Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 96


__ADS_3

Sebuah mobil sedan berwarna hitam keluaran terbaru berhenti tepat di depan gerbang TK Tunas Harapan.


Rashya mencium punggung tangan sang ayah dengan penuh takzim.


"belajar yang rajin ya sayang, semoga hari mu menyenangkan" Arsya mengelus pucuk kepala sang putra. Rashya pun mengangguk kecil.


" iya ayah siap, ya udah Rashya pamit ayah assalamualaikum" Rashya membuka pintu mobil.


" waalaikumsalam" jawab Arsya saat Rashya sudah keluar.


Rashya melangkahkan kaki nya memasuki area sekolah, beberapa teman nya telah tiba.


Rashya pun berlari mengejar temannya yang telah berjalan didepan nya.


" heiii, Radit" Rashya menepuk pundak sang teman, Radit menoleh dan tersenyum tipis saat melihat Rashya yang sekarang telah berada disamping nya.


"Lashya kamu diantal sama ciapa?" tanya Radit dengan bahasa yang sedikit cadel.


" sama papa, lah kamu sendiri diantar sama siapa?" tanya Arsya balik.


" aku diantal sama kakak ku" jawab Radit, Rashya pun mengangguk dan tersenyum tipis.


Rashya dan Radit pun berjalan bersama menuju kelas.


Setelah memastikan sang putra telah hilang dari pandangan Arsya pun langsung melakukan mobilnya menuju kantor.


Sekitar 15 menit Arsya pun sampai dilobi kantor.


Arsya keluar dari mobil dan memberikan kunci mobil kepada seorang laki-laki yang tengah berdiri disamping mobil nya.


"Tolong diparkir kan ya pak, terima kasih" ucap Arsya, laki-laki paruh baya itu pun mengangguk cepat, dan membuka pintu mobil kemudian berlalu kearena parkir khusus mobil.


Arsya melangkahkan kaki memasuki gedung kantor, dia berjalan dengan santai dan berwibawa, semua karyawan yang melihat kedatangan nya pun menundukkan kepala sebagai rasa hormat.


Arsya pun membalas dengan senyuman tipis diwajah tampan nya.


" Selamat pagi Arsya" sapa Bayu asisten pribadinya yang baru pulang dari luar negeri karena harus mengurus cabang perusahaan Arsya.


Setelah kelahiran Rashya perusahaan Arsya dan berbagai macam bisnis yang ia kelola berkembang pesat, bahkan tak terhitung lagi berapa banyak cabang dan anak perusahaan yang ia kelola, dibantu oleh Bayu sang asisten Arsya menjadi menjadi sedikit tenang karena tidak terlalu keteteran dalam mengurus semuanya.


Mungkin ini yang dinamakan rezeki anak, karena pada dasarnya setiap anak yang lahir ke dunia ini akan membawa rezeki mereka masing-masing.


" pagi juga bay, kamu kapan pulang nya?" tanya Arsya yang terus melangkahkan kakinya.


"semalam pak, " jawab Bayu singkat

__ADS_1


" bagaimana perkembangan disana ?apakah semuanya lancar?" tanya Arsya sembari mendudukan tubuh nya dikursi kerjanya.


" Alhamdulillah pak semuanya berjalan lancar sejauh ini, bahkan produk yang kita pasarkan disana berkembang pesat pak" jawab Bayu yang juga mendudukkan tubuhnya di hadapan Arsya.


" syukur lah kalau begitu, ohya rencananya kapan kamu akan kembali lagi kesana?" tanya Arsya sembari memeriksa laporan di laptop yang ada dihadapannya.


"emm, In Sya Allah Minggu depan pak" jawab Bayu, Arsya mengangguk kecil.


Arsya dengan fokus menatap layar laptop, sesekali matanya memicing saat membaca laporan tersebut.


" Bayu tolong panggil kan Siska agar segera keruangan saya" pinta Arsya, Bayu mengangguk dan bangkit dari duduknya.


Ia pun melangkahkan kaki keluar ruangan untuk memanggil Siska.


Setibanya didepan meja Siska, Bayu mengernyitkan dahinya pasalnya wanita cantik itu tak ada ditempat nya.


Bayu pun celingukan mencari keberadaan Siska namun nihil.


"pak Bayu?" sapa Siska , Bayu pun terkejut saat Siska menyapanya.


" astaga" ujar Bayu mengusap-usap dadanya,


" kamu ini ngagetin saya saja," ujar Bayu kesal, Siska hanya tersenyum tipis.


