Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 79


__ADS_3

Raisa memutar-mutar kan gawai nya, ia bingung harus kah ia pergi sendiri untuk menyelamatkan Tika, atau harus kah ia melaporkan hal ini kepada polisi.


"huffftttt" helaan nafas berat keluar dari mulut Raisa, ia benar-benar bingung saat ini disatu sisi ia sangat ingin menyelamatkan Tika, namun disisi lain ia juga takut, ia takut penjahat itu akan melukai dirinya dan juga calon bayi nya itu.


"tapi bagaimana pun mbak Tika pernah menolong ku, masa iya aku harus membiarkan mbak Tika dicelakai oleh orang jahat itu, Ya Allah sekarang hamba harus bagaimana?" Raisa meraup jawah nya dengan kedua tangan nya.


Setelah berpikir panjang, Raisa pun akhirnya mengambil kesimpulan ia harus menyelamatkan Tika, ia takut terjadi apa-apa sama Tika, sejujurnya ia pun juga takut namun, mau bagaimana lagi ia harus melawan semua rasa takut nya itu demi menyelamatkan Tika.


"Bismillah semoga ini adalah pilihan yang terbaik" Batin Raisa.


Raisa pun meminta sang sopir untuk mengantarkan nya ke alamat yang telah di kirim oleh penjahat itu.


" pak Tarmin tolong antar kan saya ke alamat ini ya pak?" Raisa menunjuk gawai nya kearah pak Tarmin.

__ADS_1


"ini kan lokasi gudang yang didekat pabrik gula yang tidak berfungsi lagi itu non?" tanya pak Tarmin, Raisa mengangguk kecil.


" iya pak" jawab Raisa singkat.


" tapi buat apa non Raisa kesana?" tanya pak Tarmin lagi, Raisa gelagapan tak mungkin ia harus memberi tahu pak Tarmin yang sebenarnya.


" emm, Raisa lagi ada urusan pak diarea sana, jadi tolong cepat ya pak penting banget soalnya" jawab Raisa kikuk, pak Tarmin mengangguk kecil, ia melajukan mobilnya menuju alamat tersebut.


Raisa melihat gawai nya, tak ada pesan apapun dari orang jahat itu, setelah sampai ditempat tujuan Raisa pun meminta pak Tarmin untuk langsung pulang saja.


" pak Tarmin langsung pulang aja," perintah Raisa saat hendak membuka pintu mobil.


" tapi non?" jawab pak Tarmin

__ADS_1


" udah Raisa enggak apa-apa kok pak, lagian Raisa bisa jaga diri sendiri kok, pak Tarmin tenang aja, nanti kalo ada apa-apa Raisa akan ngabarin pak Tarmin deh" jawab Raisa berusaha meyakinkan pak Tarmin, pak Tarmin hanya mengangguk kecil saja, ia tak bisa berbuat apa-apa untuk melarang Raisa pun pak Tarmin tidak bisa karena bagaimanapun Raisa adalah boss nya jadi mau tidak mau pak Tarmin hanya menurut saja.


Raisa melangkah kaki nya menuju kearah gudang yang telah diberi tahu oleh penjahat itu.


Dengan perasaan campur aduk Raisa memasuki gudang kosong tersebut.


Raisa melangkah kaki perlahan-lahan sembari melihat sekeliling nya, namun tak ada apapun disana kecuali barang-barang bekas yang sudah berdebu disana.


Raisa terus melangkah kaki nya sesekali ia memanggil nama Tika.


" mbak Tika?" panggil Raisa namun tak ada sahutan, Raisa pun kembali melangkahkan kakinya menyusuri gudang tersebut.


Perasaan takut menghampiri Raisa, bagaimana jika penjahat itu melukai Tika, dan bagaimana jika penjahat itu juga ikut melukai dirinya. Berbagai prasangka buruk bersarang dibenak Raisa namun dengan cepat Raisa tepis, ia terus memberanikan diri untuk menyelamatkan Tika, tak ia hiraukan lagi apa yang akan terjadi kedepannya, sekarang bagi Raisa adalah bagaimana cara nya ia harus bisa menyelamatkan Tika dari para penjahat itu.

__ADS_1


__ADS_2