
Rayen memperhatikan Raisa dengan tatapan yang dalam, Raisa yang menyadari Rayen menatap nya dalam pun hanya tersenyum tipis.
"kenapa sayang, kok natap aunty dalam gitu?" tanya Raisa lembut.
" kok perut aunty agak besar?" tanya Rayen polos, Raisa dan Arsya pun hanya tersenyum simpul mendengar pertanyaan dari Rayen.
"haha, Rayen kamu ini lucu sekali sih, aunty kira apaan" ucap Raisa tertawa kecil.
"Rayen didalam perut aunty itu ada dedek bayi" ucap Mela mengelus lembut pucuk kepala sang putra.
" dedek bayi?" ulang Rayen menatap kearah Raisa, Raisa dan Arsya mengangguk kecil.
"wah jadi Rayen akan punya dedek bayi ma, pa?" tanya Rayen girang, Mela dan Rangga menganggukan sebagai jawaban.
" yey, akhirnya Rayen punya dedek bayi" ucap Rayen bersemangat, Raisa, Arsya, Rangga, dan Mela pun hanya tersenyum simpul melihat tingkah Rayen.
"aunty, mama Rayen juga punya Dede bayi loh" ucap Rayen polos, Raisa memandang kearah Mela dengan alis yang bertaut mengisyaratkan maksudnya apa.
"ohya, beneran?" tanya Raisa pura-pura tidak percaya.
" iya aunty, kalo enggak percaya tanya aja sama mama?" ujar Rayen polos.
"bener mbak?" tanya Raisa, Mela mengangguk kecil.
" wah selamat ya mbak" Raisa mendekat kearah Mela dan memeluk erat sang kakak ipar.
" iya dek makasih" Raisa melerai pelukannya.
" udah berapa bulan kak?" tanya Raisa.
" baru jalan 2 bulan dek, kamu udah berapa bulan?" tanya Mela balik.
__ADS_1
" udah masuk 5 kak"
" wah enggak lama lagi bakalan launching ni" cibir Rangga.
" Arsya siap-siap, bentar lagi kamu pasti akan repot" tambah Rangga tersenyum miring.
" heleh, kayak kakak enggak repot aja, nanti kak Mela juga bakalan launching juga loh" cibir Raisa, Rangga hanya mencebikan bibir.
"udah deh sya kalo gitu nasib kita impas" pasrah Rangga, Arsya hanya tersenyum tipis.
" haha iya kak, tapi kak enak kan udah berpengalaman, lah aku belum berpengalaman hehe, mungkin aku harus belajar banyak dari kak Rangga" ucap Arsya tersenyum tipis, Rangga pun mengangguk cepat.
" yaps, betul tuh kamu harus belajar dari ahlinya" bangga Rangga, Raisa hanya memutar bola matanya jengah.
*****
"aunty ayok, Rayen udah enggak sabar mau jalan-jalan sama aunty dan uncle" teriak Rayen girang.
" iya Rayen sayang, jangan lompat-lompat entar jatoh, entar kamu kenapa-kenapa aunty lagi yang di salahin sama papa kamu" ucap Raisa lembut, Arsya yang berjalan dibelakang mereka pun hanya tersenyum tipis, melihat kedekatan antara keduanya.
" wah keponakan aunty yang ganteng ini lapar ya? yaudah kita makan dulu oke" Rayen menggandeng erat tangan Raisa.
" yang sabar ya Arsya" ucap Rangga mengejek Arsya.
" haha, santai aja kak" ucap Arsya tersenyum tipis.
mereka saat ini sedang berada di restoran yang tak jauh letaknya dari rumah.
"aunty duduk disamping Rayen ya?" pinta Rayen, Raisa melirik kearah Arsya, Arsya pun mangangguk kecil.
" iya" ucap Raisa singkat dan duduk disamping Rayen.
__ADS_1
Mereka berlima makan dengan lahap, setelah menikmati makanan tersebut mereka pun melanjutkan kembali aktivitas jalan-jalan mereka.
Ditengah perjalanan Mela mendadak minta dibelikan rujak, sontak Rangga pun langsung mencari penjual rujak yang biasanya nangkring di pinggir jalan.
Setelah berputar-putar namun mereka tak menemukan penjual rujak, Mela pun hanya diam dan memasang ekspresi wajah sendu.
"kak Mela pengen banget ya makan rujak nya?" tanya Raisa lembut, Mela langsung mengangguk cepat.
" iye dek, rasanya kakak pengen sekali" jawab Mela lirih, saat ini ia benar-benar menginginkan rujak.
" tapi kayaknya disekitar sini enggak ada jualan rujak deh" Raisa menatap keluar jendela mobil.
" yaudah enggak apa-apa dek, mungkin lain kali aja " lirih Mela dengan tatapan sendu.
" enggak sayang, pokoknya kamu tenang aja kita cari penjual rujak sampai ketemu oke, aku enggak mau ya nanti anak aku pas lahir nya ileran, hiiih ogah deh amit-amit" ucap Rangga menenangkan Mela.
Mereka lanjut berkeliling mencari penjual rujak, Raisa yang sibuk memperhatikan luar jendela pun langsung berteriak.
" berhenti" seketika Arsya yang sedang menyetir pun langsung mengerem mendadak.
"astaghfirullah, semuanya enggak kenapa-kenapa kan? kamu enggak kenapa-kenapa kan dek?" ucap Arsya dengan panik, semua menggeleng.
" syukur lah, lagian kenapa sih dek kamu tiba-tiba teriak minta berhenti kayak gini, entar kenapa-kenapa gimana" Raisa tersenyum tipis dan menampilkan ekspresi wajah pupy eyes.
" hehe, sorry bang, ohya kak Mela tuh disebrang sana ada abang-abang jualan rujak" Ucap Raisa mengarahkan telunjuknya, Mela pun seketika senang, ia sudah tidak sabar ingin memakan rujak.
" yaudah dek kita langsung aja kesana yuk" Mela hendak membuka pintu mobil, namun berhasil dicegat oleh tangan Rangga.
" apaan sih mas, minggirin tangan nya, aku udah enggak sabar nih pengen makan tuh rujak" Mela berusaha menyingkirkan tangan Rangga dari hadapannya.
" enggak, enak aja kalian cuma mau pergi berdua, jalan kaki pula, kalian kira kita ini siapa hah? sebagai suami yang baik dan bertanggung jawab kita akan mengantarkan kalian iya enggak Sya?" Arsya mengangguk kecil dan tersenyum tipis melalui kaca spion didepannya.
__ADS_1
" yaudah deh terserah kalian, ayok aku udah enggak sabar" ucap Mela pasrah.
Arsya kembali menjalankan mobilnya menuju tempat abang-abang penjual rujak itu.