
Bayu memasuki ruangan kerja Arsya dan menjatuhkan tubuhnya diatas sofa dengan kasar, Arsya yang melihat Bayu datang dengan raut wajah ditekuk pun mengerutkan dahinya bingung.
Bayu menghembuskan nafasnya kasar, ia masih merasa kesal dengan Siska, ia tak habis pikir kenapa Arsya bisa merekrut Siska menjadi sekertaris nya.
'nih boss, kok enggak ada peka-peka nya ya masa gue yang sedang kesal kayak gini dia hanya melirik aja, bukannya tanya kek, atau basa-basi kek' gerutu Bayu dalam hati, saat melihat sang boss yang tetap fokus pada laptop dihadapan nya.
"boss?" panggil Bayu, Arsya langsung menoleh sekilas.
"ruangannya sudah siap, dan berkas-berkas yang akan dipresentasikan juga udah saya siapkan." lapor Bayu, Arsya hanya manggut-manggut saja dan kembali fokus pada pekerjaannya.
Bayu pun menghela nafas kasar, dan memainkan tablet nya.
" Bay?" panggil Arsya, Bayu pun mengehentikan aktivitasnya dan melirik kearah Arsya yang masih sibuk dengan laptopnya.
" iya boss" jawab Bayu
"tuh muka kenapa ditekuk kayak gitu, udah jelek tambah jelek entar" Bayu pun mencebikan bibirnya kesal
"apaan sih pak bos, enggak tau orang lagi bete apa?" kesal Bayu, Arsya menyerngitkan dahi bingung.
"bete kenapa?" tanya Arsya datar, dan kembali fokus pada laptopnya, Bayu pun memutar bola matanya malas.
"gara-gara sicewek gesrek itu pak boss" ucap Bayu dengan kesalnya, sampai-sampai ia menggebrak meja, Arsya pun sontak terkejut dan langsung menatap tajam Bayu, yang ditatap pun hanya cengar-cengir tidak jelas.
" hehe, maaf boss kelepasan, abisnya saya kesal banget" cengir Bayu, Arsya hanya diam dan acuh saja.
"cewek gesrek siapa maksud kamu?" tanya Arsya.
" ya si Siska seketaris pak boss yang gesrek itu, masa ni ya boss, dia ngumpatin aku dibelakang sih, udah lelet kayak keong, gesrek lagi" Bayu mencurahkan semua isi hatinya kepada Arsya.
"loh, si Siska kan pinter cekatan, kenapa kamu bilang seperti itu" tanya Arsya bingung.
__ADS_1
"apaan sih boss, malah bela tuh cewek gesrek, lagian kayak enggak ada orang lain aja" gerutu Bayu kesal, Arsya hanya tersenyum tipis.
" entar suka loh" ejek Arsya, Bayu pun manatap Arsya tajam.
"enggak akan, cewek gesrek kayak gitu, suka senyum-senyum sendiri ihhhh ngeri saya boss" Ujar Bayu bergidik ngeri.
" ck, awas aja kalo kamu jatuh cinta sama dia" ancam Arsya
" enggak akan" kekeh Bayu, Arsya pun hanya tersenyum sinis.
Dilain tempat Tika sedang berbelanja di mall, kebetulan Raisa pun juga berbelanja di mall tersebut.
Saat Raisa ingin membayar belanjaan nya dikasir ia bingung karena dompetnya tertinggal dirumah.
Tika yang baru saja sampai dikasir pun memperhatikan gerak-gerik Raisa yang sedang kebingungan.
Ia pun mengabaikannya dan membayar seluruh belanjaan nya kepada sang kasir.
Tika terus memperhatikan gerak-gerik Raisa yang semakin kebingungan sambil menelpon seseorang.
Tika pun memutuskan untuk menghampiri Raisa.
" permisi kamu kenapa ya? kok saya perhatikan kayak sedang kebingungan gitu?" tanya Tika saat telah berada tepat dihadapan Raisa.
