Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 81


__ADS_3

Arsya keluar dari kamar nya dengan tergesa-gesa, Bayu yang melihat sang boss pun langsung menghampiri Arsya.


" boss mau kemana?" tanya Bayu, Arsya tak menjawab ia mempercepat langkahnya, Bayu yang tak mendapat respon apapun dari Arsya langsung mengekor dibelakang sang boss.


Arsya membuka pintu mobilnya namun dicegat oleh Bayu.


" biar saja saja boss yang menyetir" tawar Bayu, Arsya menggeleng kecil.


" enggak Bay, saya aja yang nyetir" tolak Arsya.


" tapi boss"


" enggak ada tapi-tapian" ucap Arsya dingin, dan memasuki mobil mendudukkan tubuhnya didepan kemudi, Bayu pun hanya bisa pasrah ia membuka pintu mobil dan mendudukkan tubuhnya disamping Arsya.


Arsya mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, persetanan dengan jalan tak lagi dihiraukannya, banyak lalu lalang kendaraan tak menjadi penghalang nya.


Saat ini pikiran nya tertuju kepada Raisa, Bayu yang berada disamping Arsya pun hanya menutup matanya.


"astaga boss pelan-pelan kenapa bawa mobilnya, saya masih mau hidup, saya mau merasakan menikah, punya anak, punya keluarga kecil saya belum merasakan itu semua" gerutu Bayu dalam hati.


Arsya semakin melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, jarak yang ia tempuh pun cukup jauh.


" boss saya masih mau hidup boss" teriak Bayu ketakutan, Arsya hanya tersenyum miring dan kembali melajukan mobilnya dengan cepat.


" aaahhh, boss saya belum mau mati boss" teriak Bayu lagi, Arsya hanya menatap tajam Bayu, Bayu pun langsung diam dan menutup rapat mulut nya.


" ya Allah tolong lindungi hamba mu yang ganteng ini ya Allah" doa Bayu didalam hati.


Dilain tempat Raisa sedang memikirkan bagaimana keadaan Tika, apakah ia baik-baik saja atau tidak, Raisa akan merasa bersalah jika terjadi apa-apa pada Tika.


Tapi bagaimana ia mau nyelematkan Tika sedangkan dia juga ikut disandera seperti ini, Raisa benar-benar bingung saat ini, sebisa mungkin ia berusaha untuk melepaskan ikatan tali ditangan nya, namun usahanya sia-sia ikatan tersebut sangat kuat.

__ADS_1


" ya Allah bagaimana ini? semua orang pasti sedang mengkhawatirkan aku, aku harus bagaimana ya Allah,?" ucap Raisa dengan suara Lirih.


Tak lama pintu pun terbuka tampaklah sosok laki-laki yang memakai penutup wajah melangkahkan kakinya kearah Raisa.


Raisa yang melihatnya pun menjadi takut , ia takut orang tersebut akan melukai dirinya.


"ternyata kamu sudah sadar" ucap orang itu, Raisa tak merespon orang itu.


"kamu siapa? kenapa saya diikat seperti ini?" tanya Raisa.


" lu enggak perlu tau siapa gue" jawab orang itu.


"jawab saya kamu siapa? oh atau mungkin kamu ya yang udah menculik mbak Tika? sekarang mbak Tika dimana? kalian apakan mbak Tika hah? kalian apakan jawab" ucap Raisa kesal, orang itu hanya tertawa kecil.


" Haha, itu bukan urusan lu mau gue apakan itu hak gue, ohya Tika udah kita habisi" jawab orang itu, Raisa membulatkan matanya sempurna, ia terkejut mendengar penuturan orang itu.


" enggak mungkin, kalian pasti bohong kan? cepat katakan dimana ia?" teriak Raisa tak percaya, orang itu membalikkan badannya dan berlalu meninggalkan Raisa.


Tika tersenyum miring mendengar penuturan dari orang kepercayaan nya, ia merasa Raisa begitu bodoh dan lugu bagaimana bisa ia sebodoh itu, mau-mau nya ia berkorban demi orang lain.


