
Bayu berjalan memasuki rumah yang sunyi itu, dengan langkah gontai.
Di tatap nya sekeliling rumah namun tak ditemukan nya keberadaan wanita paruh baya yang sangat ia cintai itu.
Bayu pun memutuskan untuk pergi ke kamar nya ia ingin membersihkan diri agar lebih segar.
Saat Bayu hendak menaiki tangga tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara orang tertawa seperti sedang bercanda, suara itu berasal dari arah dapur. Bayu pun melangkahkan kakinya menuju ke arah tersebut.
"mama sama siapa sih kok kayak nya seru banget" ucap Bayu menghampiri sang mama tanpa melihat orang yang berada disamping sang mama.
" eh sayang kamu udah pulang?" jawab mama Ika sembari membalikkan badan nya, ia tersenyum manis saat melihat sang putra.
" iya ma, mama ngobrol sama siapa sih kok kayak Nye seru banget, sampe suara nya kedengaran loh di ruang tengah?" tanya Bayu, mama Ika pun tersenyum tipis dan menepuk lembut pundak wanita di samping nya.
"ini anak Tante udah pulang" ucap mama Ika, wanita itupun memutar tubuh nya, alangkah terkejut nya ia saat mendapati Bayu yang tengah berada didepan nya.
"pak Bayu"
" Siska"
Ucap mereka berdua dengan ekspresi terkejut, melihat ekspresi kedua nya mama Ika pun menjadi ikut bingung, ia menatap Bayu dan Siska secara bergantian dengan tatapan bingung.
"kalian berdua saling kenal?" tanya mama Ika bingung, Siska mengangguk kecil.
" iya Tante kita saling kenal" jawab Siska lirih, Bayu hanya diam dengan tatapan dingin, membuat Siska ketar-ketir ia takut Bayu akan marah kepadanya.
" oalahh syukur Alhamdulillah dong, kalau kalian berdua saling kenal, malahan ni ya mama tadi rencananya mau kenalin kamu Bayu sama Siska, tapi ya berhubung kalian sudah saling kenal jadi mama enggak perlu repot-repot lagi deh hehe" ucap mama Ika tersenyum tipis, Bayu menatap mana Ika dengan tanda tanya, ia berpikir pasti ada sesuatu yang direncanakan oleh mama nya itu.
__ADS_1
"Bayu keatas dulu ma" ucap Bayu dingin, dan berlalu pergi.
" loh, bay kamu ini gimana sih kok main pergi aja enggak sopan tau enggak ada tamu malah kayak gitu " teriak mama Ika kesal dengan sikap putra nya itu.
" udah Tante enggak apa-apa, mungkin pak Bayu capek, lagian kan hari ini di kantor banyak kerjaan " ucap Siska lembut.
" kantor?? kamu satu kantor sama Bayu?" tany a mama Ika
" iya Tante kita sekantor, dan saya adalah sekretaris pak Arsya " jawab Siska dengan senyuman tipis.
"Wah kebetulan banget dong sayang, ohya kamu udah nikah?" tanya mama Ika.
" emm, belum Tante " lirih Siska, mendengar jawaban Siska mama Ika pun tersenyum tipis.
" kamu sudah punya pacar atau calon gitu?" tanya mama Ika semakin gencar.
"kamu mau enggak jadi istrinya anak saya?" tanya mama Ika penuh harap.
" anak Tante? maksud nya pak Bayu Tante?" tanya Siska bingung, mama Ika mengangguk kecil dan tersenyum manis.
" iya Bayu, anak Tante cuma satu tau" jawab mama Ika.
Siska hanya tersenyum tipis menanggapinya.
" hehe, kalau saya sih Tante yes, tapi enggak tau sama pak Bayu nya, lagian saya bukan tipe nya pak Bayu Tante," ucap Siska tersenyum kecut, mama Ika pun tersenyum tipis dan mengelus lembut tangan Siska.
