
POV Arsya
Haii every body, pasti udah tau ni kan sama gue babang Arsya yang tampan ini.😁
oke langsung aja ya kita ke intinya.
.
.
Arsya Widiansyahputra, adalah nama lengkap ku, aku merupakan anak tunggal dari pasangan Andre widiansyah dan Maya Sari.
Aku sudah menikah sekitar 5 bulan yang lalu dengan seorang perempuan yang bernama Raisa Salsabila yang usianya dibawah dua tahun lebih muda dariku, meskipun terbilang masih muda namun sikap nya jauh lebih dewasa dibandingkan diriku yang notabennya adalah suaminya.
Dia merupakan adik kelasku disalah satu SMA di Surabaya , Kami pernah tinggal satu daerah, namun sayang saat aku lulus dari SMA mama dan papa memutuskan untuk pindah ke Jakarta, karena alasan bisnis mereka.
Raisa yang masih duduk dikelas 2 SMA pun, tidak tau kalau aku adalah kakak kelas yang pernah mencari-cari perhatian darinya dulu.
__ADS_1
Dia merupakan pribadi yang ceria namun sayang orang nya agak galak, pernah suatu ketika aku dan teman-teman ku berjalan dengan tergesa-gesa di koridor sekolah tiba-tiba tanpa sengaja aku menabraknya, spontan buku-buku yang dia bawapun terjatuh kelantai, saat itu aku dan teman-temanku sedang terburu-buru karena harus menyetor hapalan ke Bu nani guru sejarah yang terkenal killer.
Tanpa merasa bersalah akupun langsung berlalu dari hadapannya, dan tak menghiraukan teriakannya, namun satu kata yang sempat ku ku dengar,
" Dasar Kakak kelas nggak ada otak, nggak ada sopan santun nya, bukannya minta maaf, eh malah nyelonong begitu aja, dia kira dirinya cakep gitu, orang muka pas-pasan kayak tembok gitu aja kok songong." makinya seraya mengambil buku-buku yang berserakan di lantai.
Akupun tak menghiraukan teriakannya, yang ada dipikiran ku sekarang adalah bagaimana aku harus bisa menyetorkan hapalan dengan baik dan lancar dihadapan buk Nani.
Setalah beberapa tahun berlalu, tanpa sengaja aku bertemu kembali dengan gadis itu, gadis yang pernah kutabrak didepan koridor sekolah waktu itu.
Aku berniat untuk menghampirinya, namun tiba-tiba ada seorang laki-laki yang datang menghampirinya, aku pun yang melihat hal itu langsung berlalu dari tempat tersebut.
Setelah kejadian itu, aku dipertemukan kembali dengan gadis itu, gadis yang sedari SMA sudah membuatku penasaran terhadap dirinya.
Aku yang sedang duduk sambil menikmati secangkir cappucino pun terkejut karena tanpa sengaja gadis itu menabrakku, alhasil minuman yang ia bawa pun tumpah mengenai pakaian ku.
"aduh maaf ya, aku nggak sengaja" ucap gadis itu sembari menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"nggak apa-apa kok, lain kali hati-hati ya" balasku singkat.
Ia pun mendongakkan kepalanya seraya menatap ku, seketika ia pun terkejut dan langsung menatap tajam kearah ku.
"kamu, kamu yang waktu itu nabrak aku dikoridor sekolah kan? terus tanpa rasa bersalah kamu berlalu gitu aja, bukannya minta maaf dulu kek basa basi kek, main cabut aja aku masih ingat betul kalau orang itu adalah kamu" ucap gadis itu dengan kesalnya.
"ya maaf, aku kan nggak sengaja, lagian waktu itu aku terburu-buru, sekali lagi maaf ya" jawabku dengan tersenyum tipis.
" ya udah aku maafin, sebagai tanda permintaan maaf, kamu harus mentraktir aku makan gimana?" pungkas gadis berjilbab navy tersebut.
Ini mah mencari kesempatan dalam kesempitan, duh apes ada-ada aja ni bocah, batinku kesal.
"oke fine, kamu boleh pesan apa saja yang kamu mau, tapi ingat jangan banyak-banyak, kamu kira aku mesin ATM kamu apa?" jawabku sambil mencebik.
Ia pun hanya tersenyum manis menanggapi perkataan ku, duh senyuman nya itu dari dulu udah bikin candu buat aku, makin manis aja kamu.
Tak terasa berawal dari situlah kedekatan kami, makin hari pun hubungan kami semakin dekat, hingga 4 bulan sudah pertemuan itu, aku pun memutuskan untuk meminangnya sebagai istriku, ya walaupun aku tau usianya baru 21 tahun sedangkan aku 23 tahun, namun dengan tekad dan niat yang baik ini akupun datang kerumahnya dan meminta dirinya secara baik-baik kepada kedua orang tuanya, dan alhamdulillah ternyata niat baikku diterima dengan baik oleh keluarga Raisa, dan bahkan kami akan menikah dalam waktu dekat ini.
__ADS_1