
Sayup-sayup terdengar adzan subuh telah berkumandang, Raisa pun memaksakan dirinya untuk segera bangun, meskipun mata rasanya enggan untuk membuka.
Raisa pun langsung beranjak dari tempat tidur dan berlalu kekamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu ia pun menghampiri Arsya yang masih tertidur lelap.
" bang bangun udah subuh" sembari berbisik di telinga, namun bukan nya bangun Arsya hanya menggeliat saja.
" abang bangun" ucap Raisa meneepuk pelan pundak Arsya, lagi-lagi Arsya pun belum bangun- bangun juga.
" Abang bangun udah subuh" teriak Raisa kesal didekat telinga Arsya. Alhasil Arsya pun terbangun dari tidurnya dan menatap tajam kearah Raisa
" kenapa natap adek kayak gitu" sembari berkacak pinggang dan Raisa balas menatapnya tajam.
'Emang dia pikir aku nggak berani apa? jangan mentang-mentang dia suamiku,terus aku nggak berani gitu' batin Raisa
" Enggak kenapa-kenapa kok, abang cuma membuka mata lebar-lebar dan tajamkan penglihatan kok, biar nggak merasa ngantuk lagi" cengir Arsya, Raisa pun hanya menatap nya jengah.
" yaudah bersih-bersih sana, adek tunggu disini" ucap Raisa sembari menatap tajam Arsya.
" iya ibu negara siap laksanakan" cengir Arsya dan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
setalah itu mereka pun melaksanakan kewajiban dua rakaat berjamaah.
selesai sholat Arsya pun melakukan rutinitas pagi nya yaitu olahraga, sedangkan Raisa turun ke bawah untuk membantu bi Sumi menyiapkan sarapan.
" pagi bi Sumi?" sapa Raisa kepada bi Sumi yang terlihat sibuk didapur.
" pagi juga non" jawab bi Sumi setelah melihat Raisa sudah berada disampingnya.
Mereka pun melanjutkan aktivitas memasak dengan mengobrol dan sesekali tertawa, sampai dengan selesai.
" semuanya udah siap bi" ucap Raisa sembari menata makanan diatas meja
" sudah non" jawab bi Sumi sembari berlalu untuk membersihkan peralatan masak yang masih berantakan.
__ADS_1
" yasudah, aku mau panggil bang Arsya dulu ya bi, bi Sumi jangan lupa sarapan nya" peringat Raisa kepada bi Sumi, karena beliau jarang sekali sarapan pagi.
Bi Sumi pun mengangguk patuh, setelahnya Raisa pun berlalu keatas untuk memanggil Arsya.
" bang sarapannya udah siap yuk turun" ajak Raisa setelah sampai ditempat khusus untuk Arsya berolahraga, Arsya pun menghentikan aktivitasnya dan berjalan beriringan dengan Raisa menuju meja makan.
***
Malam ini Raisa dan Arsya tengah asyik menikmati film disiaran tv ikan terbang itu, dengon posisi kepala Arsya diatas pangkuan Raisa.
"Abang" panggil Raisa yang tengah sibuk menonton televisi, namun yang dipanggil hanya diam saja.
" bang" panggil Raisa lagi, namun tetap sama Arsya hanya diam, Raisa pun mulai kesal karena merasa dikacangi oleh Arsya, Raisa pun melirik kearah Arsya ternyata dia sudah tertidur dipangkuan Raisa.
'Em..pantesan kagak ada sahutan ya, ternyata bang Arsya tidur, kayaknya dia kelelahan deh, maafkan adek ya bang belum bisa jadi istri yang terbaik buat abang, tapi adek janji akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk abang' batin Raisa sembari mengusap lembut rambut Arsya.
Setengah jam berlalu rasanya paha Raisa keram, dan mata pun rasanya sangat mengantuk, Raisa pun memutuskan untuk membangunkan Arsya.
" Abang bangun ya, kita pindah kekamar" ucap Raisa yang mengusap lembut pipi Arsya.
Raisa pun hanya tersenyum menanggapinya.
" ya udah sekarang kita kekamar yuk bang, adek udah ngantuk ni" ajak Raisa kepada Arsya dan mengandeng tangannya.
***
Jam 3 dini hari Raisa terbangun dari tidur karena lapar, ia pun langsung beranjak dari ranjang menuju pintu kamar dan berlalu turun kebawah.
Saat Raisa tengah asyik mengunyah makanan tiba-tiba ada orang yang menepuk pundak nya, spontan ia pun merasa terkejut sekaligus takut, namun saat ia hendak menoleh Arsya udah duluan duduk didepan ku.
'emang dasar bang Arsya suka banget ngagetin orang, untuk aja aku nggak ada riwayat penyakit jantung' batin Raisa
" lagi ngapain dek?" tanya Arsya dengan tatapan sayunya.
__ADS_1
" adek lagi makan bang laper"
" kenapa nggak bangunin abang aja" tanya Arsya
" nggak apa-apa bang, adek bisa sendiri kok" jawab Raisa
" tapikan kamu bisa minta tolong abang loh buat ambilin kamu makanan kebawah"
" adek nggak tega buat bangunin abang" jawab Raisa dengan suara lirih.
" yasudah sekarang kamu cepat habiskan makanannya terus kita kembali tidur"
" iya bang" patuh Raisa
Akhirnya Raisa pun makan ditemani oleh Arsya, kasihan sampai-sampai tertidur dimeja makan karena menunggu Raisa selesai makan.
" bang adek udah nih makannya " ucap Raisa sembari mengguncang lembut bahu Arsya.
" emm, udah selesai dek makan nya?" tanya Arsya dengan suara serak.
" iya yuk kita keatas bang"
" iya dek, abang udah ngantuk banget ni, nunggu kamu makan lama banget"
setibanya dikamar Raisa pun merebahkan dirinya diatas ranjang, Arsya pun dengan sigap menarik selimut dan menyelimuti Raisa.
" maaf ya bang gara-gara nunggui adek makan abang jadi ketiduran dimeja makan deh" lirih Raisa
" nggak apa-apa dek ya udah sekarang kamu tidur ya nggak baik ibu hamil sedih gitu"
" iya bang, good night suamiku"
" good night too istriku" ucap Arsya dengan mengecup pucuk kepala Raisa
__ADS_1
Selanjutnya mereka pun terlelap dalam mimpi masing-masing.