Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 74


__ADS_3

Saat ini Arsya dan Bayu telah sampai di Puncak, mereka langsung membanting stir menuju kelapangan.


Arsya memerintahkan semua staff nya yang bertugas digudang itu untuk kumpul dan membahas kebakaran yang menimpa gudang bahan baku tersebut.


"pak menurut polisi, kebakaran tersebut terjadi karena adanya arus konsleting listrik pak" ucap kepala gudang, Arsya mengangguk kecil dan menatap semua karyawan nya.


"tidak ada yang cidera atau memakan korban kan kebakaran tersebut?" tanya Arsya, semua menggeleng cepat.


" Alhamdulillah pak, tidak ada semuanya selamat" jawab kepala gudang, Arsya mengangguk kecil dan tersenyum tipis.


"Alhamdulillah kalau begitu, saya takut kebakaran ini memakan korban"


"hanya saja kerugian yang kita alami mencapai 6 miliar pak, karena hampir semua bahan baku terbakar oleh api pak, dan maaf kami semua tidak dapat menyelamatkan nya pak" terang kepala gudang, dengan pandangan menunduk kelantai


" tidak apa-apa, masalah materi bisa kita cari lagi, dan infrastruktur bisa kita perbaiki lagi bahkan bisa kita buat baru lagi, namun keselamatan kalian semuanya adalah prioritas utama, karena nyawa tidak bisa dicari ataupun diganti," ucap Arsya, semua orang mengangguk kecil dan tersenyum mendengar penuturan sang boss besar.


"untuk sementara gudang bahan baku yang terbakar akan di alihkan dulu kegudang yang satunya, jadi untuk semuanya staf akan saya libur kan dulu sementara waktu sampai gudang ini diperbaiki, dan untuk pak Josef sebagai kepala gudang saya meminta bapak untuk mengurus segala kebutuhan untuk memperbaiki gudang ini" ujar Arsya, pak Josef mengangguk cepat.


" iya pak, In Sya Allah saya akan berusaha sebaik mungkin pak" Arsya tersenyum tipis mendengar jawaban sang kepala gudang.

__ADS_1


"pak Arsya?" panggil pemuda yang merupakan karyawan gudang, ia menunduk takut saat melihat Arsya menoleh kearah nya.


" iya" jawab Arsya singkat.


" pak saya mohon jangan liburkan saya pak, jika saya diliburkan bagaimana saya akan mendapatkan uang pak, ibu saya sedang sakit keras pak, jadi saya mohon pak jangan liburkan saya pak, saya sanggup kok pak bekerja di gudang utama lainnya, karena saya sangat butuh uang pak" ucap pemuda yang berusia 19 tahun tersebut dengan pandangan menunduk kelantai.


Arsya menghampiri pemuda itu dan tersenyum tipis, dipegangnya dagu pemuda itu, seketika pemuda yang bernama Rizki itu pun mengangkat pandangan nya.


" nama kamu siapa?" tanya Arsya tersenyum tipis, Rizki melihat Arsya yang tengah tersenyum tipis kepada nya pun menjadi gugup.


" Ri Rizki pak" jawab Rizki gugup, keringat dingin telah membanjiri telapak tangannya.


" Sem sembilan belas tahun pak" jawab Rizki gugup, Arsya memegang pundak Rizky dan tersenyum tipis.


" enggak usah takut" Arsya menepuk lembut pundak Rizki, Rizki pun mengangguk kecil.


"ibu kamu sakit apa?" tanya Arsya to the point.


"kanker payudara pak" lirih Rizky dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"sudah di bawa kedokter?" Rizky mengangguk kecil.


" sudah pak, kata dokter harus dioperasi, tapi saya enggak punya uang pak buat bayar biaya operasi, untuk makan saja pas-pasan" Lirih Rizki dengan suara bergetar.


"kamu tinggal sama siapa?" tanya Arsya lagi


" sama ibu pak?"


" bapak kamu?"tanya Arsya, Rizki menghela nafas berat.


" bapak sudah meninggal 3 tahun yang lalu pak?" Arsya menatap iba Rizki di usia semuda ini ia harus banting tulang untuk menghidupi ibunya dan membiayai pengobatan sang ibu.


"oke mulai besok kamu akan bekerja di gudang yang lain" jawab Arsya, seketika senyum lebar terbit dibibir Rizki.


" Alhamdulillah makasih pak Arsya, makasih banyak" lirih Rizki dengan suara bergetar, Arsya mengangguk kecil dan berlalu keluar ruangan.


"Bayu, nanti kamu cari tau semua nya tentang Rizki" perintah Arsya saat mereka tengah berada didalam mobil.


" iya pak, nanti saya akan mencari informasi tentang Rizki melalui pak Josef" ucap Bayu melirik Arsya melalui kaca spion didepannya.

__ADS_1


__ADS_2