
Matahari telah beranjak kearah barat, bahkan garis kemerahan di langit-langit pun mulai tampak, Arsya melakukan mobilnya membelah jalanan padat ibu kota.
Hari ini ia pulang agak terlambat, karena ada sedikit masalah di perusahaan nya yang harus segera ia selesaikan.
Rasa lelah dan letih menghampiri tubuh pria yang sekarang telah genap berumur 28 tahun itu, ia menghembuskan nafas nya kasar, dan kembali fokus pada jalanan didepan nya.
Derrrtttt...
gawai Arsya yang terletak diatas dasbor bergetar, segera ia meraih benda pipih itu, dan tersenyum tipis saat melihat ke layar, ternyata Mikayla anak dari kakak sepupu nya yang menelpon.
" assalamualaikum, mi?" sapa Arsya setelah panggilan telepon terhubung.
" waalaikumsalam, om kapan pulang nya?" tanya gadis kecil itu.
"ini om udah otw pulang, memang nya kenapa?" tanya Arsya.
"mi kangen sama om, ini mi udah dirumah om dari tadi siang, om Arsya cepat pulang ya, oh ya hati-hati dijalan " jawab gadis kecil itu bersemangat, Arsya tersenyum tipis mendengar jawaban sang keponakan.
"iya sayang, Cinta nya om" jawab Arsya.
" oke deh om, Mikayla tunggu love you om Arsya," ucap Mikayla antusias.
Arsya terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, hujan pun turun tanpa diminta, dan tanpa permisi.
Tiba-tiba dari arah depan melaju sebuah mobil sedan berwarna hitam yang melaju dengan kecepatan tinggi, Arsya yang sedang fokus mengemudi pun membanting setir nya kesisi kiri jalan, untung saja ia berhasil menghindar jika tidak mobil itu pasti akan menabrak mobil nya.
Sedangkan mobil sedan hitam itu terus melaju lurus dengan kecepatan tinggi.
Arsya mengelus dadanya dan berkali-kali ia mengucapkan istighfar dalam hatinya.
"tuh orang kenapa sih bawa mobil kok kayak gitu, mana sedang hujan begini nanti nabrak orang lain gimana, Alhamdulillah untung aja berhasil menghindar, jika enggak waduh bisa gaswat" ucap Arsya sembari mengelus dada nya karena syok.
Setelah merasa baikan Arsya pun kembali melanjutkan perjalanan nya.
Hujan pun turun semakin deras tanpa henti, menyebabkan jalanan menjadi licin.
Arsya terus melajukan mobilnya menembus deras nya hujan.
__ADS_1
Sekitar 15 menit Arsya pun akhirnya sampai dihalaman rumah, ia pun langsung memarkir kan mobil nya, kemudian ia pun keluar dari mobil.
" pak Tarmin nanti tolong mobil nya dimasukan ke garasi ya pak?" ucap Arsya sembari memberikan kunci mobil kepada pak Tarmin.
" iya den siap atuh" jawab pak Tarmin menerima kunci mobil.
Arsya pun mengangguk kecil dan berlalu memasuki rumah.
"Assalamualaikum" ucap Arsya
" waalaikumsalam" jawab Raisa, ia mencium punggung tangan Arsya dan mengambil alih tas yang ada di tangan Arsya.
"Abang kok pulang nya telat sih, enggak biasanya?" tanya Raisa berjalan disampingn Arsya.
" iya tadi abang ada urusan mendadak dikantor, mana tadi pas Abang pulang ada mobil yang hampir aja nabrak mobil Abang, untung Alhamdulillah Abang berhasil menghindar" jelas Arsya, Raisa pun terkejut mendengar penuturan sang suami.
"astaghfirullah tapi Abang enggak kenapa-kenapa kan?" tanya Raisa panik, Arsya pun mengulum senyum dan mengelus lembut lengan Raisa yang menggandeng tangannya.
" Alhamdulillah sayang Abang enggak kenapa-kenapa, dan enggak kurang suatu apapun, Allah masih sayang sama Abang" jawab Arsya berusaha menenangkan Raisa.
" Alhamdulillah kalo gitu bang, pantesan aja hati Raisa enggak tenang sedari tadi" ucap Raisa penuh syukur.
