
Saat ini Arsya tengah berada di restoran XX, Arsya dengan percaya dirinya menjelaskan kepada pihak perwakilan dari perusahaan Singapura tentang sistem kerja sama yang akan mereka jalani.
" jadi untuk kerja sama yang akan kita jalin ini saya telah mengusung konsep pembangunan perumahan premium maupun minimalis yang pas bajet untuk semua orang, dan juga kita akan membangun kompleks perumahan yang letaknya di pinggiran kota, kenapa saya pilih pinggiran kota, karena kalau kita membangun di pusat perkotaan, otomotis bajet yang kita keluarkan akan besar, dan juga semua pernak pernik yang harus kita keluarkan pasti akan membengkak, apalagi lahan kosong dipusat kota sudah menipis, bahkan jika ada pun pasti harganya akan sangat mahal, jika kita memilih untuk tetap membuat kompleks perumahan di pusat kota, yang saya takutkan penjualan rumah yang telah dibuat akan sedikit sulit, karena apa, karena mulai dari benefit yang akan kita usungkan kepada para pembeli pasti harga mahal, mungkin untuk para pejabat dan orang dari kelas atas itu tidak jadi masalah, namun disini yang saya pikirkan jika untuk kelas menengah apakah mereka sanggup untuk membelinya, dan kita akan usahakan membuat kompleks perumahan yang mudah terjangkau semua kalangan, maka dari itu saya mengusungkan pembangunan rumah dengan tema bersahabat, karena kita juga harus memperhatikan kelas menengah juga bukan hanya kelas atas saja, selain itu kita juga akan melengkapi semua fasilitas umum mulai dari taman, tempat hiburan, taman bermain, masjid, dan pusat perbelanjaan agar semua orang yang akan menempati kompleks perumahan menjadi lebih senang, dan mudah. Meskipun di pinggiran kota kita juga akan berusaha menjadikan kompleks perumahan ini menjadi kompleks perumahan yang paling bagus. lagian ini juga akan sangat menguntungkan untuk kedua belah pihak.
Baiklah hanya itu yang dapat saya sampaikan apakah ada dari rekan-rekan sekalian yang ingin menambah kan?" Ucap Arsya dengan penuh wibawa.
Semua yang hadir pun tampak merasa tak percaya karena betapa hebatnya CEO Widiansyah group itu dalam menyiapkan semuanya, semua orang tampak tertegun melihat betapa jenius, cerdas, dan pintar nya Arsya.
prokk...
prokkkk...
Suara riuh tepuk tangan dari orang-orang yang ada diruangan tersebut, Semua orang tersenyum dan bersorak senang.
__ADS_1
" brapo pak Arsya, kecerdasan anda memang tidak bisa bisa diragukan lagi, semua apa yang anda jabarkan membuat kami tertarik" ucap MR, Alex seraya memberikan dua jempol kearah Arsya, Arsya yang melihat hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
" terima kasih MR, Alex saya sangat bersyukur jika konsep yang saya usungkan ini bisa diterima dengan baik" ucap Arsya tersenyum tipis.
"Ohya pak Arsya, untuk konsep kerja sama yang akan kita jalin, saya meminta bapak untuk membuat proposal biaya dan pernak pernik yang akan digunakan" ujar MR, Mike yang sedari tadi diam.
" baik MR, saya akan usahakan yang terbaik untuk proyek ini, semoga kerja sama diantara kedua perusahaan ini bisa terus berjalan dan maju" ucap Arsya tulus, semua orang mengangguk setuju.
Dilain tempat Raisa dan Tika tengah heboh berburu barang-barang branded, lebih tepatnya sih Tika bukan Raisa, yaps Raisa hanya melihat dan mengekor dibelakang Tika aja.
ia tidak terlalu suka dengan barang-barang branded, namun demi menghargai Tika, Raisa pun terpaksa harus menemani nya berburu barang-barang merk terkenal dan ternama itu.
" astaga Raisa, ini itu tas branded yang limited edition itu loh, Liat aja ni bagus banget kan barang nya, dengar-dengar tas ini hanya ada sepuluh loh didunia ini, dan salah satunya ada di Indonesia, Aku harus membelinya jangan sampai keduluan orang lain" ucap Tika senang saat memperhatikan tas itu, Raisa yang melihat tas itu pun sebenarnya juga ikut senang rasanya ia juga menginginkan tas itu namun setelah melihat daftar harga yang ada Raisa menjadi merinding dengan angka yang ia lihat.
__ADS_1
'astagfhirullah, mahal amet, harganya aja 200 juta an, ihh merinding lihat angkanya, mendingan tak buatin madrasah aja deh, lagian mbak Tika kok biasa aja, malah kelihatan senang' gumam Raisa dalam hati dan bergidik ngeri.
" kamu kenapa Raisa?" tanya Tika bingung, melihat Raisa yang tiba-tiba bergidik ngeri.
" enggak apa-apa kok mbak, hehe" ucap Raisa kikuk.
" beneran enggak apa-apa?" tanya Tika dengan wajah kurang yakin .
" iya mbak beneran, yaudah mbak Tika jadi beli tas itu?" tanya Raisa melirik tas yang telah berada ditangan Tika.
" iya jadi, yuk kita kekasir, ehhh kamu enggak mau beli tas juga?" tanya Tika bingung, karena sedari tadi hanya dia sendiri yang sibuk memilih ini itu.
" enggak mbak, belum ada yang srek dihati" ucap Raisa singkat, Tika pun mengangguk iya dan berlalu menuju kasir.
__ADS_1