Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 62


__ADS_3

Tika keluar dari rumah Dimas dengan sangat kesal, Dimas benar-benar tidak bisa diandalkan, Tika memasuki mobilnya dan melesat pergi membelah jalanan.


Tika mengambil ponsel nya dan mencari kontak Raisa, setelah ketemu Tika langsung melakukan panggilan telepon, tak berselang lama pun panggilan suara telah terhubung.


" hallo assalamu'alaikum mbak ada apa?" sapa Raisa dari sebrang sana.


" iya halo Raisa waalaikumsalam kamu dimana?" tanya Tika cepat karena saat ini ia sedang kesal dan butuh teman untuk bercerita.


" aku ada dirumah mbak, emangnya kenapa?" tanya Raisa bingung.


"boleh enggak mbak kerumah kamu?" tanya Tika to the point


"boleh kok mbak boleh banget malahan, aku senang kalo mbak mau kesini jadi Raisa bisa ada temannya deh," ucap Raisa senang.


" oke kamu share Lok aja ya alamat nya, nanti mbak langsung otw kesana" imbuh Tika dan memutuskan sambungan telepon.


Ting..


Notifikasi WA, Tika dengan cepat membuka aplikasi hijau itu dan membaca pesan yang telah dikirim oleh Raisa.


Dengan cepat Tika melajukan mobilnya menuju rumah Raisa.


Sekitar 30 menit Tika tiba di halaman depan rumah Raisa, setelah memarkir mobilnya, Tika pun melangkahkan kakinya menuju pintu utama, Tika mengangkat tangannya dan mengetuk pintu.


Tokk...tokkk...tokkk


Tak berselang lama pintu rumah pun terbuka, tampaklah Raisa dengan senyum manis menyambut kedatangan Tika.


" ayo mbak masuk?" aja Raisa menggandeng tangan Tika, Tika mengangguk dan berjalan beriringan dengan Raisa,mereka melangkahkan kaki menuju sofa.

__ADS_1


" ayo mbak silahkan duduk" Raisa mempersilahkan Tika untuk duduk disofa, Tika mendudukkan bobot tubuhnya disofa dan diikuti juga oleh Raisa yang duduk disampingnya.


Tika menatap sekeliling rumah, sepi tak ada orang lain, pandangan Tika tertuju pada foto yang letaknya jauh dari sofa, Tika penasaran foto siapa itu, saat hendak berdiri Tika terkejut dan mengurungkan niatnya karena Raisa mengajaknya menuju ruang makan, untuk makan siang bersama kebetulan bi Sumi sudah selesai memasak.


" mbak Tika" Riasa memegang lembut bahu Tika, Tika menoleh dan tersenyum tipis.


" iya Raisa?" ucap Tika lembut.


" kita makan dulu yuk mbak, nanti kalo sudah makan kita bisa cerita sepuasnya" Raisa menggandeng tangan Tika menuju meja makan.


Arsya memasuki pekarangan rumah nya, ia memarkirkan mobilnya, dan keluar dari dalam mobil.


Arsya mengerutkan keningnya melihat sebuah mobil sedan berwarna merah yang terparkir cantik dihalam rumahnya.


Arsya melangkahkan kakinya memasuki rumah, ia berjalan menuju kamar nya dan Raisa, saat hendak menaiki tangga Arsya mendengar suara orang mengobrol dan sesekali tertawa kecil.


Arsya terkejut melihat sosok Tika yang tengah makan bersama Raisa, sangat terlihat sekali kalau Raisa dan Tika sangat akrab.


Arsya membalikkan badannya dan berlalu pergi meninggalkan kedua perempuan itu, itu menaiki tangga menuju kamarnya.


Sesampainya dikamar Arsya menghempaskan tubuhnya diatas ranjang, ia bingung dengan semua ini kenapa Raisa dan Tika bisa saling kenal, apalagi melihat kedekatan mereka yang sudah seperti kakak dan adik.


Arsya menatap lurus langit-langit kamarnya, ia sedang terlihat tengah memikirkan sesuatu.


'apa mungkin teman yang sering dimaksud oleh Raisa itu adalah Tika' gumam Arsya pada dirinya sendiri.


Arsya bangkit dari ranjang nya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sekitar 15 menit Arsya keluar dalam keadaan bersih dan segar, ia berjalan kearah ranjang dan menyambar gawainya yang tergeletak diatas nakas dan lanjut memainkan game yang sempat tertunda waktu ia dikantor tadi.

__ADS_1


Clekkk...


pintu kamar terbuka tampaklah sosok Raisa, ia berjalan menghampiri Arsya yang tengah sibuk dengan gawainya.


Raisa duduk dipinggir ranjang, ia memperhatikan Arsya yang terlihat sangat fokus dengan gawainya.


"Abang udah pulang?" tanya Raisa lembut, Arsya hanya mengangguk saja dan tetap fokus pada gamenya.


" Abang udah makan?" tanya Raisa lagi, kali ini ia duduk disampingnya Arsya, Raisa melirik kearah gawai Arsya.


"belum" jawab Arsya singkat tanpa mengalihkan perhatian nya dari game, tangan dan matanya terlalu fokus.


"yaudah Abang makan dulu gih, nanti lanjutin lagi main game nya" Arsya menghentikan aktivitasnya dan menatap Raisa sekilas lalu melangkahkan kakinya keluar kamar.


Raisa yang melihat gelagat aneh dari Arsya pun hanya memandang bingung, ia bingung kenapa sikap Arsya tiba-tiba berubah seperti ini biasanya Arsya tidak pernah mengacangi nya seperti ini.


'haiss bang Arsya kenapa sih enggak ada angin, enggak ada ujan kok tiba-tiba sikapnya berubah dingin kayak gini' gumam Raisa pada dirinya sendiri.


Raisa pun melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Arsya duduk dimeja makan dan menikmati makanan yang telah disediakan, setelah itu ia pun pergi kedekat kolam samping rumah untuk menyendiri sembari main game.


Arsya sangat kecewa kenapa Raisa tidak memberi tahu nya bahwa teman yang Raisa maksud adalah Tika.


Arsya benar-benar bingung, jika mementingkan egonya ia akan mengintrogasi Raisa, namun ia tidak ingin melakukan itu, Arsya menghembuskan nafas berat.


"huffftt, mungkin lebih baik aku diamkan saja, dan berpura-pura tidak tau saja kali ya" gumam Arsya pada dirinya sendiri.


Ia pun melanjutkan memainkan game nya, sempai ia tertidur diatas kasur anyunan.

__ADS_1


__ADS_2