"kamu tenang aja, Bayu itu sebenarnya baik kok, cuma ya luar nya aja terkesan dingin, dan datar aslinya dia itu pria yang baik, humoris, dan periang loh" ucap mama Ika tersenyum tipis.
__ADS_1
"ahh masa sih Tante, tapi setau saya jauh banget deh dari yang Tante ucap, malahan ni ya Tan saya itu sering banget cari perhatian nya pak Bayu, ehhh tau-tau saya sering dimarah, kalau liat pak Bayu kadang ngeri Bu bawaan nya dingin mulu, enggak ada hangat-hangat nya, hehe" ujar Siska disertai cengiran kecil.
" iya, beneran tau semenjak kemalangan itu terjadi semua nya berubah 180° sangat jauh berubah dari Bayu yang sosok periang, humoris, dan murah senyum tiba-tiba berubah menjadi pribadi yang dingin dan datar" jawab mama Ika tersenyum kecut, tersirat sedikit kesedihan diwajah nya yang nampak masih cantik itu walaupun di usianya yang ke 52 tahun itu.
" kemalangan?" ucap Siska bingung.
" 4 tahun yang lalu, Bayu memiliki seseorang yang sangat spesial dalam hidup nya, mereka bahkan mau menikah, namun naas Bayu harus kehilangan sosok itu, sosok yang sangat ia cintai setelah saya. Butuh waktu cukup lama untuk Bayu untuk bangkit dari masa keterpurukan nya, berbagai cara telah kami lakukan untuk membuat nya bangkit kembali, namun hasilnya nihil Bayu semakin terpuruk, untungnya Arsya bisa membuat nya bangkit lagi, ya walaupun tak sepenuhnya. Namun saya bersyukur setidaknya ia tak larut dalam kesedihannya terus," ucap mama Ika dengan suara yang terdengar cukup parau.
Siska menatap mama Ika dengan pandangan sendu.
" memang nya wanita yang dicintai pak Bayu kemana Tante, kok bisa sampai pak Bayu segitu terpuruknya?" tanya Siska hati-hati takut melukai hati mama Ika.
"Mika kecelakaan saat hendak pulang dari tempat nya mengajar, dan kejadian itu terjadi tepat didepan Arsya sendiri." Jawab mama Ika sembari menyeka air mata yang telah mengembun dipeluk matanya.
" maafin Siska ya Tante, sudah bikin Tante sedih dan keingat hal yang sangat menyedihkan bagi Tante " Siska memeluk mama Ika dengan penuh kasih sayang, ia merasa menyesal telah membuat mama Ika kembali mengungkit hal yang sangat menyedihkan itu.
" iya sayang enggak apa-apa kok, lagian itu masa lalu, dan muka sudah tenang disana" ucap mama Ika tersenyum manis dan melerai pelukan antara keduanya, Siska pun tersenyum.
Mereka berdua pun kembali larut dalam obrolan hangat yang sempat tertunda tadi.
Bayu memasuki kamar nya dengan perasaan bingung, ia bertanya-tanya bagaimana mama nya dan Siska bisa kenal, bahkan terlihat sangat akrab padahal mereka tidak pernah bertemu sebelumnya.
Bayu menghempas tubuh nya diatas kasur, kepala terasa pusing jika memikirkan tentang Siska.
Entahlah wanita itu selalu saja membuat Bayu menjadi pusing.
Bayu pun mulai memejamkan mata karena rasa pusing yang menyerang nya, hingga akhir nya ia pun tertidur dengan pulas.
__ADS_1
Mama Ika memasuki kamar Bayu ia tersenyum tipis saat melihat sang putra yang tengah tertidur pulas, awalnya ia ingin meminta Bayu untuk mengantar Siska pulang, namun setelah melihat sang putra yang tengah tertidur pulas pun ia lantas mengurungkan niat nya dan memilih untuk pergi dari sana.