Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 26


__ADS_3

Pagi ini Arsya memutuskan untuk menyusul Raisa ke rumah neneknya yang ada di Bandung.


Arsya sengaja tidak memberi tau Raisa akan kedatangan nya, niatnya sih ia ingin memberikan surprise kepada Raisa.


Arsya menuruni anak tangga dengan penuh semangat, saat tiba dimeja makan Arsya langsung menyantap sarapan paginya.


Setelah selesai sarapan Arsya memanggil bi Sumi yang berada di dapur untuk memberi tahu bahwa ia akan berangkat ke Bandung untuk waktu 3 hari kedepan. iya cuma 3 hari karena banyaknya kerjaan dan urusan lainnya tentang perusahaan membuat waktu Arsya untuk melepas rindu kepada istri tercinta hanya sebentar saja.


" bi, bi Sumi" panggil Arsya


Bi Sumi pun datang dengan tergopoh-gopoh dari belakang.


" iya den ada apa? ada yang bisa bibi bantu? atau bibi kerjakan?" tanya bi Sumi dengan sopan nya.


"enggak ada kok bi, Arsya cuma mau bilang kalo Arsya mau berangkat ke Bandung nyusul mama papa dan Raisa selama 3 hari kedepan, jadi Arsya titip rumah sama bibi ya" jelas Arsya dengan senyuman mengembang di bibirnya.


Bi Sumi pun mengangguk patuh.


" iya den, kira-kira den Arsya mau berangkat jam berapa?" tanya bi Sumi.


" ini udah mau berangkat bi, bibi jaga kesehatan ya jangan terlalu kecapean ok"


"iya den, ya udah den Arsya hati-hati ya dijalan semoga selamat sampai tujuan" doa Bi Sumi yang langsung diaamiini oleh Arsya.


" Aamiin, makasih ya bi, Arsya sayang sama bibi" tulus Arsya dan memeluk bi Sumi.


" iya den bibi juga sayang sama den Arsya" haru bi Sumi.


" yaudah Arsya berangkat ya bi, assalamualaikum" pamit Arsya langsung mencium punggung tangan bi Sumi.

__ADS_1


" iya den waalaikumsalam" ucap bi Sumi saat Arsya telah berlalu dihadapan nya, bi Sumi merasa sangat terharu karena Arsya sangat menyayangi nya, dan sudah menganggap nya seperti ibunya sendiri, kemudian bi Sumi pun melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda.


****


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam Arsya pun sampai di pekarangan rumah neneknya.


Arsya pun keluar dari mobilnya dan berjalan menuju teras rumah neneknya, rumah nenek Arsya tidaklah mewah dan besar seperti rumah orang tua Arsya, namun rumah neneknya nya sangat lah asri dimana banyak tanaman bunga yang terawat didepan terasnya.


Arsya memasuki rumah karena pintu rumah terbuka, Arsya berjalan menuju ruang keluarga, ia melihat Raisa tengah menyuapi neneknya makan, Raisa sangat sabar dan teliti dalam menyuapi neneknya, Arsya yang terus memperhatikan gerak-gerik mereka pun tersenyum manis, betapa beruntungnya ia memiliki Raisa yang dengan tulus merawat neneknya yang sudah renta itu, sesekali mereka tertawa riang saat sedang berbicara.


Saat mereka tengah asyik berbincang dan tertawa tiba-tiba suara deheman seseorang menghentikan tawa mereka.


"ehem" Arsya yang sedari tadi sudah berada dibelakang mereka, sontak mereka menoleh secara bersamaan kebelakang, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat sosok Arsya yang sedang tersenyum tipis.


" Abang" teriak Raisa senang


Raisa pun berjalan menghampiri Arsya yang sedang berdiri, dan menatap Arsya tak percaya.


" ini beneran bang Arsya? suamiku?" tanya Raisa saking tidak percaya nya karena ia tahu kalau Arsya sangat sibuk sekali sehingga untuk kesini pun ia tidak memiliki waktu luang.


"iya iyalah sayang ini aku suami kamu yang ketampanan nya tiada tara ini," bangga Arsya dan berjalan bergandengan dengan Raisa menuju tempat duduk neneknya.


"apaan sih PD banget jadi orang," kesal Raisa, Arsya pun hanya tersenyum tipis menanggapi nya.


" nenek apa kabar? gimana sehat-sehat ajakan ? nggak ada yang sakit lagi kan? bilang sama Arsya kalo ada yang sakit ya nek?" tanya Arsya


belum sempat neneknya menjawab semua pertanyaan nya Arsya pun kembali memberondong neneknya dengan pertanyaan nya lagi.


" nenek rindu nggak sama cucu nenek yang ketampanan nya tiada tara ini? Arsya pun sama juga rindu buanget sama nenek, gimana nek udah lama nggak ketemu Arsya makin ganteng kan nek iya nggak? udah nggak usah dijawab emang cucu nenek ini tampannya tiada tara " bangga Arsya, nenek Uti pun langsung menjewer telinga Arsya saking dongkol nya.

__ADS_1


" isss apaan sih nek cucunya baru datang udah dijewer kayak gini, emang nenek nggak sayang sama Arsya ya?" rengek Arsya, namun nenek Uti pun hanya geleng-geleng kepala.


"kamu ini sya, udah punya istri kok masih kayak anak kecil aja? nggak malu apa udah mau jadi bapak kok kelakuan masih nggak berubah" ucap nek Uti, Arsya pun hanya cengengesan saja.


" ohya dek mama papa mana kok nggak kelihatan?" tanya Arsya sembari celingukan mencari keberadaan mama dan papa nya.


" mama dan papa lagi jalan-jalan bang, katanya mau mengulang masa-masa muda mereka dulu" jelas Raisa yang dibalas anggukan kepala oleh Arsya.


" ck, udah tua masih aja sok romantisan, nggak ingat umur " kesal Arsya


" ya biarin emang cuma kamu yang mau romantisan kita juga mau lah" ucap papa Andre saat mereka telah sampai di belakang Arsya, sontak Arsya pun langsung menoleh dan tersenyum manis menampilkan deretan giginya yang rapi.


" eh mama dan papa udah pulang? udah puas bernostalgia nya?" ejek Arsya


" kamu ini sya suka banget usilin orang tua, kualat baru tau rasa kamu" omel mama Maya.


" yaelah mama gitu amet sama anak sendiri," melas Arsya, namun Mama Maya dan papa Andre pun mengabaikannya.


" kamu udah lama sya nyampenya?" tanya papa Andre saat mereka tengah duduk berhadapan.


" nggak juga sih pa, sekitar 20 menit yang lalu"


" kamu nggak sibuk? kan kamu bilang di perusahaan banyak banget kerjaan?" tanya mama Maya.


" sebenarnya sih beberapa hari ini nggak terlalu sibuk sibuk amat sih pa, maka dari tu Arsya luangin waktu untuk kesini, karena Arsya udah kangen banget sama nenek Arsya yang cauntik ini" ucap Arsya


" eleh bilang aja kalau kamu itu udah kangen banget sama istri kamu, pake bawa-bawa nama nenek segala, dasar modus" ejek mama Maya,


" kok mama tau banget ya apa yang di rasakan anak nya yang tampan ini, uhh jadi makin sayang sama mama" manja Arsya memeluk Mama Maya, semua yang ada disitu pun geleng-geleng kepala melihat tingkah Arsya yang manjanya dari dulu tidak hilang-hilang.

__ADS_1


__ADS_2