
"eh kalian mau pada kemana nih kok udah pada rapi mana ganteng-ganteng dan cantik-cantik lagi, mau pergi kemana hayo?" tanya mama Maya bingung saat melihat dua pasang pasutri yang sudah berpakaian rapi.
" kita mau jalan-jalan Tante," jawab Rania tersenyum manis.
" wah jalan-jalan kemana nih kok kita nggak diajak sih" tanya papa Andre
"ke mall yang baru dibuka itu loh pa" jawab Raisa antusias
"iya om, mumpung ditraktir hehe" Ucap Rania tersenyum lebar.
"wihh enak dong mama mau ikut boleh nggak?" tanya mama Maya menatap mereka berempat.
" nggak boleh ma, ini kan khusus untuk pasangan muda" ucap Arsya yang membuat mama Maya mengerucutkan bibir gemes.
" kamu kira kita udah tua sya,?" kesal mama Maya menatap tajam Arsya, namun yang ditatap hanya cengar-cengir saja.
"ck, emang udah tua kok" gerutu Arsya
"kita ini masih muda Lo, jadi jangan salah sangka tuh liat aja mama masih cantik kayak gini"
" iya nih papa juga masih ganteng, masa kamu bilang tua" antusias papa Andre
" ck, dasar tua-tua keladi semakin tua semakin menjadi, nggak sadar diri" umpat Arsya kesal.
" ehem" Mama Maya menatap intens Arsya, Arsya pun hanya cengar-cengir tidak jelas.
" udah ahh Tan kita mau berangkat ni, kalo debat terus kaya gini kapan kita berangkat nya, yang ada tambah larut malam ni, emang Tante mau ganti waktu kita yang terbuang percuma ini?" ucap Rania menengahi perdebatan antara orang tau dan anak itu.
"enak aja kamu bilang Rania, ya udah kalian hati-hati dijalan ya jangan lupa oleh-oleh untuk Tante" ucap Mama Maya tersenyum lebar.
__ADS_1
" ehh om juga jangan lupa ya" teriak papa Andre yang melihat kedua pasangan pasutri itu telah berlalu kedepan.
" iya om tenang aja kan ada Arsya yang akan bayarin semuanya" ucap Rania setengah berteriak.
Mereka berempat pun tiba di samping mobil, Arsya dan Raisa duduk dibangku depan sedangkan Rania dan Reno duduk dibangku belakang.
" sya kamu aja ya yang nyetir nya, kita mau duduk dibelakang oke" perintah Rania kepada Arsya.
"asyiaap kakak ku sayang" hormat Arsya.
Arsya pun melajukan mobilnya membelah jalanan padat ibu kota.
Hilir mudik kendaraan lalu lalang melintasi jalan, lampu-lampu gedung yang gemerlap menambah kesan indah pada malam hari.
Rania yang sedari tadi bersandar dibahu Reno pun membuat Arsya semakin jengah. Pasalnya kakak sepupunya itu semakin memanas-manasi Arsya dengan tingkahnya yang terlalu bucin menurut Arsya.
" apaan sih sya sirik aja jadi orang, iri bilang boss" Ucap Rania mencium pipi Reno lembut.
"Astaghfirullah ya Allah mata hamba yang suci ini telah ternodai oleh kakak sepupu hamba sendiri, ampuni mereka ya Allah yang udah pamer kemesraan didalam mobil hamba ini" Ucap Arsya yang membuat Rania, Reno dan Raisa geleng-geleng kepala.
" enak aja kamu bilang kayak gitu, udah fokus aja nyetir nya nggak usah ngebacot lu" geram Rania gemas karena adik sepupunya itu.
"iya nyonya" patuh Arsya kesal, Semua yang ada di mobil pun menggelengkan kepala.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya mobil mereka memasuki lobi mall, Arsya pun langsung memarkirkan mobilnya dan mereka berempat pun berjalan memasuki mall tersebut.
Setelah tiba didalam mall, Rania dan Raisa langsung menghambur ketempat kosmetik, terlihat jelas gurat kebahagiaan diwajah mereka berdua, sedang kan Arsya dan Reno senantiasa berjalan dibelakang istri-istri mereka.
"Wah Raisa ini adalah make up keluaran terbaru yang baru diproduksi ituloh katanya masih limited edition," ucap Rania memperlihatkan seperangkat kotak make up yang baru diproduksi itu dengan senyuman mengembang.
__ADS_1
" wahh iya kak bener, tapi kayaknya harganya mahal deh kak" ucap Raisa yang memperhatikan harga yang tertera disudut kotak tersebut.
" iya juga sih, ya udah deh kita cari yang lain aja kalo gitu kan masih banyak tuh produk lain disini" ajak Rania sembari menggandeng tangan Raisa.
Arsya dan Reno yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik mereka, seketika mendekat ketempat kotak make up yang dilihat oleh Rania dan Raisa tadi.
Reno pun melihat logo harga yang tertera di sudut kotak, dan tersenyum tipis.
" mbak saya mau ambil peralatan make up ini ya, tolong dikemas secantik mungkin oke" pinta Reno kepada pelayan toko tersebut sembari memberikan blackcard miliknya.
" baik pak, mohon tunggu sebentar ya" ucap pelayan itu ramah, Reno pun mengangguk patuh.
setelah beberapa menit kemudian Reno dan Arsya pun menyusul Raisa dan Rania yang telah pergi kebagian baju dan aksesoris.
Reno dan Arsya tersenyum manis saat melihat betapa bahagianya Rania dan Raisa saat melihat dan memilih barang yang mereka inginkan.
Rania begitu antusias saat Raisa bertanya pakaian mana yang cocok untuknya, begitu sebaliknya Raisa sangat senang saat pilihan nya diterima oleh Rania.
Arsya dan Reno pun melangkahkan kaki menghampiri dua wanita yang tengah asyik dengan pakaian yang ada dihadapan mereka .
" ehem" suara deheman membuat Raisa dan Rania sontak menoleh kebelakang, mereka tersenyum tipis melihat Reno dan Arsya yang tengah tersenyum manis.
"wah senang banget kayaknya, sampai kelupaan datang kesini sama laki sendiri" singgung Reno.
" iya nih dari tadi kita ditinggal terus" ucap Arsya tersenyum tipis.
" hehe, maaf mas saking seneng kita sampe lupa kalo ada buntut" cengir Rania
Arsya dan Reno pun hanya tersenyum tipis, dan ikut memilihkan pakaian dan aksesoris yang cocok untuk istri-istri mereka.
__ADS_1