Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 16


__ADS_3

Malam ini hujan turun dengan derasnya dan diiringi bunyi petir yang menggelar, perasaan Raisa pun menjadi tak tenang karena Arsya belum juga pulang kerumah.


" ihh, bang Arsya kenapa belum pulang ya" gumam Raisa sembari mengambil gawai yang terletak disofa ruang keluarga.


" non Raisa kenapa? kok kayak gelisah gitu?" tanya bi Sumi menghampiri Raisa dengan membawa nampan berisi cemilan, karena saat ini mereka sedang menonton sinetron di siaran tv ikan terbang tersebut.


" kenapa bang Arsya belum pulang ya bi, seharusnya jam segini bang Arsya udah pulang" ucap Raisa penuh dengan kecemasan.


" mungkin lagi sibuk non, coba non telepon siapa tau lagi ada kerjaan mendadak non" saran bi sumi.


" eh iya bik kenapa aku nggak kepikiran untuk menelpon bang Arsya ya" tanya Raisa pada diri sendiri.


" namanya juga dalam rasa cemas non jadinya nggak bisa berpikir jernih." nasihat bi Sumi yang dibalas anggukan kepala oleh Raisa


Raisa pun langsung mengambil gawai yang terletak diatas meja dan menghungi Arsya, namun berkali-kali Raisa menghubungi namun Arsya tidak menjawab telpon dari Raisa, bahkan sekarang gawai nya mati, Raisa pun mulai merasa cemas sekali sampai-sampai kedua sudut netranya mulai berkaca-kaca saking khawatir nya, karena takut terjadi apa-apa dengan Arsya.


" gimana non? apa kata den Arsya?" tanya bi Sumi, yang ikut duduk disamping Raisa


" tadi pas aku nelpon gawainya aktif tapi nngak diangkat bi, ehh sekarang gawai nya malah nggak aktif, gimana ini bi aku khawatir sekali, aku takut terjadi apa-apa sama bang Arsya bi, Ya Allah lindungilah suami hamba dimana pun sekarang ia berada", ucap Raisa dengan nada suara bergetar sembari mengusap mata yang mulai berkaca-kaca.


" sabar non, jangan berpikiran yang tidak-tidak, doa kan saja semoga den Arsya selalu dalam lindungan gusti Allah, yaudah sekarang non Raisa istirahat aja diatas ingat jangan banyak pikiran In Sha Allah den Arsya baik-baik saja" tukas bi Sumi sembari mengelus lembut tangan Raisa, sehingga Raisa pun merasa sedikit tenang.


Bagi Raisa bi Sumi merupakan pengganti orang tuanya disini, begitu pun dengan bi Sumi baginya Arsya dan Raisa merupakan anaknya sendiri, kerana anak Bi Sumi yang sebaya dengan Arsya sudah meninggal dunia akibat kecelakaan, jadi bi Sumi hanya tinggal sebatang kara sekarang.


" iya bi makasih ya udah ngasih nasihat yang baik untuk Raisa yaudah kalau gitu Raisa keatas dulu ya bi mau istirahat sembari menunggu bang Arsya pulang, bibi juga istirahat ya" ucap Raisa sembari berlalu keatas.


***


Hari pun mulai larut malam hujan pun belum berhenti, namun Arsya pun juga belum pulang, perasaan Raisa pun mulai tak enak takut terjadi apa-apa dengan Arsya.


Raisa pun mengambil kembali gawainya yang tergeletak diatas nakas dan mencoba menghubungi Arsya lagi, namun lagi-lagi gawai nya tidak aktif, membuat perasaan Raisa semakin cemas.


Baru saja hendak melangkahkan kaki keluar kamar tiba-tiba pintu dibuka dan muncul lah sosok orang yang saat ini sedang Raisa khawatir kan, yaitu Arsya. Raisa langsung menghambur kepelukan Arsya, tak ia perdulikan lagi baju Arsya yang basah akibat hujan, karena saat ini yang Raisa khawatir kan adalah keselamatan Arsya.

__ADS_1


" Abang " rengek Raisa, Arsya hanya mengerutkan dahi, merasa terkejut karena tiba-tiba Raisa menghambur kepelukanya.


" kenapa Abang nggak jawab telpon dari adek, terus kenapa juga gawai Abang tiba-tiba nggak aktif?" tanya Raisa dengan suara bergetar sembari menahan tangis, entah akhir-akhir ini perasaan nya terlalu sensitif mungkin efek dari mengandung.


" maafin abang ya dek udah buat kamu khawatir, tadi gawai Abang habis batrei, Abang lupa mencharger, mana ada kerjaan mendadak lagi tadi" terang Arsya yang membuat Raisa sedikit lega.


" yaudah sekarang kamu ganti baju gih sana gara-gara meluk Abang tuh baju kamu jadi basah, nanti kamu masuk angin lagi" suruh Arsya, Raisa pun menganggukan kepala dan berlalu menuju lemari mengambil baju ganti dan pergi kekamar mandi untuk mengganti baju yang basah.


setelahnya Raisa pun menyuruh Arsya untuk bersih-bersih diri.


