
Saat mereka berempat sedang menikmati makanan tiba-tiba gawai Arsya yang diletakkan nya diatas bergetar, sontak Arsya pun menghentikan aktivitas menguyah makanan didepannya.
Arsya melirik kearah gawainya ia terkejut kala mendapati nomor tidak dikenal yang melakukan panggilan telepon kepada nya.
Arsya pun tak menghiraukan panggilan telepon tersebut, berkali-kali gawainya bergetar, sehingga membuat Reno, Rania,dan Raisa pun mengalihkan pandangannya kearah gawai Arsya yang tergeletak di atas meja.
"kenapa nggak diangkat bang?" tanya Raisa bingung.
" iya nih sya dari tadi bergetar mulu? ganggu suasana aja" ucap Rania kesal.
" nggak apa-apa kok, kayaknya ada orang yang isengin aku deh, nih liat aja nomor nya aku nggak kenal" menunjukkan gawainya.
" coba kamu angkat dulu sya, siapa tau penting" usul Reno.
"nggak usah deh kak, biarin aja " sanggah Arsya.
Mereka pun melanjutkan makan dan sesekali berbincang dan tertawa kecil, sampai mereka merasakan kenyang.
"Alhamdulillah kenyang juga" ucap Rania
" iya kak sama rasanya bega benget diperut soalnya makanan disini enak-enak sih," antusias Raisa
__ADS_1
" yaudah sekarang kamu bayar ya sya, kita nunggu dimobil oke" ucap Rania sembari berlalu bersama Raisa dan Reno.
"astaga dia kira aku mesin ATM apa, mana pesan makanan sebanyak ini lagi, bisa-bisa rugi nih aku gara-gara kak Rania" ucap Arsya sembari geleng-geleng kepala dan berlalu kekasir untuk membayar makanan yang mereka pesan tadi.
Setelah melakukan pembayaran Arsya pun melangkahkan kaki keluar dari restoran dan menuju kearah parkiran dimana Raisa, Rania, dan Reno yang sudah menunggu nya disana.
" lama amet sih kamu sya, ketimbang bayar makanan aja lama amet, udah lumutan nih kita nunggu" ucap Rania ketika Arsya memasuki mobil dan mendudukkan bokong nya disamping Raisa.
" ahh bawel amet sih istri mu kak Reno, ya lama lah orang aku ngantri dulu dikasir mana banyak banget lagi uang yang harus aku keluarin, kak Ran sih pesan makanan seenak jidat aja, abis kagak mubazir iya" ucap Arsya kesal, kerena sudah diomeli oleh kakak sepupunya itu.
" hehe, sengaja sya mumpung gratis kapan lagi coba ditraktir sama pak CEO ini iya kan mas?" cengenges Rania.
"iya dek, yaudah sekarang kita pulang nih udah mau magrib tau, entar keburu abis lagi waktunya" ajak Reno yang mulai melajukan mobilnya membelah jalanan padat ibu kota.
Arsya yang menyadari bahwa Raisa hanya diam saja berniat untuk menjahili istri tercinta nya itu, Arsya pun diam-diam menghembus telinga Raisa, yang sontak membuat Raisa terkejut dan langsung melirik tajam Arsya.
"Abang apaan sih usil banget jadi orang" cibir Raisa kesal
" hehehe, kamu sih dari tadi diam aja, sehingga suamimu yang tampan ini malah dianggurin"
"apaan sih bang jadi orang percaya diri banget" rutuk Raisa sembari mengerucutkan bibirnya, Arsya pun hanya tersenyum tipis melihat nya.
__ADS_1
"eleh tampan dari Hongkong ni, masih tampanan kucing kakak dirumah lagi" ejek Rania, Arsya pun hanya menatap kesal Rania.
Arsya mengepal kan tangan kesal karena ucapan Rania yang membandingkan nya dengan hewan peliharaan nya itu.
Tiba-tiba gawai disaku celana Arsya pun berdering, Arsya pun langsung mengambil benda pipih itu, ia pun terkejut saat melihat nomor tanpa nama yang tertera dilayar gawainya.
Arsya pun langsung mematikan gawainya, ia memiliki feeling bahwa yang menelpon nya berulang kali dengan nomor yang tidak dikenal itu adalah Tika.
Raisa yang sedari tadi menatap Arsya yang gelisah memegang gawai, langsung bertanya.
"Abang kenapa? apa ada masalah dikantor?" tanya Raisa lembut
"nggak ada apa-apa kok semuanya aman" ucap Arsya dengan senyum mengembang di bibirnya.
"tapi kenapa kamu kelihatan gelisah dan nggak tenang gitu sya" ucap Reno yang memperlihatkan gerak gerik Arsya yang terlihat tidak tenang melalui kaca spion didepannya.
" nggak ada apa-apa kok kak" ucap Arsya sesantai mungkin.
" beneran nggak ada apa-apa?" tanya Rania memastikan.
" iya kak Rania sayang" cengir Arsya, Rania pun hanya tersenyum tipis.
__ADS_1
`mau apa lagi sih wanita itu, nggak paham atau apasih kan udah dibilangin jangan ganggu gue lagi, emang nggak ngerti bahasa manusia bikin gue kesal aja, awas aja kalo dia masih berusaha ganggu kehidupan gue, bakal gue hilangin Lo dari muka bumi ini kalo perlu` Batin Arsya dengan hati yang sangat kesal.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit mereka berempat pun akhirnya sampai didepan rumah nenek Uti, karena waktu yang sudah hampir Magrib mereka pun langsung masuk kedalam rumah dan memasuki kamar masing-masing untuk menunaikan kewajiban tiga rakaat nya.