Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 77


__ADS_3

Pagi hari Raisa terbangun dari tidurnya, matanya menyapu seluruh sudut ruangan, pandangan nya terfokus pada jendela yang kacanya tinggal setengah itu, karena ada seseorang yang dengan sengaja memecahkan kaca tersebut.


Clekk...


Pintu kamar Raisa terbuka, tampak lah bi Sumi dengan nampan yang berisi segelas susu dan sepotong roti plus selai strawberry.


Bi Sumi meletakkan nampan tersebut diatas nakas, senyuman manis terukir di wajah tua nya.


" ayok non di minum dulu susu nya mumpung masih hangat" ucap bi Sumi menyerahkan segelas susu kepada Raisa.


" iya bi" Raisa menerima gelas itu dan langsung meminum susu tersebut sampai setengah gelas.


" roti nya jangan lupa di makan ya non, bibi mau kebawah dulu mau ambil sapu dan sekop untuk membersihkan pecahan kaca nya" ucap bi Sumi hendak melangkahkan kakinya, Raisa mengangguk kecil.


Raisa mengambil roti yang telah di siapkan oleh bi Sumi tadi, dengan lahap ia memakan roti tersebut, entahlah semenjak hamil porsi makan nya juga ikut bertambah mungkin karena ada dua nyawa yang membutuhkan nutrisi.


Tak berapa lama bi Sumi muncul dibalik pintu dengan sapu dan sekop yang ada ditangannya.


Bi Sumi mulai membersihkan pecahan kaca, setelah semuanya beres bi Sumi pun meletakkan pecahan kaca tersebut kedalam plastik agar tidak berceceran dan mudah untuk membuangnya.

__ADS_1


Raisa bangkit dari duduknya, dan berjalan menghampiri bi Sumi.


" bi?" panggil Raisa, mendengar majikan nya memanggil bi Sumi pun langsung menoleh kearah Raisa dan tersenyum tipis.


" ya non, non Raisa perlu apa? bilang sama bibi?" jawab bi Sumi dengan senyuman manis, Raisa menggeleng kecil dan tersenyum tipis.


" enggak bi, Raisa cuma mau nanya aja bibi tau siapa orang yang sudah memecahkan kaca semalam?" tanya Raisa, bi Sumi menggeleng kecil.


" enggak non, bibi enggak tau, bibi juga bingung siapa yang melakukan itu, awas aja kalo bibi sampai ketemu tuh pelaku nya, tak bejek-bejek tuh si pelaku, belum tau aja dia siapa bi Sumi" jawab bi Sumi penuh emosi, pasal nya ia sangat kesal, Raisa hanya tersenyum simpul dan geleng-geleng kepala.


" emangnya, kalo pelaku nya ketemu bi Sumi berani?" cibir Raisa tersenyum tipis


" hahaha, bi Sumi ini Raisa kirain beneran berani" ucap Raisa tertawa kecil melihat bi Sumi, bi Sumi pun hanya tersenyum tipis.


Dilain tempat Arsya sedang duduk dikursi tunggu bersama Bayu dan Rizki. Yaps hari ini ibunda Rizki akan di operasi, semua biaya nya pun Arsya yang menanggung sampai ibunya benar-benar sembuh.


Rizki terus melapal kan doa untuk sang ibu tercinta, terlihat jelas gurat kekhawatiran diwajah nya, Arsya yang memperhatikan nya pun hanya bisa mengusap bahu nya berusaha untuk menenangkan remaja berusia 19 tahun itu.


Sekitar 3 jam menunggu, pintu ruang operasi pun terbuka, tampaklah sosok laki-laki paruh baya yang memakai baju berwarna hijau, dengan langkah cepat Riski menghampiri sang dokter.

__ADS_1


"dokter gimana keadaan ibu saya?" tanya Riski saat sudah berdiri didekat sang dokter.


Dokter yang bernama Hadi itu pun menghela nafas panjang.


" Alhamdulillah operasi nya berjalan lancar, tapi.." ucap dokter Hadi terhenti


" ibu saya kenapa dok? ibu saya kenapa?" ucap Rizki dengan nada tinggi


" ibu kamu meninggal"


Duarrr...


bagiamana petir disiang hari, Riski merasa tak percaya, ia tidak percaya ibu nya telah tiada.


" enggak, dokter bohong kan, ibu enggak mungkin meninggalkan, dokter mau main prank-prank ya sama saya? ini enggak lucu, dokter jawab saya yang benar ibu enggak mungkin meninggalkan dok, jawab dokter?" ucap Riski dengan emosi yang tak terkontrol, Arsya segera menarik Rizki ia takut Rizki akan berbuat nekat, apalagi emosional nya yang masih labil.


" Bayu kamu urus Rizki, biar saya yang urus ibu nya" perintah Arsya, Bayu mengangguk cepat dan membawa Riski duduk kemana dikursi tunggu.


Arsya pun mengikuti dokter Hadi menuju ruangan nya, sesampai nya di ruangan dokter Hadi, ia langsung menjelaskan semua nya Arsya secara rinci dan jelas.

__ADS_1


Arsya hanya diam ia dengan seksama mendengar kan semua perkataan yang diucapkan oleh dokter Hadi.


__ADS_2