"dasar Raisa, kamu itu bodoh sekali sih, tapi ya syukur deh jadi saya enggak perlu susah payah buat menyingkirkan kamu, toh kamu sendiri yang datang" Tika menggapai gawai nya yang ada disamping nya, ditatapnya foto laki-laki yang sangat ia cintai itu dengan senyuman tipis.


" Arsya sayang, sebentar lagi kamu akan kembali menjadi milikku, sabar ya sayang" Gumam Tika, dan mengecup foto Arsya yang terpampang sebagai wallpaper hp nya.


Arsya masih fokus mengemudi, jalanan yang licin karena diguyur hujan tak menjadi penghalang nya, Bayu yang sedari tadi disamping nya hanya menutup mata nya dan berapa kali menghela nafas panjang.


Dertttt


Getaran dari gawai Bayu yang berada diatas dashboard, Arsya melirik Bayu yang menutup kedua matanya hanya tersenyum tipis.


" bay" panggil Arsya, namun Bayu tak merespon

__ADS_1


" Bayu" teriak Arsya saat Bayu tak merespon nya, Bayu pun tersentak dan membuka kedua matanya dan melirik kearah Arsya.


" ada apa bos?" tanya Bayu dengan pandangan sayu dan suara lirih.


"itu gawai kamu bergetar" Arsya menunjuk kearah gawai Bayu melalui ekor matanya, Bayu pun mengambil gawainya dan terkejut dan saat mendapati seseorang yang menelponnya.


"halo" sapa Bayu


"halo pak Bayu ini Siska pak?" ucap Siska


" iya saya sudah tahu, kenapa kamu menelpon saya?" jawab Bayu.


" emm, saya cuma mau memastikan aja apakah pak Bayu baik-baik saja" ucap Siska ragu, Bayu tersenyum tipis mendengar ucapan Siska .


Arsya yang melihat Bayu tersenyum pun hanya mengerutkan dahi bingung.


" saya baik-baik saja kok, kenapa kamu sudah jatuh cinta sama saya?" ujar Bayu dengan penuh percaya diri.


" ck, apaan sih pak Bayu terlalu percaya diri banget, saya cuma mau memastikan aja bahwa pak Bayu baik-baik saja, tadi orang hotel bilang pak Bayu dan pak Arsya pulang ke Jakarta malam-malam begini, saya takut terjadi apa-apa sama pak Bayu dan pak Arsya, jadi bapak jangan ke GR an pak" terang Siska Bayu memutar bola matanya malas.


" oh gitu, yaudah saya tutup ya telpon nya" Bayu memutuskan panggilan telepon.


Siska menghela nafas panjang, sejujurnya ia memang sudah lama menyukai Bayu, namun Siska ragu apakah Bayu akan menerima cinta nya jika Bayu mengetahui yang sebenarnya, Siska takut Bayu akan menolak dirinya.


Biarlah ia memendam semua rasanya sendiri, lagian Siska juga takut kepada Bayu karena Bayu yang merupakan tipe orang yang dingin dan cuek sama seperti Arsya boss besar nya itu.


Tapi jika dibandingkan mereka berdua memang tidak ada yang berbeda hampir semua kepribadian mereka mirip, Arsya yang dingin seperti kulkas dan datar seperti jalan tol begitupun dengan Bayu yang memiliki sifat seperti itu.


"kamu kenapa bay kok bete gitu?" Arsya melirik Bayu sekilas, Bayu hanya menghela nafas berat.


"kepo" jawab Bayu, Arsya mendelik kan matanya menatap Bayu sekilas, sontak Bayu pun langsung tersenyum tipis.

__ADS_1


"biasa aja boss tuh mata, enggak usah kepo sama privasi orang, mendingan boss fokus aja sama jalanan, katanya mau cepat sampai Jakarta" ucap Bayu, Arsya hanya diam dan kembali fokus pada jalanan.


__ADS_2