Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 93


__ADS_3

Arsya menatap dalam wajah ayu Raisa yang tertidur pulas, sejak tadi Raisa terus menangis ibu Anisah dan Arsya pun bingung apa penyebab Raisa menangis.


Arsya mengelus lembut pipi Raisa, rasa syukur tak hentinya ia ucapkan, ia berpikir Raisa akan pergi meninggalkan nya karena melihat dari kondisi Raisa yang saat itu sangat kecil sekali harapan nya untuk sadar, namun Allah berkehendak lain doa-doa yang dipanjatkan untuk Raisa pun akhirnya membuat Raisa kembali sadar dari masa koma nya.


Merasa ada yang menggangu tidurnya Raisa pun membuka kedua matanya, tampaklah Arsya yang tengah tersenyum manis.


"ehh, maaf ya dek kamu jadi keganggu deh tidurnya" ucap Arsya.


Raisa menatap lekat Arsya yang tersenyum manis, lagi-lagi air matanya kembali meleleh.


Arsya yang melihat Raisa menangis pun menjadi kalang kabut dan bingung.


"kamu kenapa nangis dek? ada yang sakit? Abang panggilkan dokter ya?" tanya Arsya panik, Raisa menggeleng kecil dan memeluk erat tubuh kekar sang suami.


Arsya yang tiba-tiba dipeluk oleh Raisa pun terkejut dan bingung, kemudian ia pun membalas erat pelukan sang istri.


"kamu kenapa nangis dek, cerita sama Abang apa yang membuat kamu seperti cemas begini?" tanya Arsya mengelus lembut punggung Raisa.


Raisa tak menjawab ia hanya diam dalam tangis nya, Arsya pun melepaskan pelukannya dan menatap lekat wajah cantik Raisa.


" cerita sama Abang ada apa?" tanya Arsya menangkup wajah Raisa dengan kedua tangannya.


" Abang, waktu Raisa masih koma Raisa melihat bahwa Raisa udah meninggal bang, Raisa melihat semuanya, waktu Raisa dikafani, disholatkan, bahkan hendak dikuburkan, Raisa juga melihat Beta tersiksa dan frustasi nya Abang saat itu. ibu, ayah, mama, papa, kak Rangga, kak Mela, Raka, kak Reno, Kak Rania, bahkan semuanya bang.


Raisa takut bang" ucap Raisa terbata-bata, Arsya memeluk erat tubuh Raisa berusaha menenangkan nya.


Sejujurnya ia pun juga takut mendengar ucapan Raisa, ia takut Raisa benar-benar akan pergi meninggalkannya.


" sudah jangan dipikirkan, itu cuma mimpi aja kok, kan sekarang kamu udah pulih" Arsya berusaha menenangkan Raisa.


" enggak bang itu bukan mimpi, itu nyata bang. terasa nyata banget malahan." ucap Raisa mendongakkan kepalanya, menatap wajah Arsya.


"udah jangan di pikirkan, kan sekarang kamu udah sadar, sudah kembali ke tengah-tengah kami, sekarang kamu istirahat ya biar cepat pulih, memang nya kamu enggak mau apa melihat anak kita?" ucap Arsya menuntun Raisa untuk berbaring.

__ADS_1


Raisa yang mendengar kata "anak kita" pun menatap dalam wajah Arsya.


" anak kita?" ulang Raisa, Arsya mengangguk kecil.


" iya dek anak kita, sekarang dia sedang berada diruang inkubator karena ia lahir prematur" jelas Arsya, Raisa pun langsung menangis mendengar ucapan Arsya.


Ia bahagia mendengar bahwa anak nya selamat walaupun prematur, Raisa pun bangkit dari tidurnya hendak bangkit dari tempat tidur.


Namun dengan cepat dicegat oleh Arsya.


" kamu mau kemana dek?" tanya Arsya, Raisa menghapus kasar air matanya dan menepis tangan sang suami.


" Raisa mau lihat anak kita bang" ucap Raisa menepis lembut tangan Arsya.


"nanti aja dek, sekarang kamu istirahat dulu setelah itu baru kita lihat anak kita bersama-sama oke" Arsya berusaha membujuk Raisa, Raisa menggeleng kecil.


