Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 105


__ADS_3

"mama kenal sama Siska ?" tanya Bayu saat berada tepat di dekat mama Ika yang sedang fokus menonton televisi di ruang keluarga.


" astaghfirullah ni anak ngagetin aja, datang tiba-tiba kayak jalangkung aja kamu bay datang tanpa di minta" ucap mama Ika yang sebelumnya ia tidak menyadari kedatangan sang putra.


"ya elah apaan sih ma, Bayu nanya kenapa enggak dijawab"


" lahh emang kamu nanya apa sih, mama enggak dengar dengan jelas soalnya?" ucap mama Ika bingung.


" Astaga mama, Bayu nanya mama kenal Siska dari mana?" tanya Bayu, sembari mencomot cemilan dari tangan mama Ika.


" haiss, ni anak kebiasaan deh main comot aja tuh tangan, mau ni di pites?" tanya mama Ika dengan senyuman tipis.


" hehe, dikit doang kok ma, entar Bayu ganti deh 10 kali lipat " cengir Bayu


" beneran ya, awas loh kalo bohong " ucap mama Ika tersenyum.


" iya, janji Bayu enggak akan bohong, sekarang jawab pertanyaan Bayu tadi?" ucap Bayu tak sabaran.


" kamu ini kok kayak enggak sabaran banget, mama kenal sama Siska sebenarnye baru hari ini sih, lebih tepatnya saat di halaman mall, mama kan lagi bawa barang belanjaan tuh, ehh tiba-tiba kepala mama pusing banget bay, sampai-sampai barang belanjaan mana jatoh dan berantakan semua, alhamdulilah ada Siska yang datang bantuin mama." jelas mama Ika, Bayu hanya mendengarkan dengan seksama.


" tapi sekarang mama baik-baik aja kan, masih pusing?" tanya Bayu khawatir.


" Alhamdulillah mama baik-baik aja sekarang, waktu dalam mobil Siska mijitin kepala mama jadi agak mendingan deh" jawab mama Ika tersenyum tipis.


" ooh, gitu alhamdulilah deh kalo mama baik-baik aja" ucap Bayu, ia pun memilih fokus untuk menonton televisi didepan nya.


" ehh bay, dari yang mama dengar Siska itu masih lajang loh?" Bayu pun menoleh kewajah yang mama, ya saat ini Bayu tengah tiduran di pangkuan sang mama.


" lahh terus apa hubungannya sama Bayu ma?" tanya Bayu bingung

__ADS_1


" astaghfirullah ni anak, kamu kan juga lajang dia juga lajang, cocok tuh "


"cocok apa nya sih ngaco deh mama?" ujar Bayu sembari mencomot cemilan ditangan mama Ika.


"ya Allah, mama juga pengen Bayu punya menantu dan cucu, emangnya kamu enggak kasihan apa sama mama, mama ini semakin hari semakin tua loh, nanti kalo mama pergi belum sempat tercapai cita-cita mama yang itu gimana?" ujar mama Ika dengan wajah sendu


" astaghfirullah apaan sih mama ini ngomong nya ngawur, enggak baik tau enggak" sergah Bayu bangkit dari pangkuan sang mama.


" ya lagian kamu nya, kayak betah amat ngelajang, memang nya kamu enggak mau apa punya istri, punya anak?" tanya mama Ika dengan wajah sendu, Bayu yang melihat nya pun serba salah bukan nya ia tidak mau memiliki keluarga, anak dan istri. Namun ia masih belum bisa seutuhnya melupan wanita yang teramat ia cintai setelah mama Ika.


Cinta nya yang teramat besar untuk wanita itu menyebabkan ia agak sulit untuk membuka hati.


"tuh kan kamu diam aja setiap mama ngomong kayak gitu," ucap mama Ika tampak kesal.


Bayu bangkit dari duduknya dan berlalu pergi.


" Bayu kamu mau kemana, mama belum selesai bicara Bayu?" teriak mama Ika, namun tak di hiraukan oleh sang putra.


Bayu menatap nanar ikan koi yang sedang berenang bebas di dalam kolam, saat ini Bayu tengah duduk di samping kolam tak terasa ingatan nya pun melayang ke beberapa tahun silam, dimana ia dan Mika masih bersama.


