Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 84


__ADS_3

Brakkkk..


Arsya mendobrak pintu seketika pintu pun langsung terbuka, Arsya terpaku melihat pemandangan didepannya.


Tangan nya mengepal erat ia melangkah cepat kearah Raisa.


Bughh..


"dasar brengsek!!!" Arsya memukul Jeremy dari belakang.


"berani sekali kamu menyentuh istri saya" Arsya kembali menghajar Jeremy tanpa ampun, Jeremy yang tidak siap siaga pun menjadi amukan Arsya.


Tanpa ampun Arsya memukul Jeremy, sehingga membuat Jeremy tersungkur jatuh.


Darah mulai keluar dari sudut bibir Jeremy, diusap nya darah itu dan tersenyum miring.


Jeremy bangkit mendekat kearah Arsya, terlihat raut wajah nya yang memerah akibat emosi yang memuncak, dilayangkan nya tinjuan kepipi Arsya.


Arsya mengusap pipinya, tampak sudut bibirnya yang telah berdarah, Raisa yang melihat Arsya berdarah pun seketika panik.


"bang Arsya" teriak Raisa


Arsya bangkit dan mengusap kasar sudut bibirnya yang berdarah, dilihatnya darah di telapak tangan nya, Arsya tersenyum miring.


Arsya mengepal kan tangan nya erat dilihat dari sorot matanya tampak sekali api amarah yang membara didalam dadanya.


Arsya melayangkan pukulan tepat diwajah Jeremy, perkelahian tak dapat lagi dihindari, Arsya dan Jeremy saling adu jotos.


Raisa yang melihat nya menjadi kalang kabut, ia takut terjadi apa-apa sama Arsya.


Arsya berteriak-teriak agar perkelahian itu berhenti, namun sia-sia.


" bang Arsya, udah bang berenti bang" teriak Raisa dengan air mata yang terus meluncur deras.


Arsya tanpa ampun memukul wajah dan tubuh Jeremy, mengingat apa yang telah dilakukan Jeremy terhadap istrinya membuat Arsya menjadi buta, amarah yang memuncak telah membuat hati nya buta akan itu.

__ADS_1


Jeremy pun sekuat tenaga melawan Arsya, sesekali ia memukul wajah Arsya dan bagian perut Arsya.


Arsya pun tak mau kalah ia pun mengerahkan seluruh tenaga nya untuk memukul Jeremy, ia bertekad untuk memberi pelajaran pada laki-laki itu.


Terlintas bayangan Jeremy yang hendak mencium Raisa itu semakin membuat Arsya kesal, tanpa ampun ia memukul Jeremy hingga membuat Jeremy tak berdaya.


Raisa pun terus menangis melihat Arsya yang telah babak belur dan berdarah membuat hati Raisa sedih.


" Abang" lirih Raisa.


Arsya yang melihat Raisa yang tengah menangis pun menghampiri Raisa.


" kamu enggak apa-apa kan dek?" Arsya menangkup wajah Raisa dan memeriksa seluruh tubuh Raisa.


Raisa menggeleng kecil, air matanya terus tumpah tanpa diminta, Arsya memeluk erat tubuh Raisa ia bersyukur Raisa tidak kenapa-kenapa.


"Alhamdulillah ya Allah" ucap Arsya, ia menghujami pucuk kepala Raisa dengan ciuman, Arsya menangis melihat Raisa yang seperti ini, dilepasnya ikatan tali yang mengikat tangan Raisa, diambilnya kembali pashmina Raisa yang tergeletak dilantai, kemudian dipakaikan nya dikepala Raisa.


"ayok dek kita pergi dari sini" Arsya berusaha menuntun Raisa untuk bangkit, Raisa mengangguk kecil.


Namun ia berusaha untuk tetap terlihat kuat dan baik-baik saja.


" Abang enggak apa-apa?" tanya Raisa menatap Arsya sendu, matanya masih membengkak akibat banyak menangis.


Arsya menggeleng cepat, dan tersenyum tipis.


"enggak dek, Abang masih kuat kok" jawab Arsya berusaha meyakinkan Raisa.


Arsya menuntun Raisa untuk berjalan, saat tiba didepan pintu tiba-tiba langkah mereka terhenti kala melihat Tika dan beberapa anak buah nya yang ada di hadapan Raisa dan Arsya.


" bawa kembali wanita itu" perintah Tika, anak buah Tika mengangguk cepat, mereka mendekat kearah Raisa dan menarik tangan Raisa, namun dengan cepat Arsya menepis kasar tangan orang itu.