" sekarang giliran Abang, bersih-bersih gih sana, nanti Abang sakit lagi kalo nggak bersih-bersih." pinta Raisa pada Arsya, dan dibalas anggukan kepala oleh Arsya, setelah nya ia pun berlalu kekamar mandi.


Raisa pun berjalan menuju almari untuk mengambil pakaian ganti Arsya dan meletakkannya di atas ranjang.


Beberapa menit kemudian Arsya pun keluar dari kamar mandi menggunakan handuk putih yang dililitkan dipinggang nya, sehingga terpampang jelas lah roti sobek nya, Raisa pun hanya bisa menunduk malu saat menyaksikan hal itu, entah walaupun sudah menjadi istrinya Raisa masih merasa malu dan canggung jika berkaitan dengan hal intim.


Setelah Arsya berganti pakaian Raisa melangkahkan kaki untuk turun kebawah bermaksud untuk menyiapkan makanan untuk nya, namun saat hendak melangkah kaki Arsya dengan cepat mencegat lengannya


" kamu mau kemana sih dek?" tanya Arsya


" nggak usah dek tadi Abang udah makan dikantor, sama klien Abang"


" oh yasudah kalo gitu Abang istirahat aja ya, adek mau kebawah sebentar mau ngambil cemilan takutnya nanti adek terbangun tengah malam gara-gara lapar, kan nanti nggak repot lagi mau kebawah" jelas Raisa pada Arsya.


" kamu disini aja biar Abang yang kebawah oke" Arsya sembari menuntun Raisa duduk diatas ranjang.


" tapi bag, Abang kan capek baru pulang kerja, udah biar adek aja ya" ujar Raisa kepada Arsya yang hendak berlalu.


" nggak pokoknya kamu tetap disini, biar Abang yang kebawah"


" tapi bang ad.."


" tidak ada penolakan titik" potong Arsya tegas sembari berlalu melangkah keluar kamar.

__ADS_1


Raisa pun hanya mengangguk patuh karena jika sudah begitu berarti Arsya akan marah jika menerima penolakan, jadi mau tidak mau Raisa harus melemahkan egonya dan menuruti apa perintah Arsya.


***


Pukul 12 malam Raisa terbangun dari tidur, dengan keadaan perut yang lapar, ia pun langsung beranjak dari ranjang dan berjalan kearah nakas disamping Arsya untuk mengambil makanan yang telah disiapkan oleh Arsya tadi.


Entahlah akhir-akhir ini Raisa sering sekali merasakan lapar entah itu di pagi-pagi buta atau pun ditengah malam begini, mungkin karena ada bayi didalam kandungannya yang juga memerlukan nutrisi.


Saat sedang asyik-asyiknya mengunyah makanan tiba-tiba ada suara yang mengejutkan Raisa seketika ia pun berhenti mengunyah makanan tersebut.


" kok kamu bangun dek, kenapa lapar ya?" tanya Arsya yang duduk disamping Raisa


Raisa pun hanya tersenyum sembari menganggukkan kepala layaknya anak kecil.


" yasudah kamu makan yang banyak, nanti nggak lapar lagi, kalo kurang bilang aja sama Abang biar Abang ambilin kebawah" ucap Arsya sembari mengelus lembut pucuk kepala Raisa


" Abang mau makan juga?" tawar Raisa, namun Arsya hanya menggeleng dan tersenyum tipis.


" nggak kamu aja yang makan, itupun nggak cukup porsi nya untuk kamu sendiri dek!!" ejek Arsya, Raisapun hanya mengerucutkan bibir kesal.


" hahaha, nggak usah digituin juga tuh bibir pake acara dimonyongin segala, ceritanya mau goda Abang ni ye" ledek Arsya.


" siapa juga yang mau menggoda Abang, dasar otak mesum" kesal Raisasembari meletakkan piring diatas nakas, Arsya pun hanya tertawa kecil dan geleng-geleng kepala.


" sudah makannya?" tanya Arsya


" iya, udah kenyang banget ni bang" jawab Raisa seraya nyengir kuda.


" yasudah kalo gitu kita lanjut tidur lagi ya" ajak Arsya dan Raisa balas dengan anggukan.


Raisa pun kembali merebahkan diri di ranjang lalu Arsya dengan sigap menarik selimut sampai menutup dada Raisa sembari mengecup singkat keningnya.


" good sleep my wife, semoga mimpi indah semoga kita akan seperti ini terus menerus sampai maut memisahkan kita, jika seandainya maut pun datang maka aku akan meminta nya untuk menjemput ku dahulu dari pada kamu, karena aku tidak sanggup jika kamu dulu yang pergi meninggalkan ku untuk selamanya, biarlah aku yang pergi dulu setidaknya aku tidak takut untuk kehilangan mu" bisik Arsya ditelinga Raisa

__ADS_1


Kemudian Arsyarsya pun memejamkan matanya menyusul Raisa kealam mimpi, sembari memeluk Raisa dengan erat.


__ADS_2