Terlihat gurat kebahagiaan di wajah kedua insan itu.


"Mika kamu mau kan nikah sama aku?" tanya Bayu penuh harap, ia membungkuk dihadapan mika sembari memperlihatkan cincin yang tengah ia pegang, Mika yang terlihat sedikit syok pun mengangguk kecil ia bahagia, sangat bahagia dimana momen yang sangat ia impikan akhirnya terjadi hari ini juga.


"iya bay aku mau" jawab mika dengan mata berbinar, Bayu pun memasangkan cincin yang ia beli itu di jari manis Mika.


" terima kasih ya Mika, kamu sudah mau merima aku untuk menjadi pasangan hidup mu, in syaa Allah aku janji akan selalu membuat kamu bahagia" ucap Bayu tersenyum manis terlihat jelas raut kebahagiaan di wajah tampannya itu.


" aku yang seharusnya berterima kasih sama kamu bay, terima kasih telah menjadikan aku wanita satu-satunya dalam hidup kamu setelah mama Ika, terima kasih telah mau berjuang dan menerima segala kekurangan ku, semoga rencana baik kita dipermudah oleh Allah ya bay" ucap mika dengan suara yang sedikit parau.

__ADS_1


"Aamiin ya Allah, iya sayang sama-sama " jawab Bayu tersenyum manis.


Disaat kenangan manis itu berputar, peristiwa tragis yang tak pernah dikehendaki pun terlintas begitu saja di benak Bayu.


Tepat di depan matanya sang pujaan hati kembali untuk selama-lamanya, jika saja ia bisa lebih cepat waktu itu mungkin kemalangan itu tidak akan terjadi.


Melihat wanita yang sangat ia cintai tergolek lemah dengan bersimbah darah di jalanan, membuat tungkai kaki Bayu melemas seketika.


Mobil hitam yang menabrak sang kekasih pun pergi begitu saja, Bayu yang berada tak jauh dari tempat itu pun hanya bisa terdiam sejenak di tempat.


Syok, tak percaya, dah terpukul pasti nya yang ia rasakan. Bayu pun berlarian menghampiri sang kekasih, dengan sigap ia mengangkat kepala mika keatas pangkuan nya.


" Mika? sayang bangun mika?" ucap Bayu panik menepuk lembut pipi mika.


" mika, mika, mika" ucap Bayu lagi berusaha untuk menyadarkan sang kekasih, namun nihil, gadis cantik nan baik hati itu kini telah pergi untuk selama-lamanya, kecelakaan yang merenggut nyawa.


Bayu memegang tangan mika memastikan bahwa ia masih ada pun hanya bisa menatap sendu wajah mika yang telah memucat itu, tampak senyum tipis diwajah cantik itu.


Bayu menangis sejadi-jadinya,ia merasa gagal dalam menjaga mika, dunia nya terasa hancur, hidup nya seakan ikut pergi bersama Mika. Kini separuh jiwa nya, separuh nafasnya telah pergi jauh dari nya, bahkan tidak akan pernah kembali.


" Mikaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!" teriak Bayu, ia menangis sejadi-jadinya kini tak ada lagi senyuman manis dari wajah cantik itu, yang ada kini wajah pucat dan darah yang keluar dari hidung nya.


" kenapa ya Allah? kenapa harus Mika?" ucap Bayu lirih, ia pun menggendong tubuh Mika yang telah dingin itu kearah mobilnya.


Ia pun memutuskan untuk membawa Mika pulang kerumah Mika.


Tak terasa air mata Bayu pun mengalir begitu saja saat bayangan kejadian yang membuat separuh hidupnya itu pergi.


Kini iapun sadar Mika bukan lah jodoh nya, ia sadar jika mika telah berbahagia diatas sana, ia pun yakin jika Mika juga ingin melihat dia bahagia.

__ADS_1


" semoga kamu bahagia ya mika diatas sana, kamu enggak usah khawatir aku disini baik-baik saja." lirih Bayu ia pun bangkit dari duduknya dan berlalu pergi.


__ADS_2