Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 76


__ADS_3

Raisa merebahkan tubuhnya diatas ranjang, rasanya sunyi sekali, ia merasa kesepian, dibalikkan nya tubuhnya menghadap tempat dimana Arsya tidur, di elus nya bantal yang biasa dipakai oleh Arsya tidur.


"kok, rasa nya enggak enak banget ya, belum sampai satu hari ditinggal udah rindu aja, kira-kira bang Arsya lagi apa ya? udah dibaca atau belum ya pesan yang ku kirim? ahh bang Arsya meskipun kamu suka jahil dan usil tapi kalo lagi jauh kayak gini rasanya rindu sangat, cepat pulang ya bang" gumam Raisa tersenyum tipis.


Ting..


Sebuah notifikasi masuk, Raisa pun bangkit dari tempat tidur dan menyambar gawainya yang ada diatas nakas.


Ia tersenyum manis, kala melihat pesan balasan dari Arsya, karena itulah yang ia tunggu-tunggu sejak tadi.


Dengan cepat Raisa membuka Aplikasi hijau itu dan tersenyum saat membaca kolom chat dari Arsya.


[Abang tau, pasti kamu enggak bisa tidur kan? kalo enggak ada Abang disamping kamu😁, maaf ya dek Abang baru bisa balas pesan kamu sekarang, karena Abang dari tadi sibuk mengurus semuanya, tenang aja dalam waktu 3 hari In Sya Allah kalo semua urusan Abang udah selesai Abang pasti akan segera pulang, tunggu Abang ya sayang 🤗].


Raisa tersenyum sendiri membaca pesan dari sang suami, ia tidak habis pikir apa yang dibilang oleh Arsya itu benar adanya, bukti nya saja ia merasa kesepian dan susah untuk memejamkan mata.


Derttttt...


Belum sempat Raisa ingin berbalas pesan dengan sang suami tiba-tiba ada nomor tak dikenal menelpon nya.


Raisa pun tak menghiraukannya dibiarkan nya saja ponsel nya begitu saja.

__ADS_1


Ponsel nya terus berdering dan bergetar, sehingga membuat Raisa jengah ia pun mengambil gawainya dan mematikan gawai nya.


Setelah nya ia pun kembali merebahkan tubuh nya, disaat ia hendak memejamkan matanya tiba-tiba ada sebuah batu yang masuk kedalam kamarnya, sontak Raisa pun terkejut.


Ia berjalan menuju jendela yang pecah itu, kaca yang bertebaran dimana membuat Raisa harus hati-hati agar tidak terluka.


Raisa mengambil batu yang digunakan seseorang untuk melempar jendela nya itu, ia melihat ada kertas yang terikat di batu tersebut.


Dengan penasaran Raisa mengambil kertas tersebut dan duduk dipinggir ranjang, ia penasaran apa isi kertas tersebut, dengan berbagai macam pemikiran dan pertanyaan bersarang di benaknya, ia pun membuka kertas tersebut.


Mata Raisa membelalak sempurna, terlihat dari raut wajah nya Raisa sangat terkejut dan sekaligus takut bagaimana tidak kertas tersebut berisi ancaman yang ditujukan untuk Raisa.


[Tinggalkan Arsya sekarang juga, jika ingin kamu dan bayi yang ada didalam kandungan mu selamat].


Prankkkk..


Belum selesai teror di kamar nya, kini jendela yang ada di ruang depan pun kembali pecah, Raisa pun segera melangkahkan kakinya menuju ruang depan.


Sesampai nya di ruang depan, Raisa melihat bi Sumi yang tengah berdiri bingung, Raisa pun menghampiri bi Sumi.


" ada apa bi?" tanya Raisa saat berada disamping bi Sumi.

__ADS_1


" bibi juga enggak tau non, tiba-tiba kaca jendela sudah pecah seperti ini, seperti nya ada yang sengaja memecahkan kaca ini, bukti nya aja ada batu non yang dipakai buat melempar kaca ini" jelas bi Sumi, menunjukkan kearah batu yang berada tak jauh dari pecahan kaca.


Raisa mendekati pecahan kaca itu dengan cepat bi Sumi mencegah nya.


" jangan non, nanti non Raisa terluka" Teriak bi Sumi, namun Raisa tak menghiraukan nya ia berjalan mendekati batu tersebut.


Diambilnya batu itu dan betapa terkejutnya Raisa saat melihat terdapat tulisan dengan tinta merah di batu itu.


"[Saya tidak pernah main-main dengan ucapan saya"]


Raisa menghela nafas panjang, ia bingung akhir-akhir ini banyak sekali teror terhadap dirinya, bi Sumi yang melihat perubahan raut wajah Raisa pun menghampiri Raisa.


"kenapa non? non Raisa baik-baik aja kan? enggak ada yang luka kan?" tanya bi Sumi bertubi-tubi di saat telah berada disamping Raisa.


Raisa menggeleng kecil dan tersenyum tipis.


" enggak ada apa-apa kok bi, Raisa baik-baik aja" ucap Raisa, bi Sumi pun hanya mengangguk paham.


" ya sudah sekarang non Raisa kembali lagi atuh ke kamar nya, kan non harus istirahat lagian ini udah malam loh enggak baik buat kesehatan non Raisa" ucap bi Sumi sopan sembari membereskan pecahan kaca.


"tapi bi" elak Raisa

__ADS_1


"udah enggak ada tapi-tapian, udah non Raisa kekamar aja, biar bibi yang beresin ini semua" Raisa mengangguk kecil dan berjalan menuju kamar nya.


Banyak pertanyaan yang bersarang di benaknya, ia penasaran siapa yang mengirimkan teror untuk nya.


__ADS_2