Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 22


__ADS_3

" hahaha Arsya, Arsya kamu pikir aku akan takut gitu dengan ancaman mu, Justru dengan sikap kamu yang seperti itu yang membuat ku jadi bersemangat untuk merebut mu kembali" Ucap Tika diiringi dengan tawa jahatnya.


Saat ini Tika sedang berada dibar, ia sering sekali berkunjung kesini untuk menghilangkan beban-beban dihidupnya.


Saat Tika sedang menikmati sebotol bir, seorang pria dengan stelan jas menghampiri nya, orang itu tak lain adalah Riko.


" hai Tik, makin cantik aja Lo sekarang" ucap pria itu.


" hahaha Lo siapa sok kenal sama gue?" pungkas Tika dalam keadaan mabuk.


" sejak kapan Lo minum kayak gini"


" sejak 3 tahun yang lalu, bahkan gue pun sering banget datang kesini."


" Ooh, eh bukannya lo pacarnya si Toni kan ?"


" Lo kenal sama Toni laki-laki bejat itu" tanya Tika dengan badan yang sempoyongan karena efek mabuk.


" iya gue kenal Toni teman gue" Ucap Riko.


" kemana hah si laki-laki bejat itu kabur? kemana ? gue mau buat perhitungan sama dia? akan gue habisi dia" ucap Tika sambil menunjuk-nunjuk wajah Riko.


" gue nggak tau Toni dimana, bukannya lo pacar dia kan seharusnya Lo yang tau dia ada dimana?" heran Riko.


" cihh, pacar dari Hongkong, gue bukan pacar Tino gue cintanya cuma sama Arsya," marah Tika.


" tapikan Lo sendiri yang udah mengkhianati Arsya, lagian lo sendiri yang udah bikin semuanya ancur"


" gue nggak mengkhianati Arsya, nggak mungkin gue lakuin itu, gue sayang banget sama dia"


" udah deh Tik, Arsya sekarang udah punya istri udah hidup bahagia, mendingan Lo jangan lagi ganggu dia, kasian tau Tik dia sangat hancur waktu itu saat tau Lo mengkhianati dia sama si Toni teman bangsat itu." kesal Riko.

__ADS_1


"Nggak gue nggak akan pernah biarin orang lain yang menggantikan posisi gue, sekarang Lo kasih tau siapa istri Arsya sekarang akan gue habisi dia" racau Tika.


" gila lu Tika, gue nggak nyangka lu akan berubah sejahat ini"


" hahaha, gue berubah begini karna Tuhan nggak adil sama gue, asal Lo tau temen Lo si Toni brengsek itu udah ngehancurin hidup gue, dia udah rampas kehormatan gue, terus dia juga udah mencampakkan gue kayak sampah tau nggak Lo" marah Tika dengan memukul mukul meja didepannya.


" hahaha, itu sih salah Lo, itu karma buat Lo" ucap Riko sembari berlalu dari tempat itu meninggalkan Tika sendiri.


*****


Dilain tempat Arsya sedang melakukan sambungan video call dengan Raisa.


Rasanya Arsya benar-benar rindu dengan wanita pujaan hatinya itu, sampai-sampai Arsya bela-belain video call sambil mengetik dilaptop yang ada di pangkuannya.


"dek kapan pulangnya Abang rindu tau" rengek Arsya


" nggak tau bang nunggu kondisi nenek stabil dulu, baru Raisa pulang" ucap Raisa dari sebrang sana.


" idih gombal nya" elak Raisa


" siapa juga yang ngegombal Abang kan seriusan tau" kesal Arsya


" hehe, iya bang ohya bang Arsya sudah makan?"


" sudah dek tadi"


" syukurla, yaudah kalo gitu Raisa matiin ya telponnya takutnya ganggu bang Arsya lagi kerja"


" ya nggak apa-apa sayang, lagian Abang seneng tau kamu temenin"


" itu sih maunya bang Arsya" ledek Raisa

__ADS_1


" tuh kamu tau"


" ihh bang Arsya emang dasar" kesal Raisa


" dasar apa"


" Dasar ngeselin" teriak Raisa


" hehehe, tapi kamu suka kan" goda Arsya


" auuu ahh gelap" kesal Raisa


" nggak kok disini terang tuh tuh" ucap Arsya sambil memperlihat sekitarnya.


" iiihhh bang Arsya" kesal Raisa


" hehehe, yaudah kamu istirahat gih udah larut malam juga nggak baik loh buat kesehatan kamu dan dedek bayi nya," perintah Arsya


" iya udah kalo gitu Raisa matiin ya sambungan video call nya bang Arsya juga jangan terlalu larut malam tidurnya nggak baik tau buat kesehatan" ucap Raisa


" iya .iya nyonya Arsya Widiansyahputra" goada Arsya


" iss, apaan sih Abang " lirih Raisa malu


" yaudah Raisa istirahat dulu ya bang assalamualaikum" ucap Raisa lalu memutuskan sambungan video call nya dengan Arsya.


" waalaikumsalam" ucap Arsya sembari tersenyum memandang gawainya.


Setelah itu Arsya pun melanjutkan kembali perkejaan nya yang sempat tertunda.


Setelah selesai Arsya pun menutup laptopnya dan menaruhnya diatas nakas, kemudian Arsya pun merebahkan tubuhnya diatas ranjang, memejamkan mata menuju alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2