Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 71


__ADS_3

Hari ini Tika memutuskan untuk berkunjung ke rumah Raisa, sebelum menuju rumah Raisa Tika terlebih dahulu mampir ke toko kue ia membeli kue sebagai buah tangan nya.


Selesai dari toko kue Tika langsung melajukan mobilnya menuju rumah Raisa, diperjalanan Tika tersenyum manis, ia sudah lama tidak bertemu dengan teman sekaligus adik bagi nya itu.


15 menit kemudian mobil Tika tiba dihalaman rumah Raisa, Tika membuka pintu mobilnya dan tak lupa buah tangan yang sudah ia beli tadi.


Tika melangkahkan kakinya dengan senyuman mengembang, saat tiba diteras rumah ia mendengar suara tawa seorang laki-laki dan perempuan, Tika melirik kearah kanan nya, ia terkejut melihat Arsya dan Raisa yang tengah bercanda ditanam samping rumah.


Kotak kue yang ia bawa pun lepas dari tangan nya dan terjatuh kelantai, Tika menatap tak percaya, pandangan matanya fokus pada dua orang yang sedang bersenda gurau itu.


"Ternyata suami Raisa itu adalah Arsya, Arsya laki-laki yang sangat aku cintai" gumam Tika lirih, ia merasa dunia sedang mempermainkan nya, Raisa yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri ternyata istri Arsya laki-laki yang masih ia cintai sampai sekarang.


Tika melangkahkan kaki nya menuju mobilnya, ia mengemudikan mobil nya dan meninggal rumah Raisa, Tika tak menyangka kenapa semua ini harus terjadi.


"kenapa, kenapa aku merasa sedang dipermainkan oleh waktu, apa salah ku" teriak Tika ia menepikan mobilnya.

__ADS_1


" Raisa sudah aku anggap sebagai adik ku sendiri, aku harus bagaimana sekarang, Raisa adalah istri Arsya laki-laki yang sangat aku cintai sampai sekarang, Tuhan kenapa semuanya seperti ini, aku harus bagaimana mana disatu sisi aku ingin Arsya kembali menjadi milikku, namun disisi lain Raisa adalah istri nya, teman sekaligus adik bagi ku, aku harus bagaimana" tangis Tika pecah, ia memukul-mukul stir kemudi yang ada didepannya, ia sangat kalut saat ini.


" enggak pokoknya Arsya harus tetap jadi milikku, pokoknya Arsya hanya milik Tika seorang, tak perduli Raisa adalah istri Arsya, tak perduli hubungan ku antara Raisa sekarang, yang terpenting saat ini Arsya harus menjadi milikku, walaupun aku harus menyingkirkan Raisa" ucap Tika menghapus kasar air matanya.


Dilain tempat Raisa yang tak sengaja lewat dari teras depan berhenti berjalan, Arsya yang berjalan dibelakang Raisa pun juga ikut berhenti dan menatap bingung Raisa.


"kenapa dek?" tanya Arsya bingung, Raisa langsung menoleh dan tersenyum tipis.


" enggak apa-apa bang, bang kok diteras kok ada kotak kue ya" ucap Raisa memperhatikan kotak tersebut dari jarak yang cukup jauh.


" kenapa?" tanya Arsya dengan alis bertaut.


" entar kalo bom beneran gimana bang?" ucap Raisa takut ia memeluk erat tangan Arsya.


" ya makanya kita cek dulu" Arsya mendekati kotak tersebut, dan membuka kotak tersebut.

__ADS_1


" huh, ternyata benar ini kotak kue" ucap Arsya lega, Raisa juga menghela nafas lega.


"tapi kira-kira kue ini punya siapa ya bang?" tanya Raisa bingung, Arsya mengedikan kedua bahunya.


" ya mana Abang tau dek" ujar Arsya santai, dan mengambil kotak kue tersebut.


" eh Abang mau ngapain?" tanya Raisa saat kotak kue itu sudah ada ditangan Arsya.


"mau Abang buang" Arsya melangkahkan kakinya menuju kotak sampah yang terletak disamping teras.


"oh kirain mau Abang makan" ujar Raisa polos.


" ya enggaklah, lagian kita kan enggak tau tuh pemilik kue siapa? nanti kalo kue itu ada racunnya gimana?"


" iya ya bang, ya udah yuk bang kita masuk aja" Raisa menggandeng erat tangan Arsya, dan memasuki rumah.

__ADS_1


__ADS_2