Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 75


__ADS_3

Sedari tadi Raisa mondar-mandir dikamar nya, sembari memegang gawai nya ia terus berjalan kesana kemari sesekali matanya melihat kelayar gawai nya.


" haiss, bang Arsya kok belum ngabarin sih" gerutu Raisa, ia melemparkan gawai nya keatas ranjang.


Ting..


sebuah notifikasi masuk, dengan cepat ia mengambil gawai tersebut senyum tipis terukir diwajah cantiknya.


seketika senyum tipis nya sirna berganti dengan raut wajah bingung.


[cepat tinggal kan Arsya, jika kamu tidak mau jangan salahkan saya akan berbuat kejam] .


[maaf ini siapa ya, jangan coba-coba mempermainkan saya] balas Raisa.


"kok belum dibalas sih, padahal udah dibaca" gerutu Raisa, pasalnya sudah lima menit berlalu namun pesan nya belum dibalas oleh nomor tidak dikenal itu.


Drrrrtttt, gawai Raisa bergetar ternyata itu telepon dari nomor yang tidak dikenal itu.

__ADS_1


Dengan cepat Raisa menjawab panggilan tersebut.


" halo assalamualaikum" ucap Raisa saat panggilan telepon telah terhubung.


"halo" ucap Raisa lagi saat tidak ada suara yang menyahut disebrang sana.


" jangan coba-coba mempermainkan saya ya, saya tidak ada urusan apa-apa sama anda, kenapa anda tidak berbicara, jika anda tidak berbicara lebih baik saya matikan saja, buang-buang waktu saya saja" ucap Raisa tegas, saat ia ingin menekan tombol merah tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan yang berbicara.


"tinggalkan Arsya" ucap orang itu dengan penuh penekanan.


"itu tidak penting, yang terpenting adalah cepat kamu tinggalkan Arsya" ucap orang tersebut dengan senyuman miring, orang tersebut tak lain adalah Tika.


"enggak, saya enggak mau, kamu siapa sih? jangan coba-coba berbuat usil ya sama saya?" ancam Raisa, Tika yang mendengar nya hanya tersenyum miring.


" enggak usah banyak bacot, kalau kamu tidak mau menuruti perintah saya, jangan salah kan saya jika saya berbuat jahat"


"sebenarnya kamu siapa sih? saya enggak kenal sama kamu?" tanya Raisa tegas, namun panggilan tersebut telah diputus secara sepihak oleh orang itu..

__ADS_1


" halo, heii halo" teriak Raisa.


" Astaga udah dimatiin, siapa sih usil banget" gerutu Raisa kesal.


Dilain tempat Tika merasa senang karena telah berhasil meneror Raisa, tekadnya untuk merebut Arsya kembali semakin bulat, tak ia hiraukan lagi hubungan baik yang telah ia jalin dengan Raisa, bagi Tika Arsya adalah yang terpenting dalam hidup nya.


"pokoknya kamu harus jadi milikku lagi sya, tak perduli siapa yang akan dihadapi, tak perduli jika dunia menentang, akan ku pastikan kamu akan kembali lagi padaku sayang, cinta sejati mu" ucap Tika tersenyum miring dan mencium bingkai foto Arsya.


" asal kamu ta sya, setiap saat cintaku kepadamu tak pernah luntur, dari dulu sampai sekarang dihati ku cuma ada kamu sya, cuma ada nama kamu Arsya, andai saja aku tidak tergiur oleh Toni si brengsek itu, mungkin kita sudah membina rumah tangga kita berdua, bukan nya rumah tangga kamu dan Raisa, Raisa kamu memang teman yang baik buat ku, tapi maaf Arsya Lebih penting dibandingkan hubungan kita" Tika menghempaskan tubuhnya diatas ranjang dan mulai memejamkan matanya.


Raisa merasa bingung, siapa orang yang telah menerornya itu, ia merasa hidupnya selama ini baik-baik saja, bahkan ia tak pernah menyakiti atau memusuhi seseorang, tapi entah kenapa perasaan nya menjadi tidak tenang, apalagi ini berkaitan dengan rumah tangga nya.


Raisa mengambil gawainya dan memblokir nomor tersebut, setelah itu ia pun mengirim kan pesan kepada Arsya.


[assalamualaikum bang, Abang udah sampai kan? Abang baik-baik aja kan? kenapa enggak ngabarin Raisa? Raisa khawatir tau sama Abang? yaudah kalo urusan Abang udah selesai cepat pulang ya, Raisa rindu Abang 🤗].


Terkirim dan hanya ceklis, Raisa kembali meletakkan gawai nya, ia pun merebahkan diri nya diatas ranjang, sebisa mungkin ia melupakan kejadian tadi, ia tidak mau membuat dirinya stress dan berdampak pada calon bayi nya itu.

__ADS_1


__ADS_2