
Saat ini Raisa dan Arsya tengah berada dikamar mereka tepatnya diatas ranjang, dimana Arsya yang tengah sibuk membalas semua e-mail yang masuk melalui Gawainya.
Arsya yang sedari tadi sibuk dengan gawainya membuat Raisa mendekat dan menatap lembut wajah Arsya yang terlihat sangat serius itu.
Arsya pun turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar, Raisa yang melihat Arsya hendak keluar pun segera menghentikan Arsya.
" Abang mau kemana?" tanya Raisa
"mau buat kopi sebentar" jawab Arsya keluar dari kamar.
Tak lama Arsya melangkah keluar tiba-tiba gawai Arsya berbunyi pertanda ada panggilan telepon masuk, Raisa yang hendak terlelap pun akhirnya tidak jadi karena merasa terganggu akibat suara dering gawai Arsya.
Raisa pun bangkit dari tidurnya dan melihat kearah nakas, dimana gawai Arsya yang terus berdering.
Lalu Raisa pun mengambil gawai Arsya, karena pikir Raisa siapa tau itu panggilan penting.
Saat gawai Arsya telah ada ditangannya, Raisa terkejut karena nomor yang menghubungi Arsya adalah nomor yang tidak dikenal.
Raisa pun langsung menekan tombol hijau dan panggilan telepon pun langsung tersambung.
Terdengar suara perempuan dari sebrang sana, membuat Raisa menautkan alis bingung.
"assalamualaikum, maaf ini siapa ya?" tanya Raisa sopan.
__ADS_1
"kamu yang siapa? kenapa gawai Arsya ada sama kamu? Arsya nya mana?" tanya balik wanita itu yang tak lain adalah Tika.
"bang Arsya lagi keluar sebentar, maaf ini siapa ya? jika ada hal penting nanti saya sampaikan" ucap Raisa lembut.
" kamu ini ya saya nanya kamu malah kamu nanya saya balik," ucap Tika dengan nada tegas, Raisa pun hanya menautkan alisnya semakin bingung.
"Saya Rais---" belum sempat Raisa melanjutkan kata-katanya tiba-tiba Arsya telah berada disampingnya.
" kamu ngomong sama siapa dek?" tanya Arsya mendudukan bobot tubuhnya dipinggir ranjang.
" nggak tau bang suaranya perempuan, tapi Raisa tanya dia nya nggak jawab, mana nomor nya nggak dikenal lagi" jelas Raisa memberikan gawai tersebut kepada Arsya, Arsya pun langsung menerima gawainya.
Arsya pun melihat kelayar gawainya, ia penasaran siapa yang menelepon nya malam-malam begini.
Arsya pun langsung mematikan gawainya, Raisa yang melihat Arsya menon-aktifkan gawainya hanya memasang ekspresi bingung.
" kok gawainya Abang non aktifkan nanti ada hal-hal penting yang dikirim kantor gimana?" tanya Raisa bingung
" enggak apa-apa dek, nanti Abang akan kirim e- mail ke sekertaris Abang buat kirim semua file-file atau sesuatu yang berhubungan dengan kantor melalui e-mail Abang yang ada dilaptop aja." jawab Arsya tersenyum lebar, Raisa pun hanya mengangguk patuh.
Dilain tempat Tika sedang merasa kesal pasalnya ia telah menghubungi gawai Arsya berkali-kali namun tidak ada jawaban, sekalinya dijawab eh malah suara perempuan yang terdengar.
Tika sangat kesal dan marah, ia berharap Arsya yang akan menjawabnya ternyata ia salah, Tika kembali menghubungi nomor Arsya namun hanya operator yang menjawab nya, iya Arsya telah menonaktifkan gawainya.
__ADS_1
Tika yang sedang tiduran diatas ranjang pun manatap langit-langit kamarnya dan melempar gawainya kesembarang arah.
Bughh...
Bunyi suara benda jatuh, ternyata itu suara yang berasal dari gawai Tika yang tadi ia lemparkan sekarang gawai itu telah mengalami kerusakan di layarnya.
Tika menjerit keras, ia sangat kesal dan marah kenapa gawai Arsya tidak bisa dihubungi, padahal ia hanya ingin mendengar suara Arsya agar rindu dihati nya dapat berkurang walaupun hanya mendengar suara Arsya.
"aaaahhhhhh, kenapa enggak aktif sih nomor nya, tadi aktif sekarang malah non aktif" teriak Tika kesal.
"apa mungkin yang menjawab telpon tadi adalah istrinya Arsya, hem kayaknya gue harus mencari tau ni" monolog Tika kepada dirinya sendiri.
Tika pun bangkit dari tempat tidur nya, berjalan kearah nakas dan mengambil laptopnya.
Setelah itu ia pun kembali duduk dipinggir ranjang dan mencari sesuatu dilaptop nya.
sekitar 5 menitan Raisa mengarungi sosial media milik Arsya ia pun tersenyum kecut, karena Instragram Arsya yang telah lama non aktif.
Tika pun merasa kecewa dan menutup kembali laptopnya, dan kembali merebahkan tubuhnya diatas ranjang, sembari menatap lekat foto Arsya yang terpajang rapi diatas nakas.
"Arsya aku pasti akan dapatkan kamu kembali, semua hanya perlu waktu sayang, bersabar lah kita pasti akan kembali bersama, aku janji sya, aku sangat mencintaimu" ucap Tika tersenyum miring.
Selanjutnya ia pun mulai memejamkan matanya menuju alam mimpi berharap ia dan Arsya akan bertemu disana.
__ADS_1