Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 46


__ADS_3

Raisa berjalan menghentak-hentakkan kakinya, ia sangat kesal dengan Arsya, selalu saja setiap ia akan pergi bersama teman-temannya, pasti harus dilalui dengan adegan larangan dari Arsya, padahal kan ia hanya pergi bersama Sindi saja, tidak ada yang lain apalagi cowok.


" apaan sih bang Arsya, aku kan pergi dan ketemuannya cuma sama Sindi doang, ribet amet deh punya suami yang suka cemburuan" gerutu Raisa, bi Sumi yang melihat Raisa kesal pun hanya diam saja dan memilih untuk tetap melanjutkan pekerjaannya.


Sekitar 15 menit berlalu Arsya pun turun dari tangga dan melihat Raisa dengan wajah ditekuk kesal, Arsya pun tersenyum tipis dan melangkah mendekat kearah Raisa.


" yuk dek" ajak Arsya menarik lembut tangan Raisa, Raisa pun hanya diam dan berjalan mendahului Arsya.


'ini Riasa kenapa ya? kok aku ditinggal sih' gumam Arsya dalam hati dan melangkah menyusul Raisa yang tengah berada didalam mobil.


Arsya pun buru-buru memasuki mobil dan mulai melajukan kendaraannya.


keheningan terjadi didalam mobil, Arsya melirik Raisa yang tengah asyik memainkan gawainya.


'ini kenapa sih Riasa kok dari tadi diam aja, enggak ada gitu buka suara buat bicara sama aku, apa dia masih kesal ya kerana kejadian tadi' batin Arsya dan kembali fokus pada jalanan.


Raisa yang sedari tadi mengawasi gerak-gerik Arsya melalui ekor matanya hanya acuh saja, ia masih kesal akan sikap Arsya tadi terhadap nya, ia pun melanjutkan lagi berselancar didunia maya nya.


Sekitar 30 menit perjalanan, mobil Arsya pun sampai didepan cafe ceria, Arsya pun langsung memarkirkan mobilnya.


Raisa pun langsung bersiap-siap untuk turun, ia meraih tangan kanan Arsya untuk dicium, setelah itu ia pun langsung membuka pintu mobil untuk turun, namun dengan cepat Arsya mencegat nya.


" aiiss, Abang apaan sih aku mau turun ni enggak enak Sindi usah nungguin aku didalam" ucap Raisa kesal, karena Arsya memegang lengannya.


" entar pulang nya Abang jemput ya," Ucap Arsya tersenyum manis, Raisa pun hanya mengangguk cepat.

__ADS_1


"terserah Abang deh, yaudah lepasin tangan Raisa, Raisa mau turun nih" Arsya pun langsung melepaskan tangannya, Raisa pun bergegas membuka pintu mobil dan turun kemudian melangkahkan kaki memasuki cafe ceria.


Setelah mengantar Raisa, Arsya pun melajukan mobilnya menuju kantor.


Didalam cafe ceria, Raisa dan Sindi pun sedang berbicara dan sesekali tertawa.


"wah udah lama enggak ketemu udah bunting aja nih kamu Raisa" Ucap Sindi terkekeh kecil.


"haha, kamu ini bisa aja, lagian kamu sih sibuk banget, jadi enggak punya waktu kan buat ketemu sama aku" Ujar Raisa, Sindi pun hanya tersenyum tipis.


" ya mau gimana lagi sa, aku kan single parents jadi aku harus bekerja lebih keras untuk menghidupi aku dan anakku Kimmy" lirih Sindi raut wajahnya pun mulai berubah sendu, Raisa yang melihat perubahan raut wajah Sindi pun merasa bersalah.


"maafin aku ya sin, aku enggak bermaksud kayak gitu" lirih Raisa, Sindi pun menetap Raisa dan tersenyum tipis.


" udah enggak apa-apa kok sa, santai aja" Ujar Sindi , Raisa pun tersenyum tipis.


"Alhamdulillah sa, baik" jawab Sindi.


" kok enggak kamu ajak sih sin, aku kangen tau sama Kimmy"


"sebenarnya sih tadi Kimmy mau ikut, cuma kan dia harus sekolah sa," jawab Sindi tersenyum tipis.


" ooh, iya juga ya" Riasa tersenyum manis, dan melanjutkan kembali makannya.


" kandungan kamu udah berapa bulan sa?" tanya Sindi, Raisa pun langsung melirik Sindi dan tersenyum tipis.

__ADS_1


" baru 3 bulan sin, doain ya semoga lancar sampai lahiran nanti"


" iya sa tentu saja, aku akan selalu mendoakan yang terbaik buat kamu" Sindi menggenggam tangan Raisa, dan tersenyum lebar.


" eh kapan-kapan main yah kerumah ajak Kimmy juga aku rindu banget tau sama dia" pinta Raisa, Sindi pun mengangguk cepat, dan tersenyum tipis.


" iya sa, In Sha Allah"


Dilain tempat Arsya sedang fokus menatap layar laptop dihadapannya, sesekali ia melirik jam dipergelangan tangan kirinya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang tetapi Raisa belum menelpon nya, Arsya pun menyambar gawainya yang sejak tadi tergeletak diatas meja, dan langsung melakukan panggilan telepon.


"halo assalamualaikum" jawab Raisa disebrang sana.


" waalaikumsalam kamu udah pulang dek?" tanya Arsya to the point.


"iya bang tadi Raisa pulangnya sama Sindi, kebetulan tempat kerja Sindi satu arah sama rumah, jadi sekalian deh" ucap Raisa.


" yasudah kalo kamu udah pulang, tadi sih Abang rencananya mau jemput kamu ehh kamu udah pulang duluan"


" maaf ya bang" lirih Raisa


" yasudah kalo gitu Abang mau lanjut kerja lagi, kamu hati-hati dirumah jangan kecapean oke" titah Arsya


" iya bang " ucap Raisa singkat

__ADS_1


" yasudah Abang matiin dulu ya sambungan telepon nya, kamu istirahat ya dek assalamualaikum" ucap Arsya langsung mematikan sambungan telepon dan melanjutkan pekerjaan nya.


__ADS_2