
Pagi ini Arsya bersiap-siap untuk berangkat ke kantornya, Arsya membuka lemari untuk mencari dasi nya yang entah dimana letaknya, saat Arsya sibuk mengobrak-abrik lipatan baju tanpa sengaja ia menjatuhkan sebuah map kertas berwarna biru, Arsya mengambil map tersebut, kemudian Arsya membuka map nya dan seketika Arsya terkejut, isi map itu adalah foto-foto nya bersama Tika saat mereka masih bersama.
Arsya pun menyimpan kembali map tersebut ketempat yang lebih aman agar tidak diketahui oleh orang terutama Raisa.
Arsya takut jika Raisa menemukan map ini dan membuka isinya, Arsya takut Raisa akan sedih dan marah, selanjutnya setelah menyimpan map tersebut dengan aman Arsya pun bergegas turun kebawah untuk sarapan pagi nya.
Sesampainya dibawah Arsya langsung menuju meja makan, disana sudah ada bi Sumi yang telah menyiapkan sarapan.
" pagi den Arsya" sapa bi Sumi
" pagi juga bi" jawab Arsya.
" ohya bik, hari ini Arsya kayaknya pulang agak larut malam deh, entar bibi kunci aja pintu nya, nanti Arsya masuk pakai kunci cadangan saja, ohya bi papa mana kok belum muncul" ucap Arsya.
" emm bapak tadi pagi udah berangkat nyusul ibu Maya sama non Raisa kerumah neneknya den Arsya" terang bi sumi.
"emmm pantesan," jawab Arsya.
" yasudah den kalo gitu bibi mau permisi kebelakang dulu mau beres-beres peralatan yang digunakan untuk masak tadi," ucap bi Sumi penuh sopan.
" iya bi, ohya bibi udah sarapan belum?"
" sudah den tadi dibelakang"
" oh yasudah kalo gitu bibi bisa pergi"
" iya den permisi" pamit bi Sumi seraya berlalu ke belakang.
Arsya pun menikmati sarapan pagi nya dengan sendiri, karena Raisa masih dirumah neneknya Arsya.
" huffftt, nggak enak juga sarapan sendirian, apalagi nggak ada Raisa rasanya ada yang kurang" keluh Arsya.
Setelah sarapan Arsya pun melangkahkan kaki menuju pintu depan.
Setalah tiba di halaman rumah Arsya memasuki mobilnya dan mulai mengemudikan mobilnya membelah jalan padatnya ibu kota.
__ADS_1
Setibanya dikantor Arsya memakirkan mobilnya terlebih dahulu selanjutnya Arsya pun melangkahkan kaki memasuk kantor dan berjalan menuju ruangannya.
Setibanya didepan ruangannya, tiba-tiba seketaris Arsya menghentikan langkahnya, sontak Arsya pun menoleh kearahnya.
" pak Arsya" ucap seketaris Arsya.
" iya ada apa" ucap Arsya
" maaf pak tadi ada seorang wanita datang kesini"
" siapa?" tanya Arsya
" tidak tau pak, saat saya tanya siapa dia bilang bukan urusan saya, udah saya larang masuk tapi dia maksa pak, dia ngancem saya katanya kalo saya nggak bolehin dia masuk saya akan diadukan sama bapak dan dia akan menyuruh bapak buat pecat saya pak" ucap seketaris Arsya dengan sopan.
" emm yasudah, sekarang orang itu dimana?"
" dia ada didalam ruangan bapak"
" ohya sudah kalo gitu kamu lanjut lagi kerjanya nanti saya yang akan urus orang itu" perintah Arsya.
" iya pak" jawab sekertaris Arsya dengan sopan.
Arsya pun dikagetkan dengan pemandangan didepannya seseorang sedang duduk dikursi kerjanya sambil memainkan gawainya, dan orang itu adalah Tika mantan pacar nya.
Tika yang sedang duduk dikursi kerja Arsya pun tersenyum semringah kala melihat Arsya memasuki ruangan.
" Lo? mau apa Lo datang kesini hah?" geram Arsya
" Arsya jangan marah begitu dong aku kan jdi takut" rengek Tika manja dan berjalan mendekati Arsya.
" ngapain Lo disini hah? pergi sana" bentak Arsya
" jangan gitulah sayang, aku kesini karena aku itu masih kangen sama kamu" goda Tika sembari memutari tubuh'Arsya.
" emangnya kamu nggak kangen apa sama aku?" lanjut Tika dengan bergelayutan manja dilengan Arsya.
__ADS_1
" ck, gue nggak sudi ruangan gue dimasuki oleh wanita rendahan kayak Lo, lebih baik sekarang Lo pergi sebelum gue bertindak kasar" geram Arsya sembari melepas kasar tangan Tika.
" udahlah sayang kamu nggak usah munafik kamu itu masih berharap kan buat kembali lagi sama aku, aku pun sama kok" ucap Tika
"cihh, sifat Lo ini benar-benar ya, kan udah gue bilang baik-baik jangan lagi ganggu hidup gue, Lo ini budek atau gimana sih nggak ngerti bahasa manusia apa, lama- lama gue habisin juga Lo," geram Arsya
"aduh sya jadi takut aku, hahaha" ledek Tika.
" sekarang Lo keluar dari ruangan gue," usir Arsya
" kalo aku nggak mau kamu mau apa?" tantang Tika
Arsya yang sudah kehabisan stok kesabaran pun langsung menelpon satpam untuk mengusir Tika dari ruangan nya.
" halo satpam, iya cepat datang keruangan saya sekarang" ucap Arsya dan langsung langsung mematikan sambungan telepon.
Tak berapa lama akhirnya satpam pun sampai dan mengetuk pintu ruangan Arsya.
tok..
tok..
tok..
" silahkan masuk" jawab Arsya
pintu pun dibuka dan muncul lah dua orang stapam yang dipanggil Arsya tadi.
" permisi pak Arsya ada yang bisa kami bantu?" hormat satpam tersebut.
" iya pak tolong usir wanita ini dari ruangan saya,"
" baik pak" jawab mereka, kemudian mendekat kearah Tika dan memagangi tangan Tika .
" lepasin saya bisa jalan sendiri, kalian kira saya nggak punya kaki hah" kesal Tika
__ADS_1
" yasudah kalo ibu bisa jalan sendiri silahkan ibu keluar" perintah satpam tersebut dan berlalu bersama Tika keluar dari ruangan Arsya.
Arsya pun merasa lega dan mendudukan bobot tubuhnya dikursi kerjanya sambil memijit pelipisnya, kerana ulah Tika .