" Mikayla ada diruang keluarga bang, udah dari tadi tau dia nungguin Abang," ucap Raisa.
Raisa dan Arsya pun tiba diruang keluarga, ia tersenyum melihat keponakan kesayangan nya yang tengah menonton TV.
Arsya pun melangkah kaki mendekati gadis kecil itu, Mikayla yang sedari tadi fokus menonton pun tak mengetahui keberadaan sang om yang tengah berada disampingnya.
" ehem" deheman Arsya membuat gadis kecil itu seketika berpaling kesamping, ia tersenyum manis kala melihat om kesayangan nya telah tiba.
" om Arsya" teriak Mikayla senang, ia langsung memeluk erat tubuh Arsya.
" iya sayang, kata nya kamu kangen ya sama om?" tanya Arsya mengelus lembut punggung Mikayla.
" iya om, Mikayla kangen banget sama om, om kenapa pulang nya lama sih? Mikayla bosen tau?" cerocos gadis kecil itu, sembari melepaskan pelukannya.
" hehe, maafin om ya sayang, tadi om ada kerjaan penting dikantor yang enggak bisa om tinggal, tapi kan sekarang om udah ada disamping kamu" jawab Arsya tersenyum tipis, Mikayla mengangguk kecil dan tersenyum manis.
__ADS_1
" ohya mama kamu mana mi?" tanya Arsya yang tak menemukan keberadaan kakak sepupu nya itu.
" ooh, mama udah pulang om satu jam yang lalu?" jawab gadis kecil itu.
" loh kenapa? kan om juga pengen ketemu mama kamu?" tanya Arsya bingung.
"kak Rania sedang ada urusan bang, tadi pihak rumah sakit tiba-tiba nelpon katanya mereka kekurangan dokter karena banyak nya korban kecelakaan bus, jadi mau enggak mau kak Rania harus pergi deh" ucap Raisa berusaha menjelaskan.
" oh, jadi begitu, ehh Rashya mana dek kok enggak kelihatan ?" tanya Arsya karena tak menemukan keberadaan sang putra.
"oh, Arsya ada di kamar nya bang" jawab Raisa, Arsya pun hanya mengangguk kecil sebagai jawaban.
" om Arsya?" panggil gadis kecil itu, Arsya pun menoleh.
" iya sayang, kenapa mi?" tanya Arsya.
" kita jalan-jalan yuk om malam ini, udah lama loh Mikayla enggak jalan-jalan sama om Arsya " ajak Mikayla penuh harap.
" yaudah entar malam kita jalan-jalan, memang nya Mikayla mau jalan-jalan kemana sih?" tanya Arsya mencubit gemas pipi gadis kecil itu.
" kita ke mall aja ya om, Mikayla mau beli mainan, baju, perlengkapan make up emmm apalagi ya?" ucap Mikayla antusias ia tampak tengah berpikir apa lagi yang akan ia beli.
" make up?" tanya Arsya bingung.
" iya om make up, masa om Arsya enggak tau sih?" ucap Mikayla menatap bingung om nya itu.
"kamu kan masih kecil mi, mana mungkin kamu mau pake make up, nanti yang ada kulit kamu bisa iritasi loh" ucap Arsya menasihati keponakan nya itu..
" astaga om Arsya, Mikayla bukan mau beli make up yang kayak dipakai oleh mama sama Tante Raisa, " jawab gadis kecil itu dengan nada gemas.
" lah terus yang kayak gimana?" Arsya semakin bingo dibuat gadis kecil itu.
" itu loh bang, make up yang khusus anak-anak kan ada, banyak loh jualan nya sekarang " jawab Raisa berusaha menjelaskan.
" ooh, make up untuk anak-anak toh, bilang dong dari tadi om kan enggak tau" ucap Arsya menggaruk kepalanya.
Saat mereka bertiga sedang asyik bercanda gurau Rashya datang menghampiri dengan wajah yang ditekuk kesal.
__ADS_1
" tuh muka kenapa kok ditekut gitu?" tanya Arsya bingung melihat raut wajah sang putra.
Bukannya menjawab pertanyaan sang ayah, Rashya lebih memilih menenggelamkan kepalanya di dada sang ibu.