" jangan berani-berani kamu sentuh istri saya" ucap Arsya dingin, tatapan matanya sangat tajam.


" jangan pedulikan dia, bawa wanita itu sekarang ikat dia jika perlu habisi dia" ucap Tika setengah berteriak, anak buahnya pun mengangguk patuh, ditarik nya tangan Raisa secara kasar.

__ADS_1


" saya bilang jangan sentuh istri saya, kalian tuli apa?" berang Arsya tangan nya mengepal erat.


Anak buah Tika tak menghiraukan Arsya, mereka terus menyeret Raisa kembali kursi, Arsya yang telah geram pun langsung melayangkan pukulan kepada 3 orang didepannya.


bughh...


bughh..


bughh..


Baju hantam antara anak buah Tika dan Arsya pun tak dapat dihindari lagi, Arsya yang mulai lemah pun mulai kehabisan tenaga nya, beberapa kali ia terus dipukuli oleh anak buah Tika.


Raisa yang melihat keadaan Arsya yang telah tergolek dilantai pun menjerit histeris.


"bangg Arsyaaaaaaa" teriak Raisa saat melihat Arsya yang telah tumbang, air mata yang baru saja mengering sekarang tumpah lagi bagaikan air hujan yang deras.


" Abanggggg, hiks hiks" lirih Raisa rasa nya ia tak sanggup melihat keadaan Arsya yang seperti itu.


Anak buah Tika tanpa ampun memukul Arsya, Tika yang melihat Arsya dipukuli oleh anak buahnya pun langsung berteriak, ia merasa tak tega walau bagaimanapun Arsya adalah laki-laki yang ia cintai, ia tidak mau sampai Arsya meninggal dunia.


" stopppppp" teriak Tika, seketika anak buahnya pun berhenti memukul Arsya.


Tika menghampiri Arsya yang telah babak belur dengan pandangan sendu, diusapnya wajah Arsya yang babak belur dan berdarah, rasa nya hari Tika sangat sakit melihat sang lelaki pujaan hati seperti ini.


Arsya membuka matanya saat merasa ada yang mengelus pipi nya, Tika yang melihat Arsya membuka matanya pun hanya tersenyum manis ia senang Arsya masih hidup.


" arrrrsya" lirih Tika, Arsya kembali memejamkan matanya ia tak ingin melihat wajah Tika lagi.


" Arsya syukur lah kamu masih hidup, Arsya aku tau kamu pasti datang untuk menyelamatkan istri kamu yang bodoh ini kan, udah lah Arsya kamu tinggalin aja itu istri kamu yang bodoh itu, lebih baik kamu hidup bersama aku, kita perbaiki lagi hubungan kita dahulu" ucap Tika, Arsya membuka matanya ia menjadi sangat marah mendengar ucapan Tika.


"asal kamu tau Arsya, sampai saat ini aku masih cinta sama kamu, aku masih sayang sama kamu, dihatiku cuma ada kamu sya, andai sih wanita bodoh itu tak merebut kamu dari ku mungkin kita telah bahagia bersama" Tika mengelus lengan Arsya, Raisa yang mendengar dan melihat nya hanya diam dalam tangis nya.


Arsya yang sedari tadi diam pun langsung bangkit dan mencekik leher Tika, amarah yang memuncak membuatnya semakin buta.


" jangan harap Tika, wanita rendahan seperti kamu tak pernah pantas untuk saya, kamu itu sampah, sampah lebih pantas ditempat sampah, dan ingat sampai kapan pun saya tidak akan pernah meninggalkan istri saya Raisa, asal kamu tau cinta dan seluruh hidup saya adalah milik Raisa istri saya, dan kamu jangan perasaan mimpi untuk mendapatkan saya cam kan itu" Arsya berteriak didepan wajah Tika, Arsya pun melepaskan tangan nya dari leher Tika saat anak buah Tika menyeretnya, Tika terbatuk-batuk akibat cekikan Arsya.

__ADS_1


"uhuk,,, uhukk oke Arsya jika itu pilihan kamu, jangan salah kan aku berbuat kejam terhadap kalian berdua, apa susah nya sih kamu tinggal talak aja dia, apasih lebih nya wanita bodoh itu dibandingkan aku, jelas-jelas aku lebih segala nya dari dia, lihat dia hanya wanita biasa tak ada istimewa nya, kamu pasti sudah buta Arsya kamu pasti sudah dipelet oleh dia kan? iya kan Arsya" teriak Tika tak terima, Arsya hanya diam dengan tatapan tajam, matanya tak berhenti menatap Tika dengan tatapan bak hewan buas yang ingin menerkam mangsanya.


__ADS_2