Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 56


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit mobil yang dikemudikan oleh Bayu pun tiba dirumah sakit. Bayu memarkirkan mobilnya, sedang kan Arsya berlalu kedalam rumah sakit untuk meminta pertolongan pada perawat disana.


"Tolong mas, didalam mobil itu ada korban kecelakaan" ucap Arsya terengah-engah, kedua perawat itu pun mengikuti langkah kaki Arsya dengan membawa brangkar.


Saat tiba disamping mobil Bayu, para perawat itu dengan cekatan dibantu oleh Bayu untuk mengangkat keluar tubuh Toni, setalah nya mereka pun melangkahkan kaki memasuki rumah sakit.


Saat ini Toni sedang ditangani oleh dokter didalam ruang IGD. Arsya dan Bayu yang sedari tadi sedang duduk dikursi tunggu langsung berdiri saat sang dokter baru saja keluar dari ruangan IGD.


" bagaimana keadaan Toni dok?" tanya Arsya menghampiri dokter itu.


"Alhamdulillah tidak ada cidera yang serius pada teman anda, mungkin ia hanya perlu waktu untuk istirahat selama beberapa hari" ucap dokter itu tersenyum tipis, Arsya pun mangangguk paham.


" yasudah kalau begitu saya permisi dulu" pamit sang dokter, Bayu dan Arsya mengangguk cepat.


Arsya dan Bayu pun memasuki ruangan dimana Toni dirawat, karena Toni sudah dipindahkan oleh perawat keruang perawatan inap yang lain.


clekkkk..


pintu dibuka, tampaklah Toni yang sedang tertidur diatas ranjang pasien.


Arsya dan Bayu melangkahkan kaki menuju ranjang Toni.


Merasa ada yang datang Toni pun membuka kedua matanya, ia terkejut saat melihat Arsya yang sedang berdiri disampingnya.


" Ar.. Arsya" lirih Toni dengan suara tercekat, dengan pandangan tak percaya.

__ADS_1


" iya Ton, ini gue Arsya" Arsya tersenyum tipis.


" Lo, yang udah nolongin gue?" tanya Toni, ia pun berusaha bangkit dari tidurnya, namun Arsya dengan cepat mencegat nya.


" udah Lo, istirahat aja, lagian Lo baru sadarkan," ucap Arsya tersenyum tipis, Toni hanya menatapnya diam.


"ohya, berhubung Lo udah sadar gue mau pamit pulang dulu ya, entar Bayu asisten gue yang akan menjaga Lo disini" ucap Arsya tersenyum tipis, dan melirik kearah Bayu yang setia berdiri disampingnya.


"kenapa Lo nolongin gue?" tanya Toni bingung, Arsya yang mendengar hanya tersenyum simpul.


" ya karena gue masih punya hati nurani" jawab Arsya santai, Toni pun hanya diam dengan pandangan lurus kedepan.


"seharusnya Lo enggak usah nolongin gue, biar aja gue mati sekalian" lirih Toni, arysa yang mendengar nya pun hanya tersenyum kecut.


"ya kalo gue tau Lo mau nya kayak gitu enggak mungkin juga gue susah payah bawa Lo ke rumah sakit, mending gue tinggal aja Lo disana, tapi berhubung gue umat Islam jadi gue berhak memberi bantuan kepada umat Islam lainnya yang sedang tertimpa musibah" ucap Arsya tersenyum miring, Toni pun hanya diam dan menundukkan kepalanya.


" baik boss" ucap Bayu mengangguk cepat, Arsya pun tersenyum miring dan berlalu keluar dari ruangan Toni.


Setelah kepergian Arsya, Bayu melangkah kaki menuju sofa yang ada disudut ruangan tempat Toni dirawat.


" ehemm, pak Toni apakah bapak perlu sesuatu?" tanya Bayu saat ia melihat Toni yang selalu saja melirik nya.


" enggak ada" ucap Toni, Bayu pun hanya mengangguk cepat.


" baiklah, kalau begitu sebaiknya pak Toni kembali istirahat, agar lekas pulih" pungkas Bayu, Toni pun mengangguk kecil dan mulai memejamkan matanya.

__ADS_1


Sekitar 20 menempuh perjalanan akhirnya mobil Arsya pun tiba didepan rumah nya, ia pun dengan cepat memasukan mobilnya kedalam garasi.


selanjutnya Arsya pun melangkahkan kaki memasuki rumah, dan berjalan menuju lantai atas dimana kamarnya berada.


Clekkk...


Arsya membuka pintu kamar seulas senyum terbit dibibir nya saat melihat Raisa yang tenga tertidur, dilangkahkan nya kaki pelan agar tak menganggu tidur Raisa.


Arsya meletakkan kunci mobil dan gawainya diatas nakas, kemudian berlalu kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Merasa ada yang datang, Raisa pun terbangun dari tidurnya, ia melirik kesemua arah namun tak menemukan seseorang.


Saat baru menurunkan kakinya kelantai, Raisa mendengar gemericik air dari kamar mandi, ia tersenyum tipis saat menyadari bahwa Arsya sedang mandi.


Sekitar 10 menit Arsya keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai lengkap, rambut yang masih basah pun menambah kesan ketampanannya.


Aryaa tersenyum lebar, dan berjalan menghampiri Raisa yang sedang duduk diatas ranjang.


"loh kok, kamu bangun dek bukannya tadi tidur ya, maaf ya kalo pas abang mandi jadi ganggu kamu deh" ucap Arsya merasa bersalah, Raisa pun menggeleng dan tersenyum tipis.


" enggak kok, Abang enggak ganggu ohya gimana kabar teman Abang kecelakaan itu?" tanya Raisa saat Arsya telah duduk disampingnya.


" Alhamdulillah dia baik-baik saja, enggak ada cidera parah, dia hanya butuh istirahat aja dulu" jawab Arsya tersenyum tipis dan mengelus lembut rambut panjang Raisa.


" Alhamdulillah kalo gitu bang, ohya Abang udah sholat isya" tanya Raisa dan melirik jam diatas nakas yang menunjukkan pukul 20.30.

__ADS_1


" udah tadi dirumah sakit"


"yaudah kalo gitu kita tidur yuk, kasian kamu kayaknya masih ngantuk" ucap Arsya dengen nada mengejek, Raisa hanya mengangguk cepat dan mulai memejamkan matanya.


__ADS_2