
Malam ini terasa dingin sekali, anginpun menghebus sampai menusuk pori-pori kulit.
Raisa yang sedang bersantai bersama Arsya diteras balkon pun tak kuasa menahan hawa dingin malam ini, tak seperti biasanya malam ini langit sangat polos tidak ada bintang dan bulan yang menghiasinya.
Hujan rintik-rintik pun mulai turun membasahi bumi.
" dek masuk aja yuk disini dingin banget, mana hujan lagi" ajak Arsya sembari merangkul mesra pundak Raisa, Raisa pun hanya mengangguk sebagai jawaban.
" dek abang mau kebawah sebentar ya, mau ambil susu sama air putih untuk kamu, nggak apa-apakan abang tinggal sebentar" ucap Arsya sembari mengelus kepala Raisa lembut.
"iya bang, tapi jangan lama-lama ya" ucap Raisa karena jujur ia merasa takut jika ditinggal sendirian dengan bunyi petir yang menggelegar diluar rumah.
" iya abang nggak lama kok" sembari berlalu meninggalkan Raisa
Tak lama petir pun kembali menggelar dengan keras sehingga mengagetkan Raisa yang sedang duduk diatas ranjang.
10 menit berlalu Arsya belum juga kembali, Raisa pun memutuskan untuk menyusul Arsya kebawah.
Namun baru hendak menginjakkan kaki kelantai listrik tiba-tiba mati, spontan Raisa pun berteriak memanggil manggil nama Arsya.
" Abang" teriak Raisa sambil menangis ketakutan, karena jujur ia takut kegelapan, apalagi sekarang ia sendiri berlipat gandalah rasa takut nya sekarang.
__ADS_1
Biasanya kalau mati lampu dan hujan deras yang disertai petir seperti ini ibu selalu menemaninya sampai Raisa tertidur dengan tenang.
Tak berselang lama Arsya datang sambil membawa nampan, dan langsung menaruhnya di atas nakas.
" kamu nggak apa-apakan sayang? Abang khawatir dengar kamu berteriak memanggil abang, maaf Abang kelamaan tadi nyari lilin dulu soalnya" peluk Arsya yang melihat Raisa menangis dengan menekuk kedua lututnya diatas ranjang.
" adek takut bang hiks hiks" adu Raisa pada Arsya.
" yaudah sekarang kan sudah ada abang, kita tidur yuk biar kamu nggak takut lagi" ajak Arsya sembari menuntun Raisauntuk berbaring diatas ranjang.
" Good night istriku, mimpi indah ya" bisik Arsya sembari mencium lembut kening Raisa.
Raisa pun mulai memejamkan mata, agar rasa takut nya berkurang sedikit, akhirnya ia pun bisa terlelap dengan tenang.
" Terima kasih Tuhan, telah mengirimkan dia sebagai pelengkap hidupku, terima kasih telah mendengarkan semua doa-doa ku selama ini, Abang janji dek akan selalu berusaha memberikan kebahagiaan untuk mu dan Abang berjanji akan berusaha menjadi suami yang terbaik untuk mu," batin Arsya sembari tersenyum memandang wajah damai Raisa saat tertidur.
Kemudian Arsya pun memejamkan matanya untuk menyusul Raisa ke alam mimpi, sembari membawa tubuh Raisa kedalam pelukannya, bagi Raisa tempat tidur ternyaman adalah dalam pelukan Arsya.
***
Pagi ini Raisa dan Arsya mengantarkan mama Maya dan papa Andre kebandara kerana mama Maya dan papa Andre akan pergi ke Singapura untuk mengurus perusahaan baru papa Andre disana.
__ADS_1
Awalnya mama Maya tidak mau ikut katanya nggak mau ninggalin Raisa sendirian, namun jika diingat siapa yang akan mengurus segala keperluan papa Andre disana maka dengan terpaksa mama Maya harus ikut kesana.
" Kamu baik-baik ya sayang disini, ingat jangan banyak-banyak aktivitas yang dapat menyebabkan kamu mudah kelelahan, makan makanan yang bergizi, Arsya jaga menantu mama dengan baik awas kalau terjadi apa-apa sama Raisa mama nggak segan-segan untuk menghukum kamu" jelas mama Maya panjang lebar sambil menatap tajam kearah putranya itu.
" iya ma, Raisa akan jaga diri kok lagian kan ada bang Arsya yang jagain Raisa iyakan bang?" tanya Raisa pada Arsya.
" iya dong ma, mama tenang aja Arsya janji akan jagain menantu kesayangan mama ini dengan baik " jawab Arsya sembari menoel hidung Raisa, spontan Raisa pun menunduk dengan pipi yang merona akibat menahan malu karena kelakukan Arsya.
" yasudah kalau begitu kami pamit dulu, Tami Arsya kalian baik-baik ya, doa kan kami semoga selamat sampai tujuan. " pamit papa Andre.
" iya ma pa hati-hati ya" ucap Raisa sembari mencium tangan mereka penuh dengan takdzim.
setelah memastikan mama Maya dan papa Andre memasuki pesawat, Raisa dan Arsya pun memutuskan untuk segara pulang, karena Arsya harus berangkat kerja.
" yuk dek kita pulang" ajak Arsya sembari menggandeng tangan Raisa
" iya bang" jawab Raisa, mereka pun berlalu keluar meninggalkan bandara menuju tempat parkir mobil.
" silahkan masuk tuan putri" ucap Arsya membuka pintu mobil dan mempersilahkan Raisa untu memasuki nya, Raisa pun tersenyum manis menanggapi.
" terima kasih suamiku tersayang" ucap Raisa dengan senyuman manis.
__ADS_1
" sama-sama isrtiku tercinta" jawab Arsya sambil menutup pintu mobil dan berputar badan untuk masuk kedalam mobil.
Kemudian mereka pun berlalu dari parkiran bandara membelah jalanan padat ibu kota.