaya, sipemilik mobil itu adalah Toni, teman dekat nya yang tega berkhianat.
Arsya kembali menggedor-gedor kaca mobil dan berteriak memanggil Toni.
dor...
dorrr..
dorrr..
" Toni, ton buka ton, Lo enggak kenapa-kenapa kan ton" teriak Arsya terus menggedor kaca mobil, namun tetap tak ada jawaban dari sang empunya mobil, Arsya pun mencoba membuka paksa mobil itu, namun sayang nya mobil itu dikunci.
Arsya kalut, harus bagaimana ia membantu Toni, tak ada satupun orang lewat karena kebetulan sudah memasuki waktu magrib dan sepertinya akan hujan.
Arsya mengambil gawainya yang ia simpan disaku celana nya, ia pun langsung berseluncur pada benda pipih itu dan mencari kontak Bayu, setelah itu ia pun melakukan panggilan suara, panggilan suara pun terhubung.
"Assalamualaikum, bosss" sapa Bayu disebrang sana, ia baru saja melaksanakan sholat Magrib.
__ADS_1
" waalaikumsalam, Bayu cepat kamu kesini sekarang!!!, nanti alamatnya saya share melalui WA" ucap Arsya panik, Bayu yang mendengar nya pun mengerutkan dahi bingung.
"pak bosss kenapa?" tanya Bayu yang juga ikut cemas.
" udah cepatan kamu kesini aja, enggak usah banyak omong, saya tunggu dalam waktu 10 menit kamu harus ada disini oke,". ucap Arsya penuh penekanan.
" tapi boss say..." belum Bayu menyelesaikan kalimatnya, Arsya sudah memutuskan panggilan teleponnya.
'huh ada apalagi sih pak bosss, kebiasaan deh main putus sambungan telepon, untung boss sendiri kalo enggak udah saya cakar-cakar tuh muka, seenak jidatnya aja' gerutu Bayu langsung menyambar kunci mobilnya dan berlalu pergi, Bayu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
*****
Arsya terus berusaha memanggil nama Toni, namun tetap saja tak ada respon.
meskipun Toni telah mengkhianati nya, namun Arsya tak pernah dendam dengan nya, hanya saja Arsya terlanjur sakit hati dan kecewa kepada Toni.
" bosss" panggil Bayu menepuk pundak Arsya, Arsya pun langsung menoleh dan menatap datar Bayu.
"udah datang kamu Bay" tanya Arsya dingin, Bayu pun hanya mengangguk cepat.
"pak boss, nyuruh saya datang kesini buat apa? saya sampe ngebut loh tadi, kirain saya bapak kenapa-kenapa?" tanya Bayu menatap Arsya dari atas sampai bawah, ia bersyukur tidak terjadi apa-apa pada bossnya itu.
"Bay, tolong kamu bantu saya buat menyelamatkan pemilik mobil ini?" ucap Arsya, Bayu pun menatap mobil didepan mereka dengan dahi berkerut.
__ADS_1
" emangnya siapa pak yang ada didalam, terus kenapa mobilnya bisa nabrak pohon gini?" tanya Bayu bingung, ia pun berusaha membuka pintu mobil, namun nihil.
" nanti aja saya jelaskan yang terpenting kita selamatkan dulu orangnya" ucap Arsya dingin, Bayu mengangguk cepat.
"boss sepertinya kita harus memecahkan kacanya boss, agar kita bisa segera menolong nya" usul Bayu, yang dibalas anggukan kepala oleh Arsya.
Bayu pun mencari batu besar untuk memecahkan kaca mobil itu.
" boss bisa minggir, saya akan membacakan kacanya" Bayu mengambil ancang-ancang untuk memecahkan kacanya, Arsya mengangguk dan bergeser dikit untuk menghindari pecahan kaca.
Braakkkkkkk...
Bayu memecahkan kaca mobil itu, setelah kacanya pecah Bayu mendekati pintu mobil itu dan berusaha membuka pintu mobil, setelah berhasil membuka pintu mobil, Arsya dan Bayu berhasil mengeluarkan Toni dari dalam mobil dan segera berlalu membawa Toni kerumah sakit terdekat.
Di perjalanan kerumah sakit gawai disaku arsya bergetar, diambilnya benda pipih itu dan dilihatnya layar yang tertera nama Raisa, dengan segera Arsya pun langsung menggeser tombol hijau panggilan suara pun terhubung.
"halo assalamualaikum bang, Abang dimana kok belum sampai rumah?" cerca Raisa dengan suara yang terdengar panik, Arsya yang mendengar nya hanya tersenyum simpul.
"waalaikumsalam dek, Abang lagi dalam perjalanan menuju rumah sakit" jawab Arsya jujur.
" rumah sakit? siapa yang ?" tanyaRaisa panik, ia takut terjadi apa-apa dengan Arsya, apa lagi Arsya bilang kata rumah sakit, bertambah lah rasa cemasnya.
"issss, kebiasan deh teriak kayak gitu, Abang lagi nganterin teman dia kecelakaan" jelas Arsya, Raisa yang mendengar nya pun menghela nafas lega.
__ADS_1
" Ohya udah kalo gitu Abang hati-hati ya, jangan lupa istirahat, kalo semuanya udah selesai Abang langsung pulang oke" ucap Raisa.
"iya sayang siap" ucap Arsya dan mengakhiri panggilan telepon.