
Selesai menyantap makan siang, nek Uti, Mama Maya dan papa Andre pun memutuskan untuk beristirahat dikamar masing-masing.
Sedangkan Rania, Reno, Raisa, dan Arsya memutuskan untuk jalan-jalan sore, sembari menikmati pesona kota Bogor.
"Kak Ran kita mau kemana sih?" tanya Arsya
" ya jalan-jalan sya, jarang-jarang Loh kita kayak gini, mumpung ada kesempatan sya," Jawab Rania.
"emang kita mau jalan-jalan kemana kak?" tanya Raisa yang duduk di kursi belakang bersama Arsya.
"nggak tau juga sih kita mau kemana soalnya kakak belum kepikiran,hehe" cengir Rania menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"kamu ini dek gimana ngajak jalan kok nggak tau tujuan" ucap Reno yang sedari tadi diam saja.
"emm gimana kalo kita kedanau aja mas, danau yang pernah kita kunjungi waktu itu loh kan pemandangan indah tuh, lagian disana sejuk dan adem mas gimana setuju nggak ?" tanya Rania sembari melirik suaminya yang sedang fokus mengemudi.
" kalo mas sih oke-oke aja, tapi gimana sama mereka?" tanya Reno sembari melirik kaca spion didepannya.
" gimana sya, Raisa kalian setuju kan?" tanya Rania antusias kepada keduanya.
" emm kalo Raisa sih terserah kak Rania aja, Raisa ikut aja" jawab Raisa.
__ADS_1
"oke, kalo kamu gimana sya?" tanya Rania
"terserah kakak ajalah, yang penting nanti untuk beli makan aku ditraktir ya" jawab Arsya dengan senyum licik.
"eleh itu sih mau nya kamu sya, lagian udah jadi seorang CEO kok perhitungan, mana minta dibayarin lagi, nggak malu apa sama pangkat?" ledek Rania.
"aku kan nggak minta traktir sama kakak, tapi sama kak Reno iya kan kak Reno?" ucap Arsya tanpa dosa, Reno pun hanya tersenyum tipis.
" enak aja kamu sya, duit suami kakak mau kamu embat juga, lagian yang bagusnya tuh kamu nih yang mentraktir kami, masa seorang CEO pelit sih" ledek Rania, yang membuat Arsya kesal.
"ya udah entar aku traktir, kalian bilang aja mau apa?" pongah Arsya dengan sok cool.
" wihh banyak banget ni duit kayaknya pak CEO iya nggak dek" ucap Reno yang sedang fokus mengemudi, Rania pun tersenyum senang.
"emang dasar kakak sepupu lucnut" gumam Arsya sembari menatap kesal.
" kamu bilang apa tadi sya?" tatap Rania tajam.
" enggak kok kak, aku cuma bilang kalian berdua itu cocok sama-sama sukanya meledek aku tau nggak" kesal Arsya dengan bibir yang dimonyongkan.
"ckckck, kamu ini sya udah nggak usah dimonyongin juga tuh bibir udah jelek tambah jelek yang ada" ledek Rania sembari melirik kaca spion depannya.
__ADS_1
Raisa, dan Reno pun hanya geleng-geleng kepala melihat Rania dan Arsya yang jarang sekali akur nya itu.
" kamu ini dek suka banget jahil sama Arsya" sela Reno.
" ya nggak apa-apa dong mas, seru tau mas menjadi hiburan tersendiri bagi aku" ucap Rania tersenyum lebar.
"cih, hiburan kayak nggak ada kerjaan lain aja emang dasar sepupu lucnut, untung sepupu kalo kagak udah aku buang tuh ke Antartika biar beku jadi es sekalian" gumam Arsya kesal semuanya pun geleng-geleng kepala dan tersenyum tipis.
Satu jam perjalanan akhirnya mereka pun tiba didanau buatan yang sangat indah itu,Reno, Rania, Raisa, dan Arsya pun langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju danau.
"Wahh danaunya cantik ya bang, pemandangannya indah, adem lagi?" ucap Raisa dengan mata berbinar.
" iya dek, adem banget emang cocok ni tempat buat refreshing otak biar nggak suntuk" jawab Arsya dengan senyuman mengembang bibirnya.
" gimana kalian suka nggak?" tanya Rania
" suka kak, suka banget malahan disini rasanya adem banget kak" ucap Raisa antusias.
"kakak sering kesini ya?" tanya Arsya
" iya kakak dan kak Reno sering banget malahan sya kesini setiap weekend," jawab Reno.
__ADS_1
Mereka berempat pun menikmati pemandangan danau buatan tersebut sambil berbincang ria dan tertawa bersama, sungguh rasanya bahagia sekali, tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 4 sore.