"dek dengerin Abang, kamu harus pulih dulu Abang enggak mau kamu sakit lagi, kalau kamu masih sayang sama Abang turutin apa kata Abang ngerti" ucap Arsya dengan penuh penekanan, Raisa pun hanya bisa mengangguk pasrah.


Raisa pun kembali berbaring ditempat tidur dan mulai memejamkan matanya.


"maafin Abang ya sayang gara-gara masa lalu Abang kamu harus menderita seperti ini, maafin Abang ya sayang." Arsya mengecup lembut kening Raisa, tak lama kemudian ia pun juga ikut tertidur.


Dilain tempat Rania yang mendengar kabar Raisa telah sadar dari koma nya pun menjadi sangat senang, kata syukur pun tak hentinya ia ucapkan kepada sang maha pencipta.


Kini ia pun sedang bersiap-siap untuk pergi ke Jakarta untuk membesuk Raisa yang telah ia anggap sebagai adik sendiri.


" mas Reno ayo cepatan, lama banget sih" teriak Rania dari lantai bawah.


Reno yang sedang menuruni anak tangga pun langsung mempercepat langkahnya.


" Astaghfirullah sabar kenapa dek? nanti mas jatuh dari tangga gimana?" ucap Reno, Rania hanya tersenyum tipis.


" hehe, maaf ya mas habisnya sih mas kamu lama banget aku udah enggak sabar nih mau ketemu sama kembaran aku?" ucap Rania bangkit dari duduk nya.

__ADS_1


" kembaran?" Reno mengerutkan dahinya bingung.


" iya kembaran aku mas, Raisa" ucap Raisa antusias.


" kembar dari Hongkong enggak ada mirip-mirip nya tau, beda jauh malahan cantikan Raisa lagi" Reno berusaha menjahili sang istri.


Rania yang mendengar ucapan Reno pun mendelik tajam Reno pun refleks mengangkat kedua tangan nya dan membentuk huruf V dengan jari-jari tangan nya.


" Hehe, becanda sayang Visss" cengir Reno, Rania pun membuang muka dan berjalan duluan keluar rumah.


" yahh jangan ngambek dong sayang, maaf kan mas cuma bercanda, mas ralat deh ucapan mas tadi, iya deh iya kalian kembar, malahan cantikan kamu dari Raisa" Reno melangkahkan kakinya mengejar Rania, Rania pun tak menghiraukan perkataan Reno ia lebih memilih masuk kedalam mobil.


Reno menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali Reno melirik kearah Rania yang terus cemberut itu.


" tuh muka ditekuk melulu" lirih Reno yang dapat didengar oleh Rania.


"bodo amet" ucap Rania melirik sekilas.


"ehhh ternyata denger toh?" tanya Reno pada dirinya sendiri.


" ya iyalah denger, kamu kira aku budek apa mas, huh bikin aku tambah kesal aja" Raisa bersekap dada.


" hehe, iya enggaklah dek masa iya istri mas yang cantik ini budek, ihhh amit-amit deh" ucap Reno, Rania hanya diam ia pun lebih memilih menikmati pemandangan kota melalui jendela mobil.


Merasa Rania yang tak menghiraukan nya Reno pun melirik kesamping dilihat nya Rania yang telah tertidur pulas, Reno tersenyum tipis dan kembali fokus pada jalanan.


Pasangan ini sering kali berbuat jahil kepada satu sama lain.


Bahkan hubungan mereka lebih mengarah ke kakak dan adik dibandingkan sepasang suami istri.


Sifat kejahilan mereka pun tak ada tandingannya, awalnya Reno pun tak menyangka jika istri nya itu ternyata orang yang sangat jahil.


Saat pertama kali mereka bertemu di acara grand opening pembukaan Restoran milik papa Andre, saat itu Rania hampir terpeleset namun dengan cepat Reno menarik tangan Rania sehingga Rania pun jatuh kedalam pelukan Reno.

__ADS_1


Sejak saat itulah mereka berdua menjadi dekat, bahkan mereka pun mulai berpacaran yang kemudian hubungan mereka berdua pun telah diberi lampu hijau oleh kedua belah pihak keluarga, setelah menjalin hubungan asmara sekitar 2 tahunan akhirnya mereka pun mantap melangkahkan kaki kejenjang pernikahan.


__ADS_2