" hehe, maaf pak lagian saya lihat bapak celangak-celinguk di tempat kerja saya, memang nya bapak nyari apa sih? atau bapak kangen ya sama saya selama di luar negeri?" ucap Siska dengan penuh percaya diri nya, mendengar ucapan Siska pun membuat Bayu hanya memasang muka datar.


" hehe, mangap pak ehh maksud saya maaf, tadi saya abis dari toilet pak biasa panggilan alam, mau enggak mau harus saya tuntas kan" ucap Siska cengengesan.


" ck , yasudah sekarang cepat sana keruangan pak Arsya, entar dia marah lagi nungguin kamu lama yang enggak nongol-nongol batang hidung nya" ucap Bayu tegas, Siska pun mengangguk cepat dan berlalu menuju ruangan Arsya.


Dilain tempat Rania dan anak nya yang bernama Mikayla sedang berada dikediaman Arsya.


"wah Mikayla udah besar ya sekarang, uh makin cantik deh ni kesayangan ounty" ucap Raisa tersenyum manis.


" makasih ounty, ohya ounty Rashya mana kok batang hidung nya enggak kelihatan sih" ujar gadis kecil yang usia nya hanya berbeda 3 bulan dari Rashya itu.


"Rashya lagi sekolah sayang, mungkin bentar lagi pulang " jawab Raisa lembut.


"oh, gitu" jawab Mikayla singkat.


"kamu apa kabar Raisa, kakak kangen loh sama kamu" ucap Rania memeluk Raisa.


" Alhamdulillah baik kak , kak Rania cuma sama Mikayla aja, kak Reno enggak ikut?" tanya Raisa


" iya, mas Reno lagi sibuk dirumah sakit" jawab Rania tersenyum tipis.

__ADS_1


Rania, Raisa pun mengobrol diruang televisi sedangkan Mikayla pergi kekamar Rashya katanya ia ingin beristirahat.


Disaat Rania dan Raisa asyik mengobrol, terdengar salam dari seorang anak kecil yang tak berada jauh dari tempat mereka.


" Assalamualaikum bunda" ucap bocah berusia lima tahun itu, seketika Rania dan Raisa pun menoleh.


" waalaikumsalam sayang" jawab Raisa tersenyum tipis saat melihat sang putra.


" waalaikumsalam kesayangan ounty" jawab Rania pula dengan senyuman mengembang diwajah cantik nya.


Rashya pun mendekat kearah sang bunda dan menyalimi tangan Raisa serta Rania.


" baru pulang sayang?" tanya Rania lembut, Rashya mengangguk kecil.


" iya ounty, ohya ounty sendirian kesini?" tanya Rashya.


" enggak ounty kesini sama Mikayla" jawab Rania,


" lah terus Mikayla dimana sekarang?" tanya Rashya yang celingukan mencari keberadaan sepupu nya itu.


" Mikayla ada dikamar kamu sayang" jawab Raisa, mendengar jawaban sang bunda Arsya pun terkejut.


"apa? kenapa bunda izinin Mikayla masuk ke kamar Rashya?" tanya Rashya dengan raut wajah terkejut nya.


" loh memang nya kenapa sih?" tanya Raisa bingung.


" ahh bunda ini gimana sih, kamar itukan tempat privasi lagian kenapa sih Mikayla itu masuk kekamar cowok, kan enggak bagus" celoteh Rashya kesal, Rania dan Raisa pun hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan bocah Lima tahun itu.


Ia pun segera berlari menuju kekamar nya, dalam hati ia terus mengumpati kelakuan Mikayla yang menurut Rashya itu kurang sopan.


Sesampainya dikamar Rashya terkejut melihat Mikayla yang tengah melihat buku gambar Rashya yang berada di meja belajarnya.


Dengan cepat Rashya mengambil buku tersebut dari tangan Mikayla.


" kamu ngapain sih? ini kan punya aku" tanya Rashya.


" ya aku kan cuma lihat doang emangnya enggak boleh apa?" tanya Mikayla santai.


" enggak" jawab Rashya ketus.


" huh dasar pelit, gambaran kayak gitu doang" ejek Mikayla.


"biarin, lagian kenapa kamu main masuk aja kekamar orang, enggak punya sopan santun banget" cibir Rashya.


"lah emang kenapa terserah aku dong mau masuk kamar siapa lagian ounty Raisa pun enggak keberatan, kok kamu sewot sih?"

__ADS_1


Rashya semakin geram mendengar jawaban dari sepupu nya itu, entah lah setiap bertemu pasti ada saja yang diributkan diantara kedua nya. Sudah seperti Arsya dan Rania saja kedua bocil itu. Mungkin sifat seperti itu telah menurun kepada anak-anak mereka.


__ADS_2