" enggak kok mbak, itu dompet saya ketinggalan di rumah, jadi saya bingung, tapi saya sudah menelpon orang rumah kok buat ngantar dompet saya" jawab Raisa tersenyum tipis, Tika pun hanya menatap datar Raisa dan tersenyum simpul.
"yasudah biar saya saja yang bayar semuanya" ucap Tika mengeluarkan kartu ATM nya, Raisa pun langsung menggeleng cepat.
" enggak usah mbak" tolak Raisa cepat
" biar nunggu dompet saya datang saja, palingan bentar lagi sampai kok" ucap Raisa karena tidak mau merepotkan orang lain.
__ADS_1
" enggak apa-apa nanti kalo dompet kamu udah ada baru deh kamu balikin uang saya gimana" tawar Tika, Raisa pun merasa bingung pasalnya ia tidak mau menerima uang dari orang lain yang belum ia kenal, namun ia harus segera membayar semua belanjaannya, yasudah lah terima aja toh nanti kalo dompet nya udah sampai baru deh uangnya dibalikin pikir Raisa.
" emm, yaudah deh mbak, tapi saya janji begitu dompet saya datang saya akan langsung mengembalikan uang mbak nya" ujar Raisa merasa tak enak hati.
" haha, iya santai aja, udah yuk bayar belajaan kamu kasian tuh banyak orang yang udah ngantri dibelakang kita" ucap Tika, Raisa pun mengangguk dan membayar semua belanjaannya memakai ATM yang diberikan oleh Tika.
" em, terima kasih banyak ya mbak atas semuanya, saya merasa jadi enggak enak hati udah ngerepotin mbak nya" ucap Raisa penuh dengan senyuman.
" iya sama, eh ngomong-ngomong nama kamu siapa dari tadi kita belum kenalan loh, nama aku Tika?" Tika mengulurkan tangannya, Raisa pun dengan senang hati langsung menyambut uluran tangan Tika.
"nama saya Raisa mbak" jawab Raisa tersenyum manis, Tika pun mengangguk kecil.
"kamu udah nikah?" tanya Tika yang memperhatikan penampilan Raisa dari atas sampai bawah, matanya tertuju pada perut Raisa yang mulai membuncit itu, Raisa mengangguk cepat dan tersenyum manis.
" iya mbak, mbak sendiri udah nikah?" tanya Raisa, Tika pun menggeleng lemah dan tersenyum tipis.
" belum, doa kan saja semoga cepat datang jodoh nya" Raisa pun tersenyum manis,dan mengangguk patuh.
" iya mbak semoga mbaknya cepat dapat jodoh yang terbaik yah" Doa Raisa tulus, dan diaamiinkan oleh Tika.
mereka pun berbincang ria dan sesekali tertawa kecil, Raisa yang tipe orangnya ramah mudah sekali untuk akrab dengan orang yang baru ia kenal, tak heran jika ia dan Tika sudah terlihat akrab sekali padahal baru ketemu.
" non Raisa" panggil seseorang, sontak Raisa pun menoleh kebelakang dan tersenyum saat melihat pak Tarmin yang telah datang untuk mengantarkan dompet nya yang tertinggal tadi.
" ni non dompet nya, maaf agak lama soalnya tadi macat non" ucap pak Tarmin sembari memberikan dompet Raisa.
" makasih ya pak Tarmin," ucap Raisa tersenyum manis, pak Tarmin pun mengangguk dan tersenyum tipis.
" ohya mbak Tika ini uang yang saya pinjam tadi buat bayar belajaan nya, sekali lagi terima kasih banyak ya mbak" Raisa mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan dan menyerahkannya kepada Tika.
"iya sama-sama, yasudah kalo gitu saya pamit pulang dulu ya, dah sampai jumpa" pamit Tika dan berlalu pergi, mereka pun berpisah karena berbeda arah tujuan.
__ADS_1